Bahkan,
kelompok mahasiswa yang memainkan kesenian randai
dalam bahasa Inggris
itu berencana tampil di sejumlah
tempat di Indonesia.Hal itu dikemukakan ahli seni tradisi Minangkabau yang juga seorang guru randai, Musra Dahrizal, kepada Kompas
di Padang, Senin (14/5). "Di luar dugaan, penampilan kesenian randai
yang dimainkan oleh kelompok mahasiswa University of Hawaii mendapat
sambutan luar biasa. Bahkan, para dosen di sana menilai, sejak 30 tahun
terakhir itulah pementasan mahasiswa yang dinilai terbaik," katanya.Pada program tahun lalu,
lanjut Musra, ia telah mengajarkan seni bela diri silat, musik tradisi,
sastra tutur Minangkabau, dialog dan akting randai; tapuak galembong dan galombang duduak."Hanya dalam empat bulan,
dengan disiplin yang tinggi, mahasiswa berhasil menguasai apa yang
diajarkan dan mampu mementaskan kesenian randai dengan cerita umbuik mudo dengan dialog bahasa Inggris di Gedung Kennedy Centre," paparnya.Ia menjelaskan, sebelum
kesenian tradisi itu diajarkan di University of Hawaii, salah seorang
dosen si universitas itu, Kirsten Panka, melakukan observasi selama
tiga bulan di Sumatera Barat. Hasilnya, dosen tersebut terkagum-kagum
karena keunikan randai yang kompleks, kaya dengan etika dan estetika
adat, serta filosofi hidup sesuai budaya Minangkabau."Jadi, kebudayaan pop di
Ranah Minangkabau tidak membuat kebudayaan tradisi menjadi mati. Yang
terjadi justru sebaliknya, kebudayaan tradisi semakin berkembang," kata
Musra Dahrizal.
Ringkasan lain tentang Kesenian Randai Minang di AS Digandrungi Mahasiswa