Halaman Utama Shvoong > Ilmu Sosial > Agus Salim, Manusia Merdeka

.

Agus Salim, Manusia Merdeka

Pengarang : Asvi Warman Adam
Summary by : NasrulAzwar
Kunjungan : 111  kata: 600   Diterbitkan di: Nopember 07, 2007
AGUS Salim dilahirkan di Kota Gadang, Bukittinggi, tahun 1884 dan wafat di Jakarta tahun 1954. Saya sendiri pengagum tokoh nasional ini sejak masih kecil. Di samping karena pribadinya yang luar biasa, juga karena kebetulan tanggal lahir beliau (8 Oktober) bersamaan dengan hari kelahiran saya. ia lahir lebih dahulu 70 tahun. Dan AGUS Salim meninggal tahun 1954, tahun kelahiran saya. Ketika Masyudul kecil, ia diasuh oleh seorang pembantu asal Jawa yang memanggil anak majikannya "den bagus", yang kemudian dipendek jadi "gus".
Salah satu kemungkinan jawabannya adalah terletak pada gaya bahasa Agus Salim yang kritis dan tajam, tetapi disampaikan secara halus tapi cerdas. Ia beberapa kali menjadi pengelola surat kabar dan sangat produktif menulis baik tajuk rencana maupun artikel lainnya. Dalam harian Neratja, 25 September 1917, ia menulis "dalam negeri kita, janganlah kita yang menumpang". SETELAH Indonesia merdeka, ia beberapa kali menduduki posisi menteri muda dan kemudian menteri luar negeri.
Pengakuan negara-negara Arab atas kemerdekaan Indonesia tahun 1947 dapat dianggap sebagai jasa Agus Salim bersama beberapa tokoh nasional lainnya. Sebelumnya, sempat selama tiga bulan mereka mengembara di Timur Tengah dengan kondisi keuangan yang sangat terbatas sebagai utusan negara yang baru merdeka.
Bukan uniformitas yang mencapaikan tujuan yang tinggi-tinggi, tetapi besef, kesadaran tentang unitas (unity) dalam berlain-lainan asas, dalam berlain-lain pendapat, satu bangsa, satu Tanah Air, selamat sama selamat, celaka sama celaka.
Dalam harian Fadjar Asia 29 November 1927 ia menulis tentang “Polisi dan Rakyat": “sikap polisi terhadap rakyat, istimewa keganasan dan kebuasan polisi dalam memeriksa orang yang kena dakwa atau yang hanya kena sangka-sangka rupanya belum berubah-buah. Hampir tiap hari ada pesakitan di depan landraad yang mencabut “pengakuan" di depan polisi yang lahir bukan karena betul kejadian melainkan hanya karena kekerasan siksa.
an hakim-hakim, istimewa yang mengepalai majelis pengadilan wajiblah selalu menunjukkan sikap kebesaran yang anggun, disertai kesabaran, keramahan dan kemurahan, yang menunjukkan ia menjaga jalannya hukum dengan sungguh-sungguh, dengan memakai timbangan yang jernih, yang sekali-sekali tidak boleh kecampuran pengaruh cinta dan benci, yang kira-kira boleh memincangkan teraju timbangannya" (Fadjar Asia, 26 Juni 1928) “Orang tua yang sangat pandai ini seorang jenius dalam bidang bahasa, mampu berbicara dan menulis dengan sempurna dalam paling sedikit sembilan bahasa, mempunyai hanya satu kelemahan, yaitu selama hidupnya melarat" demikian penilaian Prof Schermerhorn yang ditulis dalam catatan hariannya Senin malam tanggal 14 Oktober 1946.
merdeka dalam memilih lapangan pekerjaan, merdeka dalam berbusana (yang baik), merdeka dalam bersuara. Merdeka dalam bidang pendidikan. Pada hari ulang tahun kemerdekaan yang ke-59 ini, itulah makna yang dapat dipetik dari kisah tokoh yang dijuluki oleh Hatta sebagai the old grand man. Kita baru betul-betul merdeka, kalau sudah berhasil menciptakan jutaan manusia merdeka di Tanah Air.

Ringkasan lain tentang Agus Salim, Manusia Merdeka
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Tambahkan komentar Anda Tidak ada komentar

Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------