Halaman Utama Shvoong > Ilmu Sosial > Celaka Karena Sombong

.

Celaka Karena Sombong

Pengarang : Cerita Kancil
Summary by : Dongeng
Kunjungan: 85
kata: 600
Diterbitkan di: Desember 23, 2007
Dahulu ada seekor keledai dan seekor
srigala yang berteman baik. Bersama- sama mereka berkelana mencari
makanan.
“hari ini aku ingin makan buah
semangka,” kata si keledai. “ayo kita pergi dan mencari lading
semangka.”
Keledai dan srigala mencari di semua
tempat dan pada akhirnya mereka menemukan sebuah lading penuh dengan
buah semangka besar- besar dan masak.
Keduanya menunggu malam tiba sehingga
mereka dapat memasukinya tanpa terlihat orang.
“wah,” kata si keledai, “lihat
semua semangka yang masak itu.”
Dengan cepat dia memakan buah semangka
sebanyak yang dapat ia lakukan.
Setelah keledai dan srigala mengisi
perutnya, si srigala berkata, “ayo kita kembali, nanti terlambat.”
“mengapa kita harus kembali buru-
buru?” angin bertiup sepoi- sepoi, bintang- bintang berkerlip di
langit, bulan bersinar cemerlang. Aku belum ingin kembali. Ternyata
makan semua buah semangka yang lezat ini membuatku merasa sangat
nyaman. Aku merasa ingin menyanyi.”
Dengan lagak jumawa si keledai
menyanyikan sebuah lagu.
“hentikan berisik yang sangat
memekakkan itu, kamu bodoh!” teriak srigala, “para petani akan
mendengar dan datang ke sini!”
“apa, berisik katamu. Kamu sebut
nyanyianku yang merdu ini sebagai berisik?” kata keledai dengan
marah.”aku rasa kamu iri padaku, karena kamu tak dapat menyanyi
separuh saja dari kemampuanku.”
“kalau demikian kamu menyanyilah
terus. Aku lebih baik menunggu di luar kebun,” kata srigala cepat-
cepat keluar dari kebun.
“hii, haw, hoek, hoekkk!” teriak si
keledai. “hiii, haaw, hooekk.”
Keledai mengira suaranya amat merdu.
Dia bahkan menuduh temannya yaitu srigala sengaja keluar hanya karena
tak bisa menyanyi seperti dirinya.
Ketika pak tani mendengar ringkikan
keledai yang melengking itu, dia merasa heran.
“ada apa ya? Siapa yang bersuara di
kebunku…?”
“kurangajar! Ada seseorang atau
sesuatu yang memasuki kebun semangkaku, awas ya! Tidak akan kuampuni
kau!” kata pak tani sambil berlari cepat.
“kamu pencuri!” teriak pak tani
memukul si keledai dengan keras. “rasakan pentungan ini karena
mencuri semangka kami.”
Bak! Buk! Bak! Buk! Berkali- kali pak
tani menggebuki si keledai. Si keledai ambruk akibat pukulan pak
tani.
“bagaimana? Klenger nggak kamu?
Kukira keledai ini telah mati, hem aku masih banyak pekerjaan,
terpaksa kau kutinggalkan saja di sini!” kata pak tani.
Setelah para petani meninggalkannya,
sang srigala mendekati si keledai dan berkata, “bukankah aku telah
memperingatkanmu?”
“yah, karena kebodohanku sendirilah
menyebabkan aku di pukuli,” rintih si keledai menahan sakit sambil
berusaha berdiri. “lain kali aku akan mendengarkan nasihat baik
yang di berikan kepadaku secara lebih cermat.”
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------

Recent Shvoongers

  • amibroker
  • AsepSuryana
  • herro
  • jurnalis
  • DenKun
  • Kharis
  • nilna
  • AryaGuna
  • airakheisa
  • Rakyat
  • kusuma
  • tomaz
  • insansains
  • deleon
  • PermataPratiwi
  • KireinaLie

.