Proyek besar dalam mengatasi kekurangan
air bersih kini tengah dikerjakan. Kolam
retensi Kacang Pedang, begitulah nama tempat penampungan air raksasa dengan kapasitas tampung 4,2 juta liter air. Harapan masyarakat Pangkalpinang mendapatkan air bersih setiap saat bahkan air siap minum langsung dari pipa sesuai Peraturan Pemerintah (PP) kini tengah digantungkan.
di kolam pengolahan air (Water treatment) Pedindang, digunakan untuk memasok air bagi kebutuhan di pusat kota seperti Jalan Sudirman, Kacang Pedang, Kampung Opas, Kampung Bintang hingga kejalan Mentok dengan kapasitas 60 liter perdetik. Dari instalasi pengolahan air di Bacang, air
mengalir untuk pelanggan di kawasan Pangkalbalam, Semabung hingga Pasir Putih dengan kapasitas 20 liter perdetik, sedangkan dari instalasi di Mangkol air dialirkan
ke permukiman di Sungai Selan hingga kampung Keramat dengan kapasitas lima liter perdetik.
Penyebabnya kolam penampungan mengalami kekeringan dan kalaupun ada air kualitasnya sangat jelek hingga peralatan pengolahan air tidak mampu memprosesnya menjadi air bersih untuk pelanggan. Warga diseputar Perumnas Kace akhirnya dengan berat hati terpaksa mengusahakan sendiri sumur bor atau patungan dengan tetangga dalam membiayai pembuatan sumur bor, agar tidak terlalu memberatkan. Untungnya tagihan air juga dihentikan ketika air tidak lagi dialirkan ke pelanggan. Kolam retensi Kacang Pedang nantinya akan mendapat pasokan air dari Gunung Mangkol yang didistribusikan melalui pipa ke kolam Retensi. Dari kolam tersebut air dialirkan ke instalasi-instalasi pengolahan air yang ada sekarang.
Walikota mengatakan penanganan air di Pangkalpinang sesuai PP no 16 tahun 2005 tentang penyediaan sistem air minum, yang mensyaratkan bahwa air ke pelanggan sudah bisa dikonsumsi langsung sebagai air minum dari pipa. “Sejak dipilih jadi walkot saya konsen menangani air bersih tersebut, termasuk mencarikan dana dalam pengolahan air bersih ke Ditjen sumber daya air Dep. PU hingga akhirnya bertemu dengan Darco perusahaan multi nasional yang telah malang melintang di 50 negara. Diperkirakan dalam 18 bulan kedepan warga sudah bisa menikmati air bersih sesuai kontrak kerja dengan PT. Darco, atau paling tidak 60 persen dari rumah telah menikmati air bersih. Pihaknya juga berkeinginan agar air yang diolah bisa diproduksi dengan biaya serendah-rendahnya tapi kualitasnya yang tetap baik.
Senior konsultan PT. LAPI ITB Bagus Budiantoro menjelaskan pengelolaan air di LAPI ITB terbaik di dunia bila dilihat dari kualitas, kapasitas dan kontinuitas dalam mepengelolahan air. Pihaknya akan menggunakan teknologi moderen dengan meng upgrade kapasitas jadi 2x lipat diatas kekerukan air di sumber PDAM Pangkalpinang. Kedepan akan dibangunkan ruang pamer sebagai contoh bahwa dengan teknologi air yang sudah demikian keruh bisa diolah jadi layak minum. Berbagai harapan dilontarkan sehubungan ketersediaan air bersih. Warga sebenarnya tidak perlu retorika. Yang diperlukan bukti nyata, air mengalir tak putus-putus setiap saat dengan memenuhi standar kualitas baku mutu air sehat.
Ringkasan lain tentang olam Retensi, di Mana Air Mengalir Sampai Jauh