Halaman Utama Shvoong > Ilmu Sosial > Mencuri Timun

.

Mencuri Timun

Summary rating: 1 stars 2 Tinjauan
Pengarang : Cerita Kancil
Summary by : Dongeng
Kunjungan : 108  kata: 900   Diterbitkan di: Desember 18, 2007
Pagi yang
cerah, matahari bersinar dengan indahnya. Pak tani berangkat ke sawah
dengan riang gembira sambari memanggul pacul.

“aku akan memeriksa kebun timunku, barangkali besok sudah
bisa dipanen.” Demikian gumam pak tani.

Tetapi… sesampainya di kebun… alangkah kagetnya pak tani.
Buah timun di kebunnya banyak yang rusak. “aduh! Siapa yang merusak kebun
timunku ini. Mengapa harus di rusak, kalau mau ambil boleh aja tinggal ambil
aku bukan petani yang pelit.”

Dengan hati muram pak tani pulang ke rumah. ia menduga- duga
hean apakah yang suka mentimun.

“Ha… pasti si kancil,” gumam pak tani.

Pak tani mencari akal untuk menjebak kancil lalu ia membuat
orang- orangan yang diberi perekat sangat kuat. Menjelang sore orang- orangan
itu sudah selesai dan di bawa ke tangah kebun timun untuk di pasang.

“aku tahu kancil hewan yang cerdik, ia akan mengejek orang-
orangan ini… tapi rasakan nantinya ya…” pikir pak tani.

Benar saja, malam harinya kancil mendatangi kebun itu, ia
tertawa sinis melihat adanya orang- orangan itu.

“Cuma orang- orangan siapa takut?” lalu kancil melintasi
orang- orangan itu. Dan kini dia makan buah timun yang muda- muda.

Ternyata tidak banyak yang dimakan kancil, hanya tiga buah
timun ia sudah merasa kenyang. Ia juga tidak merusak timun yang lain.

Puas makan timun, kancil lalu menghampiri orang- orangan,
sifat jailnya kambuh, ia pukul orang- orangan itu dengan kaki depannya.

“aduh! Kenapa kok melekat!?” pekik kancil kaget!

“hai orang- orangan jelek, lepaskan kakiku kalau tidak ku
pukul lagi kau!”

Tentu saja orang- orangan itu hanya diam saja. Kancil
memukulkan kaki depannya yang satu lagi. Plak! Kini kedua kaki depan kancil
melekat erat di baju orang- orangan. Pelekat yang di pasang di baju orang-
orangan sangat kuat, kancil tak bisa melepaskan diri, semalaman ia menangis.

Pagi harinya pak tani dating membawa pentung.

“ha ini dia biang keroknya. Kutangkap kau!” seru pak tani.
“cil, kau boleh makan timunku tapi jangan kau rusak buah yang lain.”

“ampun pak tani bukan aku yang merusak timunmu. Aku Cuma
memakan dua atau tiga buah saja, kok!” kata kancil.

pak tani tak percaya omongan kancil ia ikat leher si kancil
dan diseretnya pulang ke rumah. Di rumah pak tani kancil di letakkan di dalam
kurungan ayam. Lalu di berinya batu diatas kurungan tersebut sebagai pemberat
agar kancil tak dapat membukanya.

“batu ini cukup berat, tak mungkin kau bisa meloloskan diri,
aku akan pergi ke pasar untuk membeli bumbu sate.”

“ampun pak tani aku jangan disate!” rengek si kancil.

Pak tani pergi ke pasar, pada saat itu ada seekor anjing
mendatangi kurungan si kancil. “cil, kenapa kau di kurung begitu?” Tanya si
anjing.

“lho? Apa kau tidak tahu njing?” kancil balas bertanya.

“katakana ada apa cil?” desak anjing penasaran.

“begini njing, aku ini akan diambil menantu oleh pak tani.
Makanya sekarang pak tani pergi ke pasar untuk membelikan baju dan makanan yang
lezat untukku.”

“wah kau gak pantas cil, tubuhmu kan kecil lebih baik aku saja yang
menggantikanmu menjadi menantu pak tani.”

“beeh… kok enak, sudah sana
pergilah anjing!”

Anjing tiba- tiba menggerang marah, “cil, kalau kau tak mau
kugantikan sekarang juga batu diatas kurungan akan kudorong dan lehermu akan
kugigit sampai putus!”

“wah jangan begitu dong!” pinta kancil.

“mau apa tida!?” bentak si anjing tidak sabar.

“baik… baik akan kuturuti kemauanmu”

Anjing mendorong batu hingga jatuh kurungan dibuka, kancil
keluar sedangkan anjing masuk ke dalam kurungan.

“selamat menjadi menantu pak tani, tuan anjing…” kata kancil
sambil berlari kencang.

Sesaat kemudian pak tani datang. Ia kaget bukan kepalang
melihat kancil yang berada di kurungan berubah menjadi anjing.

“hormat pada calon mertua,” kata anjing. “kancil memberikan
hak nya sebagai calon menantu pak tani kepada saya anjing yang gagah perkasa.”

“lalu… mana si kancil?” Tanya pak tani.

“sudah pergi ke hutan pak tani”

“kamu mau menjadi menantuku?”

“benar pak tani…” jawab anjing gembira.

“sekarang keluarlah dari kurungan, lalu duduklah yang manis
dan pejamkan matamu, aku akan memanggil putriku didalam rumah.

Anjing menunggu dengan hati berdebar. Pak tani muncul
kembali, tapi bukan dengan putrinya, melainkan dengan pentungan.

“nih hadiah untukmu!” teriak pak tani sambil memukuli si
anjing.

“ampuuuuun….!”

Anjing menjerit dan melarikan diri sambil membawa dendam
karena merasa di tipu si kancil. “awas kau ya cil, jika ketemu langsung kugigit
kau!”

Kancil sudah sedari tadi berlari kencang, namun karena
jalannya lambat maka dalam beberapa saat saja anjing sudah bisa menyusul di
belakangnya. Anjing sangat marah karena ditipu kancil, setelah dipukuli pak
tani, anjing lari mengejar kancil.

“hai kancil kurang ajar, tunggu aku, kugigit kakimu!” teriak
anjing.

“lho? Kok marah, kau sendiri kan yang minta diambil menantu
pak tani?” sahut kancil sembari mempercepat larinya.

 

 

Ringkasan lain tentang Mencuri Timun
Mencuri Timun  oleh  Cerita Kancil    2007 
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Tambahkan komentar Anda Tidak ada komentar

Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------