HIRUK-pikuk kampanye Pemilu 2004 masih nyaring terdengar. Apakah masyarakat memahami tujuan pemilu kali ini? Menjelang pemungutan suara, sekelompok orang mengundang saya
dan mengajukan pertanyaan: "Apakah perlu ikut memilih? Apakah tidak lebih baik menjadi golput saja?" Pertanyaan itu dilontarkan karena menurut yang bersangkutan perkembangan politik sekarang tidak sesuai harapan masyarakat.
Tiga
aliran pemikiran politik Untuk menjawab pertanyaan
dari yang mengundang, saya mencoba mengelompokkan 24
partai peserta Pemilu 2004 dari aliran politiknya. Saya tertarik tulisan Herbert Feith dan Lance Castles tentang Pemikiran Politik Indonesia 1945-1965. Menurut kedua penulis ini, ada lima aliran pemikiran politik yang ada, yakni: nasionalisme radikal, tradisionalisme Jawa, Islam,
sosialisme demokratis, dan komunisme.
Bertolak dari pemikiran itu, selama pemerintahan Presiden Soeharto, pengelompokan aliran pemikiran itu diwakili tiga partai politik: Golkar dan Partai
Demokrasi Indonesia mewakili pemilih yang masuk kategori nasionalis radikal, tradisi Jawa, dan sosialisme demokrasi.
Mengamati perkembangan politik selama lima tahun terakhir (sejak Presiden Soeharto mundur) dengan tetap mengacu pengelompokan aliran pemikiran dari Herbert Feith dan Lance Castles, saya mencoba membagi menjadi tiga aliran pemikiran politik: aliran pemikiran berwawasan kebangsaan, pemikiran sosialisme demokrasi, dan pemikiran Islam.
Aliran pemikiran politik sosialisme demokrasi, dasar utama dari aliran ini adalah penekanan kepada pengembangan demokrasi dalam arti luas, termasuk pemikiran sosial dalam ekonomi. Aliran pemikiran Islam tetap ada dari 1945 hingga kini dengan wadah partai pendukungnya.
Ada beberapa partai peserta pemilu yang aliran pemikiran politiknya merupakan pengembangan dari kedua partai itu. Yang aliran pemikiran politiknya tak jauh dari PDI-P adalah Partai PDI, PNBK, PNI Marhaenisme, dan Partai Pelopor. Yang tak jauh dari aliran pemikiran politik Partai Golkar adalah PKPI, PKPB, Partai Patriot Pancasila, dan Partai Persatuan Daerah. Yang masuk kategori aliran pemikiran sosialisme demokrasi, Partai Demokrat, Partai Merdeka, Partai PIB, Partai Buruh Sosial Demokrat, Partai Sarikat Indonesia, Partai PDK, dan Partai Damai Sejahtera. Aliran pemikiran politik Islam diwakili Partai Persatuan Pembangunan, PKB, PBR, PBB, PAN, Partai PNUI, dan PKS.
Ringkasan lain tentang Apa Perlu Menjadi Golput?