Halaman Utama Shvoong > Ilmu Sosial > Teriakan dalam Gerak Ery Mefri

.

Teriakan dalam Gerak Ery Mefri

Pengarang : Putu Fajar Arcana
Summary by : NasrulAzwar
Kunjungan: 76
kata: 600
Diterbitkan di: Nopember 07, 2007
Ketakberdayaan itulah yang melahirkan karya Tangka Sang Cangka yang dipentaskan di Bentara Budaya Jakarta (BBJ) pada Kamis dan Jumat (11 dan 12 Desember 2003) malam lalu.
MEDIA itu wadah dan jembatan tempat saya mengadu, tapi ternyata saya tidak dapat berbuat apa-apa," kata lelaki yang lahir di Saning Bakar, Solok, Sumatera Barat, tahun 1958 itu. Koran dengan tanda silang pada halamannya itu tergeletak lunglai di ruang dengan sinar temaram. Seorang penari pria memungut koran tersebut dan melihatnya sejenak, lalu membuangnya. Saat itu terdengar bunyi ketak-ketik dari mesin tik.

Dia menciptakan ritme dari tangan yang ditepuk-tepukkan ke segala bagian tubuh, mulai dari perut, pundak, lengan, kaki, sampai kepala. Bunyi juga muncul dari tepukan tangan pada kain celana yang merentang saat kaki penari mengangkang.
Tepukan itu menimbulkan bunyi mulai dari yang paling lirih, seperti ketika tangan lembut ibu menyentuh kulit anak, sampai bunyi yang paling keras, seperti tangan yang gemas memukul nyamuk yang menempel di tubuh.
Ery Mefri menyuguhkan tiga karya, yaitu Tangka Sang Cangka, Tiang Nagari, dan Rantok Piriang. Nomor tari Tangka Sang Cangka dibawakan secara tunggal oleh Rio Mefri. Karya lain melibatkan Angga Djamar, Rio Mefri, Amsadri, Gabby Mefri, dan Imron Krisman yang tampak sangat terlatih dan prima secara fisik dan intens menghayati semangat tari.
Komposisi Ery juga mengingatkan pada seni randai yang juga melibatkan gerak serupa silat. Jika pelaku randai bertutur menyampaikan cerita, Ery cukup menyampaikan kalimat-kalimat pendek serupa pantun. Bunyi-bunyian atau musik yang keluar dari tubuh penari seperti pada nomor Tangka Sang Cangka juga diambil dari tradisi randai.

Lihat gerakan penari perempuan Angga Djamar yang lentur, namun juga eksplosif. Dari posisi rebah, penari melentingkan tubuh dengan satu tangan bertumpu di lantai. Penari lalu mendarat dengan kaki yang langsung membuat gerakan memutar kaki seperti gerakan pada silat saat hendak menebas kaki lawan.

Tiga karya Ery Mefri di BBJ termasuk jenis tari yang tidak mengobral gerak yang memberi kenes, genit, atau kemayu. Ery cenderung menyuguhkan gerak tegas, bertenaga, dan kadang eksplosif. Mungkin sesuai dengan tema karya yang lahir di tengah zaman ketika orang ingin berteriak pada keadaan. Namun, Ery Mefri dan penarinya memilih berteriak dalam gerak.
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------

Recent Shvoongers

  • amibroker
  • AsepSuryana
  • herro
  • jurnalis
  • DenKun
  • Kharis
  • nilna
  • AryaGuna
  • airakheisa
  • Rakyat
  • kusuma
  • tomaz
  • insansains
  • deleon
  • PermataPratiwi
  • KireinaLie

.