Halaman Utama Shvoong > Ilmu Sosial > Pengeran Ikan dan Permaisuri Sultan

.

Pengeran Ikan dan Permaisuri Sultan

Summary rating: 2 stars 1 Tinjauan
Pengarang : Cerita Rakyat
Summary by : Dongeng
Kunjungan: 170
kata: 900
Diterbitkan di: Desember 11, 2007
 



Zaman dahulu di sebuah negeri arab memerintah
seorang sultan. Sulatan gemar bersantap dengan makanan yang lezat. Suatu hari
sultan ingin hidangan yang di masak dari ikan. Maka di kerahkannya lah nelayan-
nelayan untuk menangkap ikan sebanyak- banyaknya, dan mengumpulkannya di dapur
istana.

Seorang pelayan melihat ada ikan kecil yang
manis sekali diantara tumpukan ikan di dapur. Dan masih hidup. Pelayan itu
merasa kasihan. “ah, sultan tak akan kehilangan jika ikan ini kuambil”,
pikirnya. Lalu di masukkannya ikan itu kedalam jambangan.

Beberapa hari kemudian permaysuri melihat ikan
itu. Beliau sangat tertarik di bawanya ikan itu ke istana, di jadikannya
binatang kesayangan.

Seminggu kemudian ikan itu sudah bertambah
besar. Jambangannya tak cukup lagi. Terpaksa permaisuri memasukkannya kedalam
aquarium.

Untuk sementara cukup tapi, beberapa hari
kemudian, ikan itu tidak bisa lagi berenang dalam aquarium. Dia sudah lebih
panjang dari panjangnya aquarium. Terpaksa dia di pindahkan ke dalam aquarium
yang lebih besar. Begitu seterusnya. Seminggu sekali, ganti atau pindah ke
aquarium yang lebih besar lagi.

Akhirnya permaisuri memindahkan ikan itu ke
dalam kolam di dalam istana.

Dengan upacara meriah ikan itu dipindahkan ke
dalam kolam. Rupanya dia senang. Badan nya terus bertamb ah besar.

Sayang, akhirnya ikan mungil manis itu menjadi
mahluk yang mengerikan ketika sudah tak bertambah besar lagi, dia selalu nampak
merenung di sudut kolam. Tak mau berenang renang.

Permaisuri amat sayang padanya. Beliau sendiri
yang memberi makan ikan itu, dua kali sehari. “ada yang kau pikirkan?” tanya
permaisuri suatau hari. “kelihatan nya kau sedih benar.” Beliau agak kaget
waktu ikan itu menjawab, meskipun di jaman itu binatang- binatang bisa bicara.
Ikan itu mengangkat hidungnya dan menjawab, “aku bosan sendirian di dalam kolam
ini tak ada yang bisa kukerjakan, aku ingin punya kawan. Aku ingin kawin. Tapi
aku tak mau kawin dengan ikan, aku ingin kawin dengan seorang gadis muda.”

Sekarang permaisuri benar- benar kaget. Tak
pernah dia membayangkan ikannya itu akan minta kawin. Bagaimanapun ,
permintaaan nya itu tidaklah aneh. Jika.. dia.. mau kawin dengan ikan. Tapi...
kawin dengan seorang  gadis?!

Kendati begitu permaisuri berniat memenuhi
permintaan ikan kesayangannya. Dalam hati beliau tidak yakin apakah ada gadis
yang bersedia kawin dengan ikan.

Punggawa- punggawa istana diutus ke seluruh
penjuru kerajaan untuk menyiarkan pengumuman. Hadiah berlimpah akan di berikan
kepada orangtua yang putrinya bersedia di nikahkan dengan ikan kesayangan
permaisuri. Tak ada yang mau, tentu saja!

Sementara itu, 
jauh di negeri utara tinggallah seorang janda tua yang kejam. Dia
mendengr kabar tentang pengumuman sang 
permaisuri janda ini punya anak kandung seorang gadis bertampang jelek
dan berkelakuan buruk. Dia juga punya anak tiri, anak mendiang suaminya. Anak
tirinya adalah sorang gadis cantik dan lemah lembut bernama karin.

Setiap hari karin merasa sedih. Dia tahu ibu
dan saudara tirinya amat benci kepadanya. Mereka selalu memperlakukannya dengan
kejam. Ketika utusan sultan mengunjungi rumah mereka si ibu tiri ini merasa
gembira.

Nah.. terbuka kesempatan untuk menyingkirkan
si karin dan memperoleh hadiah banyak, pikirnya.

“ kau akan memperoleh kesempatan untuk menaikkan
derajatmu, karin, “ kata janda tua itu. “pergilah ke sungai, cuci semua pakaian
mu. Yang bersih, ya. Sudah itu berkemaslah untuk suatu perjalanan yang jauh.
Kau akan hidup mewah di istana dan aku kana mendapat hadiah banyak sekali.
Ingat kau harus menuruti perintah permaisuri di sana. Kau harus menikah dengan
ikan kesayangan permaisuri. Ya... mungkin dia bukan jodoh yang kau impikan.
Tapi anak yatim seperti kau ini, harus bersyukur boleh tinggal di istana raja.”

Karin tahu, tak ada gunanya membantah ibu
tirinya dia pergi ke sungai dan mencuci pakaiannya sambil menangis.

Seekor katak melompat dari balik batu dan
bertanya mengapa dia menangis.

Ketika karin menceritakan nasibnya yang
malang, katak itu malahan tertawa.

“anak manis,” katanya,” jangan sedih dan
bingung. Ikan itu sesungguhnya adalah pangeran tampan yang terkena sihir. Mari
kuberitahukan rahasianya supaya segala sesuatu berubah jadi menyenangkan
bagimu.”

Katak itu memberikan tiga butir kerikil kepada
karin.

“sebelum menikah dengan ikan itu, kau harus
duduk di tepi kolam.dia akan muncul ke permukaan,” katak itu menerangkan.”jika
dia muncul cepat masukkan sebutir kerikil ini kedalam mulutnya. Dia tak akan
bisa menelanmu. Tapi awas... jangan sampai kau tertidur di tepi kolam.”

Dengan gembira karin menerima tiga butir
kerikil itu. Di bawanya keranjang cuciannya kembali kerumah

Karin tak menyesal meninggalkan rumah ibu
tirinya. Sampai di istana, dia disambut dengan meriah, di beri pakaian yang
indah- indah, perhiasan, dan sebuah pondok mungil di tepi kolam.

Kemudian permaisuri berkata “kau harus duduk
sendirian di tepi kolam. Ikanku akan melihat keluar calon istrinya.”

Dengan cemas karin duduk di tepi kolam. Tiba-
tiba muncullah sebuah kepala yang bentuknya mnegerikan. Secepat kilat di
lemparkannya sebuutir kerikil ke dalam mulut ikan yang menganga lebar. Ikan itu
menyelam. Tapi... beberapa menit kemudian, dia muncul lagi. Untuk keduakalinya
karin melempar sebutir kerikil ke dalam mulut ikan itu, dan ikan itupun
menyelam lagi.

Sekarang hanya tinggal sebutir lagi
kerikilnya, apa yang harus di perbuat karin jika dia tak punya batu lagi?

Tak lama kemudian, ikan itu naik lagi ke
permukaan. Sekuat tenaga dan dengan tangkas karin melemparkan kerikilnya ke
mulut ikan. Kali ini sikan tidak meneylam lagi. Terdengar suara menggelegar
dan... di hadapan karin berdiri seorang pangeran yang amat tampan.

Kutukan sihir telah musnah!

Dengan bantuan permaisuri, kedua muda mudi
yang bahagia itu dinikahkan dan diantar ke negara asal sang pangeran. Kedaunya
hidup bahagia. Mendengar kabar itu ibu dan saudara tiri karin merasa iri.
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------

Recent Shvoongers

  • amibroker
  • AsepSuryana
  • herro
  • jurnalis
  • DenKun
  • Kharis
  • nilna
  • AryaGuna
  • airakheisa
  • Rakyat
  • kusuma
  • tomaz
  • insansains
  • deleon
  • PermataPratiwi
  • KireinaLie

.