• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Berkenalan dengan Post-strukturalisme

.

Berkenalan dengan Post-strukturalisme

oleh : easternwriter    

Pengarang : Jacques Derrida, Roland Barthes, Erdward Said, Ferdinand de Saussure
Pengantar singkat wacana post strukturalisme dalam kesusasteraanStrukturalisme
dibangun atas prinsip Saussure* bahwa
bahasa sebagai sebuah sistem
tanda harus dilihat ke dalam tahapan tunggal sementara (single temporal plane).
Aspek diakronis bahasa, yakni bagaimana bahasa berkembang dan berubah
dari masa ke masa, dilihat sebagai bagian yang kurang penting. Dalam
pemikiran post strukturalis, berpikir sementara menjadi hal yang utama.Tokoh
utama yang paling berpengaruh pada era kritik sastra post-strukturalis
adalah seorang filsuf perancis Jacques Derrida. Selain itu, buah karya
pemikiran psikoanalis Jacques Lacan dan ahli teori kebudayaan Michael
Foucault juga berperan penting dalam kemunculan post strukturalisme
tersebut. Derrida menekankan “logosentrime” (berpusat pada logos)
pemikiran barat bahwa makna dipahami sebagai independensi bahasa yang
dikomunikasikan dan tidak tunduk pada permainan bahasa. Derrida sepakat
dengan Saussure bahwa bahasa merupakan produk yang berbeda antar
penanda, tapi dia berpikir melampaui Saussure dalam menegaskan bahwa
dimensi sesaat (temporal dimension) tak dapat ditinggalkan. Derrida
menilai bahwa Saussure tak dapat membebaskan dirinya dari pandangan
logosentris, sejak ia mengunggulkan bahasa di atas tulisan. Derrida
percaya bahwa penanda (signs) dan petanda (signified) dapat digabung ke dalam tahapan yang sama dalam praktek tindak tutur (act of speaking). Derrida
menyerang pandangan logosentrisme dan menilai bahwa tulisan merupakan
model yang lebih baik untuk memahami bagaimana bahasa berfungsi. Dalam
tulisan, penanda selalu produktif, mengenalkan aspek sesaat ke dalam
penandaan yang menentukan berbagai penggabungan antara sign dan
signified.Perumusan dasar “differance” Derrida disusun dengan
mempermainkan pada kata perancis ‘difference’, yang dapat berarti
‘pertentangan’ dan “penundaan”, merusak logonsentrisme dengan
menyatakan bahwa makna tak pernah dapat mewakili seluruhnya karena
makna tersebut selalu ditangguhkan. Praktik “dekonstruksi ”**-nya ini
berdasar pada teks yang dia teliti yang berpengaruh besar pada kritik
sastra, misalnya pada New Criticsm.Essainya yang berjudul
“Structure, Sign, and Play in the Discourse of the Human Sciences” ,
pertama kali disampaikan di John Hopkins University pada tahun 1966,
sangat berpengaruh dalam teori kritik sastra.Essay Roland
Barthes, “The Death of the Author” pertama kali dipublikasikan pada
tahun 1968, mengadopsi sebuah pandangan tekstual bahasa dan makna
secara radikal dan dengan jelas menunjukkan perannya dalam post
strukturalis. Pemikiran post strukturalis juga berkembang di
di Amerika pada tahun 1970-an, khususnya di kalangan kritikus yang
tinggal di Yale, atau disebut para dekonstrusionis Yale. Teoritikus
terkemuka Yale adalah Paul de Man yang berpendapat bahwa teks sastra
telah tergabung dengan “pertentangan” Derrida. De Man
berpendapat bahwa ada devisi radikal dalam teks sastra antara
gramatikal atau struktur logika bahasa dan aspek retorisnya. Hal ini
menciptakan sebuah signifikansi (penandaan) dalam teks sastra yang pada
akhirnya tak dapat ditentukan. De Man berpendapat bahwa sastra
digabungkan oleh permainan (play) yang tak dapat ditentukan secara gramatikal dan retoris dalam teks dan tidak dengan pertimbangan estetis. Edward
W Said menerima pandangan post strukturalis tapi menolak pada apa yang
dia lihatnya sebagai pendekatan tekstual sempit ala Derrida. Dia
berpendapaat bahwa karya Foucault memungkinkan kritik sastra melampaui
dimensi sosial dan politis teks.
Diterbitkan di: Januari 04, 2008
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.