Halaman Utama Shvoong > Ilmu Sosial > Peta Buram Sastra [di] Sumatera

.

Peta Buram Sastra [di] Sumatera

Pengarang : Zelfeni Wimra
Summary by : wimonline
Kunjungan : 74  kata: 300   Diterbitkan di: Januari 03, 2008
Sastra Sumatera memasuki titik buram. Penambahan Sumatera di belakang Sastra saja sebenarnya sudah merupakan wujud kemungkiran dari menurunnya eksistensi sastra sumatera ini. Akan  tetapi sering mencuat pada beberapa diskusi.Kejayaan masa lalu selalu menjadi isu hangat dan terus dibangga-banggakan. Hingga pada beberapa momen  sastra mutakhir, kehadiran novelis Andrea Hirata dan ES Ito, yang notabenenya kelahiran Sumatera diyel-yelkan pula sebagai kehebatan, bahwa orang Sumatera itu adalah orang-orang berselera sastra tinggi. Padahal tidak jauh sebelum isu ini mencuat, pertikaian antar pekerja sasatra di Indonesia tentang angkatan sastra selangkangan belum juga reda. Sepertinya, memang sungguh naif menambah-nambah Sumatera di belakang sastra. Kenapa tidak sastra indonesia atau sastra dunia saja. Tetapi, sastra tetaplah sastra, tidak bisa dibebani oleh elemen dari luar dirinya.   

Ringkasan lain tentang Peta Buram Sastra [di] Sumatera
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Tambahkan komentar Anda Tidak ada komentar

Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------