Halaman Utama Shvoong > Ilmu Sosial > Olga dan Dimitri

.

Olga dan Dimitri

Summary rating: 5 stars 1 Tinjauan
Pengarang : Cerita Rakyat
Summary by : Dongeng
Kunjungan : 98  kata: 900   Diterbitkan di: Desember 14, 2007
Rusia adalah sebuah negeri mahaluas. Berjuta-
juta hektar tanahnya tertutup hutan lebat. Dan penduduknya sedikit.

Ditengah- tengah hutan, ada juga beberapa
danau yang luas. di pantainya, ada dusun- dusun kecil yang di huni beberapa
keluarga.

Salah satu penduduk dusun kecil itu bernama
pak rostov,  anak laki- lakinya bernama
dimitri.

Tugas dimitri ialah mencari ikan ke tengah
danau, untuk lauk makan malam sekeluarga.

Karena lebatnya hutan, sulit membuat jalan
menembusnya terlalu banyak pohon yang harus di tebang.

Jika penduduk ingin pergi ke desa lain, mereka
lebih suka menyeberang naik perahu daripada menembus hutan lebat.

Suatuhari, ketika dimitri akan berangkat
mencari ikan, seorang gadis cantik menegurnya. Gadis itu minta tolong diantarkan
ke dusun di seberang dusun dimitri.

“namaku olga,” kata gadis itu.” aku orang baru
di sini. Orang tuaku baru saja meninggal dan aku harus pergi kerumah bibiku, di
sana.”

Gadis itu benar- benar cantik. Gaunnya pun
indah. Ketika akhirnya perahu dimitri sampai ke seberang, dia benar- benar
telah jatuh cinta kepada olga. Langsung ia melamar si gadis, karena takut gadis
itu akan menerima tawaran pemuda lain yang lebih hebat darinya.

Dimitri sendiri adalah pemuda yang cukup
tampan. Olga bersedia jadi istrinya, tapi dengan satu syarat.

“aku terbiasa hidup di kota,” katanya. “ di
dusun ini kehidupan membosankan. Kau harus memberiku sesuatu yang ajaib, yang
dapat membuat hidupku lebih enak dan menyenangkan. Aku tak suka bekerja keras
dari pagi hingga petang.”

“tentu, tentu,” kata dimitri. Dia begitu ingin
memperistrikan olga.

Keesokan harinya dimitri berperahu ke seberang
danau, lalu berjalan menembus hutan lebat, sampai akhirnya tiba di rumah
seorang nenek yang bijaksana.

“aku harus memberikan hadiah ajaib untuk calon
istriku,” katanya.

“aku punya sesuatu untukmu,” senyum si wanita
arif.

Dia memberi dimitri seekor anak domba. Apapun
yang di inginkannya, dimitri tinggal mengatakannya kepada si anak domba.

Dimitri tentu saja senang sekali. Segera ia
bergegas pulang ke rumah. Tapi malam sudah tiba. Ia terpaksa menginap di sebuah
losmen.

Di kamarnya dimitri memendangi anak dombanya
dan berbisik, “anak domba, beri aku daging panggang dan sup yang lezat. Juga
semangkuk es krim dan sebotol anggur.”

Sekejap kemudian, semua yang dipintanya
terhidang di meja. Dimitri makan sekenyang- kenyangnya lalu tidur pulas.
Sialnya waktu itu pemilik losmen mengintip dan melihat perbuatannya.

Malam itu, dia mencuri si anak domba dan
ditukarnya dengan anak domba biasa.

Begitu terbangun , dimitri tahu bahwa anak
dombanya telah di tukar tapi dia tak punya bukti. Jadi dia pergi lagi ke rumah
nenek arif.

Si nenek, selain bijaksana juga penyabar. Di
berinya dimitri hadiah sapu tangan.

“Jika perlu sesuatu, lambaikan sapu tangan ini
sambil menyebutkan keinginanmu. Semua akan tersedia dalam sekejap mata,”
katanya.

Sekali lagi dimitri berjalan pulang. Sekali
lagi dia kemalaman dan terpaksa menginap di losmen yang dulu. Dia masuk kamar
dan melambaikan sapu tangannya. “aku ingin sebotol anggur, ikan goreng, keripik
kentang, puding, dan kue coklat,” katanya.

Sekejab kemudian hidangan lezat itu telah
terhidang. Kali ini pemilik losmen mengintip dari celah pintu. Waktu dimitri
sudah tidur, si pemilik losmen menyelinap dan mencuri sapu tangan itu. Dimitri
tak bisa membuktikan apa- apa.

Dimitri kembali menemui nenek bijak. Kini ia
di beri dua hadiah, yaitu dua batang tongkat.

“menginaplah lagi di sana,” kata nenek bijak.
“ sembunyikan satu tongkat di bawah bantal. Dan yang lain gunakan untuk meminta
sesuatu. Jika pemilik losmen berniat untuk mencurinya, tongkat yang satunya
akan memukulnya sampai ia mau melakukan apapun yang kau perintahkan.”

Dengan gembira dimitri kembali ke losmen itu
dan berbuat sesuai petunjuk nenek arif. Tengah malam, waktu pemilik losmen menyelinap
untuk mencuri tongkatnya, tongkat yang satu melayang dan memukulinya sampai
kesakitan.

“hentikan!” jerit pemilik losmen. ‘aku mau
menurut, asalkan hentikan tongkat ini!”

“kembalikan dombaku dan sapu tanganku,” kata
dimitri. “nanti baru tongkatku kusuruh berhenti.”

Pemilik losmen mengembalikannya dan keesokan
harinya, dengan riang dimitri melenggang pulang sambil membawa empat hadiah
ajaib untuk istrinya.

Dia pergi ke rumah kayu, tempat olga tinggal.
Di berikannya hadiah- hadiah itu. Olga gembira. Sekarang dia akan bisa hidup
enak dan tak usah capek- capek bekerja.

Seratus tahun olga dan dimitri hidup bahagia.
Mereka tetap tinggal di dusun di tepi danau, karena dimitri suka tinggal di
dusun, sedangkan olga, dia sudah puas bisa hidup senang dengan keempat hadiah
ajaib itu. Anak domba, sapu tangan dan dua batang tongkat.

Ringkasan lain tentang Olga dan Dimitri
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Tambahkan komentar Anda Tidak ada komentar

Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------