Halaman Utama Shvoong > Ilmu Sosial > Lokalitas di Tengah Globalisasi

.

Lokalitas di Tengah Globalisasi

Pengarang : Ninuk M Pambudy
Summary by : NasrulAzwar
Kunjungan : 157  kata: 300   Diterbitkan di: Nopember 06, 2007
Mereka mengenakan "busana nasional" yang umumnya merupakan kain sarung dari berbagai daerah dengan kebaya beragam bentuk walaupun ada juga yang berkain panjang dengan wiru serta kebaya. Mereka berhenti sejenak dari rutinitas kerja dan mengeluarkan energi khusus untuk mengenakan busana daerah, yang bukan merupakan busana sehari-hari, baik untuk hadir sebagai tamu atau ikut memeragakan di atas pentas.
Wajah-wajah yang sudah dikenal publik hadir dalam acara ini dan di antara mereka selain menjadi tamu, juga menjadi peraga busana Nusantara yang memadukan antara kain-kain tua dengan atasan yang masih mengikuti bentuk asli atau merupakan hasil modifikasi. Ada Mirtha Kartohadiprodjo dari Femina Group, Miranda Gultom yang mantan deputi Gubernur Bank Indonesia, Niniek L Karim yang pengajar psikologi di Universitas Indonesia, Titik Prabowo yang pengusaha dan ditemani adiknya Mamiek Soeharto, Paula Agustina Saroinsong dan Tri Sudwikatmono yang pengusaha, pengusaha dan perancang busana Poppy Dharsono yang mengatakan telah membuat jas gaya beskap untuk perempuan lebih 10 tahun lalu di Paris, hingga perupa Astari Rasjid dan pekerja film Rima Melati.
Beberapa berusia 20-an dan 30-an tahun, termasuk Renjani, perupa yang adalah putri Asmoro Damais, pengusaha batik dan busana daerah yang datang dengan kebaya serta berkemben khas perempuan Jawa.
Kebaya yang dipadukan dengan celana panjang, selendang tenun buatan perajin lokal dengan motif lokal yang dipadukan dengan gaun malam berpundak terbuka, ikat pinggang lebar meniru obi yang dipadukan dengan gaun pendek, atau kebaya yang dibentuk dengan konstruksi korset merupakan beberapa upaya Asia mengadopsi Barat dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai Yang Lain, mode Asia tetap dianggap berbeda dari Barat yang saat ini cara berpakaiannya menjadi norma di banyak tempat di dunia ekonomi, politik, dan sosial modern. Sebagai Yang Lain, Barat cenderung mereduksi warisan budaya serta keberagaman Asia ke dalam busana yang difemininkan dan dengan keeksotisan yang tidak mengancam.


Ringkasan lain tentang Lokalitas di Tengah Globalisasi
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Tambahkan komentar Anda Tidak ada komentar

Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------