Halaman Utama Shvoong > Ilmu Sosial > Gonbe dan 100 Itik

.

Gonbe dan 100 Itik

Pengarang : Cerita Rakyat
Summary by : Dongeng
Kunjungan : 98  kata: 600   Diterbitkan di: Desember 20, 2007
Di
sebuah desa, tinggal seorang ayah dengan anak laki-lakinya yang bernama
Gonbe. Mereka hidup dari berburu itik. Setiap berburu, ayah Gonbe hanya
menembak satu ekor itik saja. Melihat hal tersebut Gonbe bertanya pada
ayahnya," Kenapa kita hanya menembak satu ekor saja Yah?", "Karena
kalau kita membunuh semua itik, nanti itik tersebut akan habis dan
tidak bisa berkembang biak, selain itu kalau kita membunuh itik
sembarangan kita bisa mendapat hukuman. Beberapa bulan
kemudian, ayah Gonbe jatuh sakit dan akhirnya meninggal dunia. Sejak
saat itu, Gonbe berburu itik sendirian dan menjualnya. Lama kelamaan,
Gonbe bosan dengan pekerjaannya, ia mendapatkan sebuah ide. Keesokan
hariya, Gonbe datang Ke danau yang sudah menjadi es. Ia menebarkan
makanan yang sangat banyak untuk itik-itik. Tak berapa lama, itik-itik
mulai berdatangan dan memakan makanan yang tersebar. Karena
kekenyangan, mereka tertidur Di atas. Gonbe segera mengikat itik-itik
menjadi satu. Ia mengikat 100 itik sekaligus. Ketika itik ke seratus
akan di ikatnya, tiba-tiba itik-itik tersebut terbangun dan segera
terbang. Gonbe yang takut kehilangan tangkapannya, segera memegang tali
yang diikatkannya ke itik tersebut. Karena banyaknya itik yang diikat,
Gonbe terangkat dan terbawa ke atas. Gonbe terus terbang terbawa
melewati awan. Di awan tersebut Ayah dan anak halilintar sedang tidur
dengan nyenyak. "Dugg!", kaki Gonbe tersandung badan ayah halilintar.
Ayah halilintar terbangun sambil marah-marah, ia segera mengeluarkan
halilintarnya yang kemudian menyambar tali-tali yang mengikat itik-itik
itu. Gonbe jatuh ke dalam laut! Ia jatuh tepat di atas kepala
Naga laut yang berada di Kerajaannya. Naga laut menjadi marah dan mulai
memutar-mutar ekornya, lalu memukulkannya ke Gonbe. Gonbe terbang lagi
dari dalam laut. Akhirnya Gonbe jatuh ke tanah dengan kecepatan tinggi.
Akhirnya Gonbe jatuh ke atap jerami rumah seorang pembuat payung. "Kamu
tidak apa-apa?", Tanya si pembuat payung sambil menolong Gonbe. "Maaf
atap anda jadi rusak. Berilah pekerjaan pada saya untuk mengganti
kerugian anda". "Kebetulan, aku memang sedang kekurangan tenaga
pembantu", kata pembuat payung. Sejak itu Gonbe menjadi rajin
membuat payung. Suatu hari, ketika sedang mengeringkan payung di
halaman, datang angin yang sangat kencang. Karena takut payungnya
terbang, Gonbe segera menangkap payung tersebut. Tetapi payung tersebut
terus naik ke atas bersama Gonbe. Dengan tangan gemetaran Gonbe terus
memegang payung sambil terus terbang dengan payungnya hingga melewati
beberapa kota. Payung tersebut akhirnya robek karena tersangkut menara
dan pohon-pohon. Gonbe pun jatuh. Untungnya ia jatuh tepat di sebuah
danau. Gonbe merasa lega. Tidak berapa lama tiba-tiba kepala Gonbe di
patuk oleh sekawanan hewan. "Lho ini kan itik-itik yang aku ikat dengan
tali. Ternyata benar ya, kita tidak boleh serakah menangkap sekaligus
banyak." Akhirnya Gonbe melepaskan tali-tali yang mengikat kaki-kaki
itik tersebut dan membiarkan mereka terbang dengan bebas. Pesan
Moral : Kita tidak boleh menjadi orang yang tamak dan serakah serta
kikir. Cerita di atas menggambarkan adanya hukuman bagi orang yang
tamak serta melanggar ketentuan yang sudah ada.

Ringkasan lain tentang Gonbe dan 100 Itik
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Tambahkan komentar Anda Tidak ada komentar

Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------