Halaman Utama Shvoong > Ilmu Sosial > Penyanyi dari Bremen

.

Penyanyi dari Bremen

Summary rating: 4 stars 1 Tinjauan
Pengarang : Cerita Rakyat
Summary by : Dongeng
Kunjungan: 101
kata: 600
Diterbitkan di: Desember 11, 2007
 



Adalah seekor keledai yang diusir oleh tuan
nya, padahal dia sudah bekerja untuk tuannya itu selama bertahun- tahun. “kau
sudah tua, tidak berguna lagi untukku. Enyahlah dari sini!”

Si keledai sakit hati. Dia pergi mengadu nasib
ke kota bremen. Dia mendengar kabar bahwa walikota bremen sedang mencari
penyanyi untuk orkes kota

Di jalan dia bertemu dengan anjing, kucing dan
ayam jago. Ketiganya berkata bahwa mereka pun diusir oleh tuannya masing-
masing setelah bekerja bertahun- tahun. Ketiga binatang itupun bermaksud pergi
ke bremen.

Keempat binatang itu sepakat untuk
bekerjasama. Mereka sama- sama senang menyanyi. Anjing punya suara bas yang
dalam. Kucing punya suara bariton, sedangkan ayam jago suara tenor yang jernih.
Maka berangkatlahkeempat binatang itu. Tapi kota bremen jauh sekali. Ketika
malam tiba, mereka berada di tengah hutan.

Di kejauhan mereka melihat ada cahaya samar-
samar di sela- sale lebatnya pepohonan. Segera mereka menuju ke sana ternyata
cahaya itu berasal dari sebuah pondok. Keledai mengintip dari jendela. Apa yang
dilihatnya membuatnya gemetar ketakutan. Di dalam, duduk mengelilingi meja yang
penuh bhidangan lezat, ada beberapa orang penyamun bertampang seram lengkap
dengan senjatanya

Binatang- binatang itu sangat lapar dan capek.
Sayang kalau kesempatan baik itu di lewatkan begitu saja.mula- mula keledai
meletakkan kedua kaki depannya diambang jendela. Lalu anjing naik ke
punggungnya. Kucing naik ke punggung anjing, dan ayamjago naik ke punggung
kucing.

Dalam cahaya suram, keempat binatang itu
nampak seperti sesosok mahluk yang menyeramkan, lebih lebih ketika mereka mulai
bernyanyi.

Penyamun- penyamun itu mengira ada setan datng
membuntuti mereka. Tunggang langgang mereka melarikan diri.

Dengan puas keempat binatang itu duduk
mengelilingi meja makan. Piring- piring makanan yang lezat segera menjadi licin
tandas. Setelah kenyang keempat binatang itu tidur pulas.

Malam makin larut. Para penyamun
kedinginan.lewat tengah malam mereka mengendap- endap mendekati pondok. Yang
paling berani diantara mereka masuk ke dalam.

Dalam pondok yang gelap, penyamun itu mengira
ada dua cawan menyala, padahal yang dilihatnya adalah sepasang mata kucing. Dia
mendekat karena ingin tahu. Taksengaja kakinya menendang si kucing. Kucing
melompat marah dan mencakar wajah si penyamun. Waktu berbalik mau lari,
terinjak olehnya anjing yang sedang tidur. Plak! Kaki anjing menempelengnya.
Lepas dari tempelengan anjing, dia menubruk keledai, yang kemudian menyepak nya
dengan kaki belakang. Mendengar keributan itu, ayam jago terbangun dan berkokok
keras keras.

Sekarang penyamun- penyamun itu yakin, pondok
mereka memang telsh di huni setan mereka tau mau lagi tinggal di sana.

Keesokan harinya keempat binatang itu
memeriksa gudang bawah tanah dan menemukan banyak sekali harta curian di simpan
di sana. Sejak itu mereka hidup senang, walaupun batal menjadi penyanyi di kota
bremen.
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------

Recent Shvoongers

  • amibroker
  • AsepSuryana
  • herro
  • jurnalis
  • DenKun
  • Kharis
  • nilna
  • AryaGuna
  • airakheisa
  • Rakyat
  • kusuma
  • tomaz
  • insansains
  • deleon
  • PermataPratiwi
  • KireinaLie

.