Halaman Utama Shvoong > Ilmu Sosial > Saudagar Jerami

.

Saudagar Jerami

Summary rating: 4 stars 2 Tinjauan
Pengarang : Cerita Rakyat
Summary by : Dongeng
Kunjungan : 91  kata: 900   Diterbitkan di: Desember 20, 2007
Dahulu
kala, ada seorang pemuda miskin yang bernama Taro. Ia bekerja untuk
ladang orang lain dan tinggal dilumbung rumah majikannya. Suatu hari,
Taro pergi ke kuil untuk berdoa. "Wahai, Dewa Rahmat! Aku telah bekerja
dengan sungguh-sungguh, tapi kehidupanku tidak berkercukupan".
"Tolonglah aku agar hidup senang". Sejak saat itu setiap selesai
bekerja, Taro pergi ke kuil. Suatu malam, sesuatu yang aneh
membangunkan Taro. Di sekitarnya menjadi bercahaya, lalu muncul suara.
"Taro, dengar baik-baik. Peliharalah baik-baik benda yang pertama kali
kau dapatkan esok hari. Itu akan membuatmu bahagia." Keesokan
harinya ketika keluar dari pintu gerbang kuil, Taro jatuh terjerembab.
Ketika sadar ia sedang menggenggam sebatang jerami. "Oh, jadi yang
dimaksud Dewa adalah jerami, ya? Apa jerami ini akan mendatangkan
kebahagiaan…?", pikir Taro. Walaupun agak kecewa dengan benda yang
didapatkannya Taro lalu berjalan sambil membawa jerami. Di tengah jalan
ia menangkap dan mengikatkan seekor lalat besar yang terbang dengan
ributnya mengelilingi Taro di jeraminya. Lalat tersebut terbang
berputar-putar pada jerami yang sudah diikatkan pada sebatang ranting.
"Wah menarik ya", ujar Taro. Saat itu lewat kereta yang diikuti para
pengawal. Di dalam kereta itu, seorang anak sedang duduk sambil
memperhatikan lalat Taro. "Aku ingin mainan itu." Seorang pengawal
datang menghampiri Taro dan meminta mainan itu. "Silakan ambil", ujar
Taro. Ibu anak tersebut memberikan tiga buah jeruk sebagai rasa terima
kasihnya kepada Taro. "Wah, sebatang jerami bisa menjadi tiga
buah jeruk", ujar Taro dalam hati. Ketika meneruskan perjalanannya,
terlihat seorang wanita yang sedang beristirahat dan sangat kehausan.
"Maaf, adakah tempat di dekat sini mata air ?", tanya wanita tadi. "Ada
dikuil, tetapi jaraknya masih jauh dari sini, kalau anda haus, ini
kuberikan jerukku", kata Taro sambil memberikan jeruknya kepada wanita
itu. "Terima kasih, berkat engkau, aku menjadi sehat dan segar
kembali". Terimalah kain tenun ini sebagai rasa terima kasih kami, ujar
suami wanita itu. Dengan perasaan gembira, Taro berjalan sambil membawa
kain itu. Tak lama kemudian, lewat seorang samurai dengan kudanya.
Ketika dekat Taro, kuda samurai itu terjatuh dan tidak mampu bergerak
lagi. "Aduh, padahal kita sedang terburu-buru." Para pengawal berembuk,
apa yang harus dilakukan terhadap kuda itu. Melihat keadaan itu, Taro
menawarkan diri untuk mengurus kuda itu. Sebagai gantinya Taro
memberikan segulung kain tenun yang ia dapatkan kepada para pengawal
samurai itu. Taro mengambil air dari sungai dan segera meminumkannya
kepada kuda itu. Kemudian dengan sangat gembira, Taro membawa kuda yang
sudah sehat itu sambil membawa 2 gulung kain yang tersisa. Ketika
hari menjelang malam, Taro pergi ke rumah seorang petani untuk meminta
makanan ternak untuk kuda, dan sebagai gantinya ia memberikan segulung
kain yang dimilikinya. Petani itu memandangi kain tenun yang indah itu,
dan merasa amat senang. Sebagai ucapan terima kasih petani itu menjamu
Taro makan malam dan mempersilakannya menginap di rumahnya. Esok
harinya, Taro mohon diri kepada petani itu dan melanjutkan perjalanan
dengan menunggang kudanya. Tiba-tiba di depan sebuah rumah
besar, orang-orang tampak sangat sibuk memindahkan barang-barang.
"Kalau ada kuda tentu sangat bermanfaat," pikir Taro. Kemudian taro
masuk ke halaman rumah dan bertanya apakah mereka membutuhkan kuda.
Sang pemilik rumah berkata,"Wah kuda yang bagus. Aku menginginkannya,
tetapi aku saat ini tidak mempunyai uang. Bagaimanan kalau ku ganti
dengan sawahku ?". "Baik, uang kalau dipakai segera habis, tetapi sawah
bila digarap akan menghasilkan beras, Silakan kalau mau ditukar", kata
Taro. "Bijaksana sekali kau anak muda. Bagaimana jika selama
aku pergi ke negeri yang jauh, kau tinggal disini untuk menjaganya ?",
Tanya si pemilik rumah. "Baik, Terima kasih Tuan". Sejak saat itu taro
menjaga rumah itu sambil bekerja membersihkan rerumputan dan menggarap
sawah yang didapatkannya. Ketika musim gugur tiba, Taro memanen padinya
yang sangat banyak. Semakin lama Taro semakin kaya. Karena
kekayaannya berawal dari sebatang jerami, ia diberi julukan "Saudagar
Jerami". Para tetangganya yang kaya datang kepada Taro dan meminta agar
putri mereka dijadikan istri oleh Taro. Tetapi akhirnya, Taro menikah
dengan seorang gadis dari desa tempat ia dilahirkan. Istrinya bekerja
dengan rajin membantu Taro. Merekapun dikaruniai seorang anak yang
lucu. Waktu terus berjalan, tetapi Si pemilik rumah tidak pernah
kembali lagi. Dengan demikian, Taro hidup bahagia bersama keluarganya.

Ringkasan lain tentang Saudagar Jerami
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Tambahkan komentar Anda Tidak ada komentar

Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------