Halaman Utama Shvoong > Ilmu Sosial > Bajulo-julo Membangun Dinding Laut

.

Bajulo-julo Membangun Dinding Laut

Summary rating: 2 stars 1 Tinjauan
Pengarang : Nasrul Azwar
Summary by : NasrulAzwar
Kunjungan: 69
kata: 600
Diterbitkan di: Nopember 07, 2007
“Bagaimana pendapat Bapak
tentang gagasan membangun dinding laut di sepanjang pantai Sumatra
Barat itu, terutama Pantai Padang, yang yang turun di dua surat kabar
itu?” Wali Kota menjawab: “Sebagai sebuah wacana atau gagasan, cukup
bagus. Dan ini perlu diwacanakan secara luas. Jepang telah membuktikan,
dan tembok itu sangat bermanfaat besar bagi masyarakatnya.”Dan ini saya kira tidak menggaduh benar dengan perencanaan pembangunan kota ini ke depan.” Dijawab: Ya, semua itu akan berpulang pada anggaran. Anggaran sangat terbatas.” Sampai di situ kami “berdiskusi”. Bagi
saya, membangun dinding laut—jika dapat didirikan di semua jalur pantai
di wilayah Sumatra Barat—merupakan pilihan yang sangat tepat. Walau
terkesan kota itu terkurung, tapi saat gempa yang berpotensi Tsunami
datang, mereka tidak lagi terfokus memikirkan air laut bergulung yang
akan melindas isi kota, tapi penyelamatan dari bencana gempa belaka. Menyangkut
dana pembagunannya, seperti yang dikeluhkan Fauzi Bahar, yang memang
akan menelan dana besar, saya kira untuk sementara dipinggirkan dulu.Saya andaikan saja pemerintah setuju secara prinsip. Masyarakat? Pasti mendukung gagasan ini sebab menyangkut keselamatan jiwa. Pola dan strategi pengumpulan dana pembagunan itu saya sebut saja gaya julo-julo
dan pastisipasi masyarakat secara total. Di luar itu gaya julo-julo
ini, pemerintah, tentu saja tetap mengupayakan proyek pembangunan ini
mendapat dana dari mana saja, dan secara berkesinambungan
mengalokasikannya di APBD, termasuk kabupaten dan kota yang dilewati
pembangunan tembok itu.Dana yang terkumpul
inilah sebagai “modal” untuk membangun dinding itu. Soal teknis dan
mekanismen pengumpulan dana bisa diatur dalam pola kerja yang
terkoordinatif dan terkontrol. Semua kerja dilakukan sangat transparans.Jumlah 90 milyar rupiah
ini angka yang pasti. Jika berhasil pula meyakinkan orang Minang
diperantauan, dengan perkiraan jumlahnya sama dengan penduduk yang ada
di Sumatra Barat, maka dalam setahun berjalan terkumpul dana Rp 180
milyar.Bagi
mereka, yang penting berjelas-jelas. Jangan lukai hatinya dengan
hal-hal yang mereka nilai sebagai pembohongan. Mekanisme penyertaan
masyarakat untuk terlibat menyumbangkan tenaganya, bisa diatur kemudian
dengan baik. Pembangunan
jelas dilakukan secara bertahap. Tahapannya bisa saja diprioritaskan
terlebih dahulu di daerah pantai yang sangat padat penduduknya, dan
seterusnya. Meyakinkan
masyarakat saat sekarang bukan perkara enteng, karena selama ini mereka
banyak dikecewakan. Tapi hal itu tidak akan menutup rapat hati mereka
untuk sungguh-sungguh dan tulus membangun. Kini, berpulang ke pemerintah, bagaimana membaca hati masyarakat.
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------

Recent Shvoongers

  • amibroker
  • AsepSuryana
  • herro
  • jurnalis
  • DenKun
  • Kharis
  • nilna
  • AryaGuna
  • airakheisa
  • Rakyat
  • kusuma
  • tomaz
  • insansains
  • deleon
  • PermataPratiwi
  • KireinaLie

.