Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Untungnya Pintar Menawar

Untungnya Pintar Menawar

oleh: McDeeck     Pengarang : Istijanto
ª
 
PERNIAGAAN selalu terjadi setiap waktu di berbagai tempat di berbagai penjuru dunia. Dua orang bertemu untuk melakukan transaksi jual beli. Sejak dari sistem barter hingga menggunakan peranti finansial, baik uang giral ataupun kartal, setidaknya ada upaya untuk melakukan tawar-menawar sebelum terjadi transaksi yang disepakati kedua belah pihak. Ada seni tersendiri dalam melakukan tawar-menawar. Antara penjual dan pembeli berupaya mendapatkan hasil yang terbaik dalam ukuran mereka masing-masing. Penjual berusaha mendapat hasil terbaik dengan menjual barang pada tingkat harga yang memberikan margin (keuntungan) terbesar di atas harga pokok. Sementara pembeli berusaha pula memperoleh barang yang terbaik dengan harga serendah mungkin dan mendekati harga pokok. Dua kepentingan itu yang diupayakan untuk bertemu saat negosiasi atau tawar-menawar harga. Susahnya kalau konsumen tidak menguasai teknik bernegosiasi saat membeli barang. Kecuali kita mengajak orang yang piawai menawar. ”Dia pintar nawar, jadi mendingan ditemani dia saja kalau mau beli barang.” mungkin kalimat itu pernah kita dengar. Repotnya kalau sedang perlu barang, sementara teman atau saudara yang jago menawar harga sedang tidak ada. Ada sejumlah trik yang ditawarkan Istijanto dalam buku ”Seni Menaklukkan Penjual dengan Negosiasi”. Trik yang digunakan mulai dari ucapan, bahasa tubuh, hingga mimik wajah. Tujuannya agar pedagang memperbaiki tawaran harganya. Terkadang meski harga barang tidak bisa ditawar, masih ada peluang negosiasi dengan menawar kompensasi lain. Misalnya, pedagang sudah tidak bisa menurunkan harga jual, pembeli masih bisa menawar barang diantar ke tempat tanpa tambahan ongkos angkut, atau meminta tambahan bonus barang lain yang kalau dinilai dengan uang sebenarnya merupakan pengurangan harga barang utama. Selain contoh dan trik menawar barang, ada sejumlah ilustrasi dan foto pada buku karya Istijanto yang memperlihatkan bahasa tubuh dan mimik pembeli untuk memengaruhi pedagang agar memperbaiki penawaran harga. Pembeli juga harus bisa menahan diri untuk tidak langsung membeli pada tawaran pertama. Bisa saja di toko lain ada barang yang serupa atau lebih baik dengan harga jual lebih rendah dari sebelumnya. Cara lain untuk mengetahui harga yang kita tawar sudah mendekati harga pokok adalah ucapan pedagang semacam, ”Silakan cek di toko lain. Kalau ada yang lebih murah lagi silakan.” Nah, kesempatan itu bisa kita lakukan untuk mencek harga di beberapa toko lain. Kalau pedagang itu jujur, berarti harga yang ditawarkan sudah mendekati harga pokok. Dia berusaha untuk melepas barang itu secepatnya. Selamat menawar.*Judul buku : Seni Menaklukkan Penjual dengan Negosiasi Pengarang : IstijantoTebal : 206 halaman, Edisi : Maret 2007
Diterbitkan di: 05 Nopember, 2007   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.