Halaman Utama Shvoong > Ilmu Sosial > Liukan yang Lahir dari Keheningan

.

Liukan yang Lahir dari Keheningan

Pengarang : PUTU FAJAR ARCANA
Summary by : NasrulAzwar
Kunjungan : 61  kata: 600   Diterbitkan di: Nopember 07, 2007
Tak ada denting
musik. Mereka duduk dalam keheningan suasana. Jam yang berdetak
tiba-tiba terasa menggerakkan hati semua orang. Maka tarian menjelma
menjadi sebentuk spirit yang terus meliuk. 

LENGKINGAN dan
rintihan tembang yang meluncur dari mulut para penari itulah yang
menjadi kunci mereka menari. "Roh dari semua tari itu kan musik," ujar
Ery Mefri seusai pementasan, Selasa (17/6) di Gedung Kesenian Jakarta.Selain Angga
Djamar, penari-penari yang tampil Afrizal, Rio Mefri, Remon Tanjung,
dan Hendri. Mereka adalah penari-penari yang telah puluhan tahun
tergabung dalam Nan Jombang Group yang dibentuk Ery tahun 1983 silam.

WAKTU menjadi
soal paling inti bagi seluruh penjelajahan Ery Mefri di dunia tari.
Rata-rata para penari di Nan Jombang Group sudah tergabung secara
terus-menerus selama lima tahun. "Ini soal rasa.
Kalau rasa belum sama, mereka tak mungkin menari tanpa musik," kata Ery
yang pernah mengikuti American Dance Festival tahun 1994 silam. Risiko
dari semua ini, tambahnya, ia hanya memiliki sedikit orang penari.
Penyamaan rasa itu memang memerlukan loyalitas dan pengabdian tanpa
ampun.Pertemuan antara
Bundo Kanduang, yang dipercaya sebagai maharaja orang Minangkau dengan
Bujang Salamat, tangan kanannya, digambarkan Ery dengan komposisi
"saling belit", sebagai dua ekor ular berkulit licin yang sedang memadu
kasih.

Kelenturan tubuh
Angga Djamar dan Afrizal telah melahirkan berbagai komposisi: musik dan
gerak yang juga saling belit. Sulit membayangkan dua orang atau
beberapa orang penari bergerak dalam ritme dan tempo yang serasi tanpa
ketukan yang biasa ditandai dengan musik.Pada Adat
Salingka Nagari 2, empat penari lelaki dalam gerakan-gerakan atraktif
(sejenis jurus-jurus silat) memukul-mukul bagian bawah dari galembong.
Musik gemuruh seperti suara gendang dari kejauhan kemudian menjadi mat
bagi gerakan-gerakan mereka.

Begitupun yang
terjadi pada Tiang Nagari. Ery terinspirasi oleh tari piring Minang
yang terkenal itu. Maka tiga nampan yang berkilau-kilau ditindih cahaya
lampu, dipukul-pukul hingga mengeluarkan bunyi unik.Musik pun tidak
harus terlahir dari pukulan atau benturan terhadap benda-benda secara
kasatmata, ia adalah komposisi nada halus yang sebenarnya telah
terbeber dalam rasa. Itulah yang ingin dibangkitkan Ery dengan
suguhan-suguhan yang hening, namun mengartikulasikan berbagai jeritan
yang kini harus dihadapi oleh budaya Minang.

Ringkasan lain tentang Liukan yang Lahir dari Keheningan
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Tambahkan komentar Anda Tidak ada komentar

Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------