Zaman dahulu, kerajaan Scotlandia di perintah
oleh seorang
raja bijaksana yang sayangnya tidak mempunyai putra mahkota. Waktu
usianya makin lanjut, raja berpikir- pikir, siapa gerangan yang pantas
menggantikannya.
“sayembara adalah cara yang paling adil.
Penggantiku haruslah anak muda yang perkasa
dan bijaksana,” kata raja. “ dengan
demikian
tak kan ada perang saudara kelak.”
Pada hari yang telah ditentukan berdatanganlah
dari seluruh pelook kerajaan, pemuda-
pemuda gagah yang ingin mengikuti sayembara.
Rakyat jelatapun berduyun duyun ke istana ingin menyaksikan.
Decak kekaguman terlontar, setiapkali ada
seorang pemuda gagah maju ke depan. Sulit menentukan siapa yang paling hebat,
semua sama tampan dan gagahnya.
Tiba-
Tiba kekaguman berubah jadi ejekan
ketika diujung barisan muncul seekor kelinci!
“ini suatu
penghinaan!” bentak kepala rumah tangga sambil menendang kelinci itu.
Tapi dengan tenang
si kelinci berkata, “ aku bukan kelinci sembarangan. Aku kelinci bangsawan.
Dalam peraturan, tak ada larangan bagi kelinci untuk ikut bertanding.”
Kepala rumah tangga
membaca peraturan sayembara sekali lagi, dan memang kelinci itu yang benar.
“biarkan saja! Biar
dia ikut sayembara,” kata raja sambil tertawa. “ mana mungkin dia bisa menang?”
Beberapa ujian
sudah dilaksanakan, dan orang-
orang makin heran karena kelinci itu bisa lulus
bersama beberapa pemuda yang lain.
Kesulitan baru
muncul ketika diadakan pertandingan lari. Karena tubuhnya kecil dan larinya
kencang, si kelinci dapat mengalahkan semua calon, kecuali dua orang pemuda.
Raja mengerutkan alisnya.
Menyusul
pertandingan main belati. Khalayak mulai tertawa mengejek. Bagaimana mungkin
seekor kelinci kecil, dengan belati sebesar jarum, dapat mengalahkan dua pemuda
perkasa yang menggengam belati setajam gigi harimau?
Sekali lagi kelinci
itu berhasil. Secepat kilat dia melompat menerjang dan menusukkan belatinya
kejempol kaki pemuda yang satu serta kelutut pemuda yang lain lagi. Kedua
korban menjerit kesakitan.
Darah sudah
menetes. Tinggal ujian menjawab pertanyaan dari buku. Kali ini tak mungkin
kelinci akan menang. Raja tersenyum kepada satu- satunya pemuda yang masih ikut
bertanding.
“ kaulah yang akan
menjadi penggantiku,” kata raja.
Tapi ternyata
kelinci itu bisa menjawab setiap pertanyaan yang diajukan oleh para cerdik
pandai. Tak ada alasan lain dialah yang harus di nobatkan sebagai raja.
Penobatan di
laksanakan, semua orang terkejut tidak menyangka. Seekor kelinci akan menjadi
raja mereka?!
Tiba- tiba kilat
menyambar dan guruh menggelegar. Langit gelap. Dan... kelinci itu berubah
menjadi seorang pangeran yang tampan. Dia hidup dalam wujud kelinci karena
kutukan penyihir, tapi kini kekuatan penyihir itu sudah habis. Pantaslah kalau
pangeran ini yang menjadi raja. Rakyat memanggilnya raja kelinci, tapi dia
tidak marah.
Ringkasan lain tentang Raja Kelinci