Halaman Utama Shvoong > Ilmu Sosial > Menipu Para Buaya

.

Menipu Para Buaya

Summary rating: 2 stars 1 Tinjauan
Pengarang : Cerita Kancil
Summary by : Dongeng
Kunjungan : 114  kata: 600   Diterbitkan di: Desember 18, 2007
Suatu ketika kancil sedang berada ditepi sungai, dan
berpikir cara untuk menyebranginya, karena disisi lain sungai terdapat banyak
buah dan sayur yang enak- enak untuk dimakan. Pada saat kancil sibuk dengan
pikirannya sendiri tanpa sadar seekor buaya besar mengintainya dari belakang
dan… hup! Dalam sekejap kaki kancil sudah diterkam sang buaya.

“aduh pak baya! Tunggu sebentar…!”

“tunggu apalagi cil? Perutku sudah lapar nih!”

“jangan kuatir pak baya, aku tak mungkin bisa melawanmu,
tapi aku sedang lapar juga, jadi biarkan aku mencari makan dulu!” pinta kancil.

Anehnya pak baya mau mendengar omongan kancil, ia lepaskan
gigitannya pada kaki kancil.

“jadi apa mau mu cil?” tukas pak buaya.

“temanmu banyak kan?”

“ya, betul banyak cil!”

Pak buaya memanggil teman- temannya, segera muncul k
permukaan air.

“salah satu dari kalian harus mengantarku ke seberang untuk
mencari makanan agar tubuhku jadi gendut untuk kalian santap bersama.”

“cil! Kau jangan coba- coba menipuku yah?” ancam pak baya.

“mana aku berani menipu pak baya!”

“baik, sekarang kuantar kau ke seberang sungai, di sana
banyak makanan buah- buahan.”

Maka kancil segera naik ke punggung pak baya untuk
menyeberang.

“waah! Asyik…!” kata kancil dengan riang gembira.

“nikmatilah kegembiraanmu karena sebentarlagi kau akan masuk
ke dalam perutku.” Pikir pak baya.

“ingat cil jangan coba- coba menipuku,” kata pak baya,
sambil menunggu di pinggir sungai, sementara kancil mencari buah- buahan untuk
di santap sepuasnya.

Tak beberapa lama kancil muncul lagi dengan perut lebih
gendut, rupanya sudah kenyang dia makan.

“pak baya berapa jumlah temanmu?”

“banyak cil!”

“banyak itu berapa, di hitung dong!”

“belum pernah kuhitung cil!”

“wah payah, bagaimana cara membagi dagingku nanti?”

“baiklah, aku yang menghitung jumlah kalian, sekarang
berbarislah dengan rapi membentuk jembatan hingga ke seberang sana,”

“setuju cil! Tapi karena aku pemimpin buaya di sungai ini
maka aku berhak mendapat bagian pahamu!” para buaya berjajar rapi, kancil
meloncat dari punggung buaya yang satu ke lainnya sambil menghitung satu, dua,
tiga, empat hingga dia sampai ke seberang sungai. Begitu sampai di seberang
sungai kancil melambaikan  tangannya.

“terimakasih pak baya dan selamat tinggal!”

“lho? Cil kau jangan pergi begitu saja! Aku belum
memakanmu!”

“apa mau memakan dagingku? Sori aja ya!” teriak kancil
sambil berlari.

“dasar kancil! Kamu tak bisa di percaya! Penipu!” umpat para
buaya.

“nggak apa- apa aku menipu kan hanya untuk menyelematkan
diri!”

“kanciiiiil! Kembalilah!” teriak para buaya.

Tapi kancil terus berlari kencang tanpa menghiraukan para
buaya yang hendak memangsanya.

 

 

Ringkasan lain tentang Menipu Para Buaya
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Tambahkan komentar Anda Tidak ada komentar

Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------