Halaman Utama Shvoong > Ilmu Sosial > Dari "Selompret Malajoe" Sampai "Slompret Melayoe"

.

Dari "Selompret Malajoe" Sampai "Slompret Melayoe"

Pengarang : Suryadi
Summary by : NasrulAzwar
Kunjungan : 34  kata: 600   Diterbitkan di: Januari 18, 2008
Benarkah Selompret Melajoe Terbit Perdana 1860? demikian judul tulisan Saifur Rohman, kandidat doktor ilmu filsafat UGM, di harian ini September lalu. Artikel itu menanggapi pernyataan Dr Dewi Yulianti, pakar sejarah pers Fakultas Sastra Universitas Diponegoro, yang mengatakan bahwa Selompret Melajoe terbit tahun 1860.
Tulisan ini dimaksudkan untuk memberi sedikit informasi tambahan tentang surat kabar itu, yang disebut-sebut sebagai pers pertama berbahasa Melayu yang terbit di Jawa Tengah, yang mungkin bermanfaat bagi penyusunan sejarah pers Jateng.
Untuk tahun 1865, misalnya, edisi nomor 1 terbit pada "hari Djoemaat 6 Januarij Ao 1865" dan edisi terakhir (edisi 52) terbit "hari Saptoe 30 December Ao 1865". Rupanya mulai edisi nomor 16/Sabtu, 22 April 1865, jadwal terbit surat kabar ini berubah dari hari Jumat ke Sabtu. Edisi-edisi tahun berikutnya dimulai lagi dari nomor 1. Begitu seterusnya sampai tahun 1877. Versi pertama ini (Selompret Malajoe) bertahan sampai awal 1866. Mulai edisi nomor 3 untuk tahun 1866 (terbit Sabtu, 20 Januari), kata "Malajoe" berubah tulisannya menjadi "Melajoe" sehingga nama surat kabar ini menjadi Selompret Melajoe.
Dan, mulai nomor 28 untuk tahun itu juga (terbit Sabtu, 14 Juli 1866) surat kabar ini terbit dengan ukuran yang lebih besar sedikit dengan jumlah halaman sama. Rupanya nama Selompret Melaijoe pun tidak bertahan lama. Namanya berubah lagi menjadi Slompret Melayoe (catatan: tertulis "Slompret", bukan "Selompret").
aya, memang Selompret Melajoe adalah surat kabar berbahasa Melayu yang pertama terbit di Jateng. Namun, untuk konteks Indonesia (bekas wilayah Hindia Belanda dulu), sudah ada dua surat kabar lain yang sudah lebih dahulu terbit, yaitu Soerat Kabar Bahasa Melaijoe dan Soerat Chabar Betawi. Mungkin tarikh munculnya edisi perdana Selompret Malajoe, yaitu 3 Februari 1860, dapat dijadikan dasar pijakan untuk menentukan awal sejarah dan hari jadi pers Jateng. Tapi, tinggal pertanyaan: apa kriteria dan batasan pers Jateng? Jika dasar pijaknya adalah istilah vernacular press yang terbit di Jateng-dengan demikian tersirat keragaman bahasa penduduk asli, termasuk Bahasa Melayu, sebagai media penyampainya-maka di wilayah ini sudah ada pers bumiputera yang terbit lebih dahulu dari Selompret Malajoe, yaitu surat kabar berbahasa dan beraksara Jawa Bramartani, yang terbit di Surakarta.

Ringkasan lain tentang Dari "Selompret Malajoe" Sampai "Slompret Melayoe"
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Tambahkan komentar Anda Tidak ada komentar

Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------