Sastra
Sumatera memasuki titik buram. Penambahan Sumatera
di belakang
Sastra saja sebenarnya sudah merupakan wujud kemungkiran dari menurunnya eksistensi sastra
sumatera ini. Akan tetapi sering mencuat pada beberapa diskusi.Kejayaan masa lalu selalu menjadi isu hangat dan terus dibangga-banggakan. Hingga pada beberapa momen sastra mutakhir, kehadiran novelis Andrea Hirata dan ES Ito, yang notabenenya kelahiran Sumatera diyel-yelkan pula sebagai kehebatan, bahwa orang Sumatera itu adalah orang-orang berselera sastra tinggi. Padahal tidak jauh sebelum isu ini mencuat, pertikaian antar pekerja sasatra di Indonesia tentang angkatan sastra selangkangan belum juga reda. Sepertinya, memang sungguh naif menambah-nambah Sumatera di belakang sastra. Kenapa tidak sastra indonesia atau sastra dunia saja. Tetapi, sastra tetaplah sastra, tidak bisa dibebani oleh elemen dari luar dirinya.
Ringkasan lain tentang Peta Buram Sastra [di] Sumatera