Halaman Utama Shvoong > Ilmu Sosial > BLT- Bantuan Langsung Tunai

.

BLT- Bantuan Langsung Tunai

Summary rating: 2 stars 19 Tinjauan
Summary by : Leonardus
Kunjungan : 1665  kata: 900   Diterbitkan di: Nopember 29, 2007
BLT, kesannya basi banget ya kalau mengangkat topik tentang BLT
sekarang ini. Padahal koran dan media massa saja sudah tidak
memberitakan mengenai BLT ini. Apaan sih BLT? Bagi anda semua yang
tinggal di Indonesia, anda pasti tahu. Tapi biarlah saya mengulang
sedikit mengenai BLT untuk para penggemar saya yang ada di luar negeri
karena study dan kerja (Hai, Diana...jadi di Jepang juga tidak
tertinggal beritanya ^_^ )

BLT adalah singkatan dari Bantuan Langsung Tunai, merupakan suatu
program dari pemerintah yang bertujuan untuk mengangkat perekonomian
rakyat kurang mampu (tidak enak kalau menggunakan kata miskin). Program
ini diluncurkan menyusul kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga
bahan bakar sebesar hampir 2 x lipat sejak bulan Februari lalu (tidak
terasa ya, sudah hampir setahun sejak itu). Karena diluncurkan menyusul
kenaikan harga, (eh, perubahan harga, karena di Indonesia tidak ada
kenaikan harga, yang ada adalah perubahan harga atau penyesuaian harga.
Biasanya karena satu harga berubah, yang lain menyesuaikan. Yah,
seperti soal BBM, begitu harganya berubah.....yang lain langsung
menyesuaikan :P ) BLT dianggap sebagai suatu cara pemerintah untuk
membujuk dan merayu rakyatnya yang kurang mampu agar tidak memberontak
dan melakukan demonstrasi.

Soal BLT sendiri sebenarnya sudah sering dibahas melalui media massa
oleh mereka-mereka yang dianggap lebih terhormat (tahu kan maksud
saya), juga oleh mereka yang lebih ahli atau merasa lebih ahli. Nah,
karena saya bukan termasuk mereka yang duduk di tempat yang terhormat
dan juga bukan mereka yang ahli, maka saya memberanikan diri untuk
menuliskan tentang BLT ini sekarang.Program ini dinilai kurang
efektif oleh banyak pihak, jadi sempat timbul pro dan kontra. Ada yang
menilai bahwa pemberian uang secara tunai sebesar Rp 300.000,00 (tiga
ratus ribu rupiah) per 3 bulan sekali itu tidak membantu banyak. Apa
yang bisa dibeli dengan uang segitu? Uang transport juga pasti naik,
harga kebutuhan yang lain juga pasti naik (eh, disesuaikan dengan harga
BBM),karena itu uang tersebut kurang tepat sasaran. Belum lagi,
diberitakan mengenai keruwetan sistem pembayaran, tata cara penerimaan
uang BLT dan sebagainya (masih ingat mengenai ada nenek-nenek yang
meninggal saat antri untuk menerima uang BLT?). Singkatnya, banyak
sekali timbul pro dan kontra mengenai BLT ini. Tetapi bukan ini yang
akan saya dan anda bahas hari ini.

Inspirasi untuk menulis tentang hal ini karena tadi saat saya sedang
pergi ke kantor pos terdekat (buset, hari gini pergi ke kantor pos?
Jangan salah, bukan untuk mengirim surat atau beli perangko, tapi buat
bayar tagihan air. Memang untuk yang satu ini di keluarga tidak
dilakukan secara online), dan di sana saya menjumpai ada seorang tukang
parkir yang membisikkan ke telinga saya, " Masih saja ada orang yang
bertanya dan ingin mengambil BLT." Saya hanya tersenyum saat mendengar
hal itu. Dalam hati saya berpikir, oh masih ada ya BLT itu? Soalnya di
koran dan televisi sudah tidak menayangkan mengenai hal ini. Dalam hati
saya hanya bergumam, mungkin yang menanyakan BLT ini sangat membutuhkan
uangnya.

Tetapi saya shock saat mengetahui bahwa orang yang menanyakan
tentang BLT ini ternyata seorang pria yang saya taksir berusia awal
30an, masih sangat muda dan mengendarai motor. Padahal......WEI!!!! BLT
ini adalah buat mereka yang benar-benar tidak mampu, mereka yang untuk
makan sehari-hari pun sulit, mereka yang kalau ke mana-mana bahkan
tidak berani naik kendaraan umum karena memang tidak punya uang, mereka
yang benar-benar hidup di bawah garis kemiskinan.

Jadi kalau yang menanyakan mengenai BLT ini adalah seorang yang bisa
naik motor...berarti selama ini berita yang seringkali kita baca itu
benar! Bahwa pembagian BLT itu tidak tepat sasaran, bahwa kartu untuk
dapat bantuan itu bisa dibeli ke RT dan RW kita. Kasih uang Rp
100.000,00 dan kita bisa memperoleh keuntungan sebesar Rp 200.000,00
(Oh My God, ternyata ada juga yang seperti itu ya.....''hanya bisa
mengurut-ngurut dada nih).

Tetapi terlepas dari semua hal itu, tidak penting pembahasan
mengenai BLT atau persoalan yang timbul. Yang paling penting untuk kita
pikirkan adalah kita ingin menjadi pihak yang mana? Pihak yang
tangannya berada di bawah, atau pihak yang berada di atas sehingga bisa
memberikan kepada mereka yang berada di bawah (bukan mereka yang
tangannya seharusnya ada di atas tapiselalu membuka telapak tangan di bawah)?

Siapkah anda menjadi yang di atas???

Ringkasan lain tentang BLT- Bantuan Langsung Tunai
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Tambahkan komentar Anda Tidak ada komentar

Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------