Untuk
perdamaian Israel-Palestina, apa yang bisa dilakukan Bush dalam sisa waktu dua tahun kepemimpinannya?
Pertanyaan ini menjadi tema sentral seiring kunjungan Presiden
as ke
Israel
dan Palestina, beberapa minggu setelah keberhasilan perundingan
di Annapolis, yang menandai kembalinya
proses negosiasi
Israel-Palestina.Dampaknya, benturan dengan nilai-nilai lokal banyak
bermunculan dan menimbulkan beragam persoalan dalam penerapan kebijakan
AS sendiri, termasuk dalam proses perdamaian Israel-Palestina.
Salah satu kritik terhadap mediasi AS sepanjang proses perdamaian
adalah minimnya komitmen untuk memaksakan perdamaian karena kedekatan
AS-Israel.
Ini muncul bukan karena kuatnya lobi Israel dalam politik AS, namun
juga karena penilaian, Israel sudah bertransformasi menjadi ”Amerika
yang lain” di kawasan.Tidak adanya ketegasan AS terhadap sikap lunak
Otoritas Palestina dalam mengatasi aneka gerakan bersenjata yang
berpotensi mengganggu perdamaian muncul karena adanya kebutuhan untuk
Tidak memprovokasi munculnya nilai-nilai lokal yang antistandar baku
ala Amerika. Hanya dalam keadaan di mana
konflik
nilai tidak lagi terelakkan, AS bersikap keras dan tegas
seperti mereka tunjukkan dalam penolakan terhadap pemerintahan Hamas.
Selama tidak ada perubahan paradigma kebijakan AS di Timur
Tengah—termasuk dalam proses perdamaian Israel-Palestina—dari yang
selama ini dijalankan, maka hampir bisa dipastikan tidak akan ada
pencapaian maksimal dalam proses perdamaian.
Pola ini hanya diadopsi AS dalam perundingan di Camp
David II tahun 2000, namun kemudian ditarik karena banyaknya penolakan
dari Israel dan Palestina (Daniel Kurtzer, The US must get tough in
promoting Arab-Israeli peace effors dalam Palestine-Israel Journal of
Politics, Economics, and Culture 13(4), 2007: 21). Kemauan untuk tidak hanya memikirkan kebutuhan AS, namun juga
melibatkan kebutuhan lokal dalam mediasi, merupakan pekerjaan rumah
pertama yang harus diselesaikan Bush. Mendirikan negara Palestina bukan
perkara sulit, namun mempertahankan eksistensinya dalam lingkungan yang
damai amat sulit dilakukan. Untuk itu dibutuhkan keseimbangan antara
kebutuhan AS dan nilai-nilai lokal.
Ringkasan lain tentang AS dan Perdamaian Israel-Palestina