Halaman Utama Shvoong > Ilmu Sosial > Sayembara Putri Diomira

.

Sayembara Putri Diomira

Pengarang : Cerita Rakyat
Summary by : Dongeng
Kunjungan: 96
kata: 900
Diterbitkan di: Desember 11, 2007
Kerajaan Bohemia di perintah oleh seorang raja
yang amat berkuasa dan mempunyai seorang putri. Putri itu bernama putri
diomira. Banyak pangeran datang untuk melamarnya.

Tapi diomira sangat pemilih. Pangeran yang ini
terlalu tinggi dan terlalu kurus. Yang itu terlalu pendek dan terlalu gemuk.
Yang lain telinganya terlalu lebar.

Tak ada pangeran yang berkenan di hatinya. Dan
raja semakin tua.

“kau harus menikah, diomira,” kata raja. “aku
membutuhkan seorang menantu untuk membantuku memerintah negeri ini, dan seorang
cucu untuk meneruskan keturunanku.”

Diomira mengeluh. Dia tahu, suatu saat kelak,
dia harus menikah juga. Tapi dia ingin menikah dengan seorang pemuda yang
tampan, pandai, dan bijaksana. Dan sampai saat ini dia belum menemukan pilihan
hatinya. baginya, mereka yang melamarnya semuanya membosankan.

Diomira merencanakan untuk menunda pernikahan
sampai dia menemukan pemuda yang berkenan di hatinya.

“ayahanda,” katanya sambil tersenyum, “aku
akan menikah dengan pemuda yang dapat memenangkan sayembaraku. Dia harus duduk
diam dalam sebuah kamar bersamaku selama tiga jam dan tak boleh membiarkan ku
keluar dari kamar itu.”

Raja merasa lega. Sayembara itu nampaknya
tidak sulit. Bagaimana seorang gadis bisa keluar dari kamar yang tertutup? Di
perintahkannya beberapa pangeran mengikuti sayembara itu.

Tapi... sayembara itu tidaklah semudah yang di
duga. Pelayan putri diomira adalah seorang tukang sihir. Dalam sekejap mata dia
bisa mengubah diomira menjadi bunga, burung, atau binatang apapun juga.

Pemuda- pemuda mencoba peruntungannya. Mereka
duduk dalam kamar tertutup bersama diomira dan pelayannya. Meskipun mereka
sudah mengawasi putri itu dengan cermat, selalu saja diomira berhasil keluar
dari kamar itu.

Akhirnya datanglah
pangeran Matias. dia datang bersama tiga pengawalnya yang sakti dan setia. Yang
pertama bernama tangan panjang.  Dia bisa
menjangkau apapun, sejauh apapun. Yang kedua bernama lidah api. Dia bisa
menghanguskan apa saja dengan nafas nya. Yang terakhir bernama mata elang. Matanya
sangat awas.

Pangeran matias
yang tampan bersama ketiga pengawalnya duduk dalam kamar tertutup, menghadapi
diomira dan pelayannya. Selama setengah jam, tak ada kejadian apa- apa.

Kemudian, tiba-
tiba pelayan diomira membisikkan mantera dan sang putri berubah menjadi apel,
menggelinding ke bawah lemari. Begitu cepatnya sehingga tak seorangpun
melihatnya.

Tak seorangpun
kecuali mata elang. Dia berbisik pada pangeran matias yang kemudian memerintah
tangan panjang untuk mengambil apel itu dan meletakkan nya kembali di kursi
diomira.

Segera apel itu
kembali berubah menjadi putri diomira.

Satu jam berlalu.
Pangeran matias mulai bosan. Dia menguap. Segera pelayan diomira membisikkan
mantra lain. Diomira berubah menjadi ikan emas yang berenang- renang dalam aquarium.

Lagi lagi begitu
cepat, sehingga hanya mata elang yang melihatnya. Dia berbisik pada sang
pangeran. Kali ini pangeran matias berbisik ke telinga lidah api. Sambil
menunjuk aquarium.

Lidah api tersenyum
di tiupnya aquarium itu sampai pecah dan airnya mendidih. Tangan panjang
menangkap si ikan emas sebelum ikan itu jatuh ke lantai. Lalu meletakkannya
keatas kursi.

Si ikan emas
menjelma menjadi putri diomira.

Tiga jam hampir
lewat. Nampaknya pangeran matias akan berhasil memenangkan sayembara. Tapi...
sekali lagi bibir pelayan diomira bergerak dan sang putri menjelma menjadi
burung merpati, terbang melesat kearah jendela. Mata elang berbisik pada
pangeran matias. Sang pangeran melompat berdiri, merenggang busur, dan dengan
tepat memanah merpati itu pada kedua sayapnya.

Dalam sekejap
burung itu menjelma menjadi putri diomira. Sama sekali tak cedera.

Waktu sudah habis.
Pangeran matias menang. Diomira harus menikah dengannya.

Raja penguasa
bohemia, ayah putri diomira sangat gembira. Pangeran matias adalah putra
seorang raja yang terhormat dan kaya raya. Diapantas menjadi menantunya.

Lagipula
sesungguhnya putri diomira tak menyesal karena pangeran matias memenangkan
sayembaranya. Selain tampan, pangeran itu juga sangat cerdik.

Gaun pengantin yang
di kenakan diomira sangat indah, dan pesta berlangsung meriah berhari hari.

Rakyat yang miskin
juga diundang. Mereka di beri anggur serta makanan yang lezat- lezat.Seluruh
penduduk bergembira.

Akhirnya pengeran
matias menyuruh pelayan diomira untuk beristirahat dan tinggal dalam sebuah
pondok yang menyenangkan di pedesaan.

Yah... menurut
pangeran matias dia tak akan hidup tenang jika ada pelayannya yang merangkap
jadi tukang sihir.

 
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------

Recent Shvoongers

  • amibroker
  • AsepSuryana
  • herro
  • jurnalis
  • DenKun
  • Kharis
  • nilna
  • AryaGuna
  • airakheisa
  • Rakyat
  • kusuma
  • tomaz
  • insansains
  • deleon
  • PermataPratiwi
  • KireinaLie

.