Halaman Utama Shvoong > Ilmu Sosial > Turis Lokal, Pelipur di Kala Duka

.

Turis Lokal, Pelipur di Kala Duka

Pengarang : Agnes Swetta Pandia
Summary by : NasrulAzwar
Kunjungan : 70  kata: 600   Diterbitkan di: Nopember 05, 2007
BELUM lagi pariwisata Indonesia pulih setelah peristiwa
peledakan bom di Bali, Oktober 2002 lalu, sektor industri ini kembali
diterpa badai Perang Teluk, yang kemungkinan besar bakal merontokkan
arus wisatawan asing. Faktor pemicunya selain karena tingginya
biaya perjalanan berkaitan dengan besarnya risiko keselamatan
penumpang, juga arus penerbangan menuju ke kawasan Asia diyakini bakal
dikurangi.Tanpa kehadiran wisman, sulit bagi industri pariwisata
nasional kembali bangkit, meskipun sebenarnya turis lokal bisa dipakai
sebagai ganjal untuk mengisi kekosongan tersebut, meski nilainya tidak
sebesar wisman.
Kekhawatiran tidak maksimalnya jumlah wisman yang datang di Indonesia,
terutama pascapeledakan bom di Kuta, ditambah dengan semakin dekatnya
Perang Teluk, memaksa pemerintah untuk membuat manuver baru dengan
menggeser hari libur nasional ke hari Sabtu atau Senin. Penyelenggaranya yaitu Duta Wira Nusantara (DWN) yang dalam hal ini bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.
Program nasional ini lebih menekankan pada pertukaran dan promosi
budaya dari tiap daerah melalui kunjungan pariwisata ini, selain
kegiatan outbound di atas kapal laut. Hal ini telah banyak dilakukan
oleh beberapa negara di Asia, antara lain Jepang dan Korea Selatan,
melalui program wisata bahari pemuda.MENURUT Ketua Masyarakat Pariwisata Indonesia (MPI)
Pontjo Sutowo, pascapeledakan bom Bali yang membuat pariwisata dalam
negeri belum pulih, kembali terganggu dengan semakin dekatnya Perang
Teluk. Kondisi itu dengan sendirinya akan menurunkan minat
wisman berkunjung ke Indonesia tahun 2003 ini. Paling tidak satu juta
orang turis tidak akan berkunjung ke negeri ini.
Apalagi, tahun 2003 ini tengah menggarap pasar Timur Tengah yang
dinilai sangat potensial karena lama tinggal bisa mencapai satu bulan
dengan lokasi tujuan wisata berpindah-pindah di satu negara.nculnya kepercayaan dari dalam negeri akan memancing kembali kepercayaan dari wisatawan asing.
Guna mendukung program "ekonomi liburan" berupa memperpanjang libur di
akhir pekan dengan cara memajukan atau memundurkan hari-hari besar
agama, Menteri Negara (Menneg) Kebudayaan dan Pariwisata I Gede Ardika
mengajak seluruh pelaku usaha di sektor industri pariwisata termasuk
penerbangan, pemilik hotel, biro perjalanan membuat paket-paket khusus
wisata berbagai tingkatan.Target kunjungan tersebut lebih kecil dari target yang
ditetapkan dalam Program Pembangunan Nasional tahun 1999, yang mencapai
5,4 juta wisman untuk tahun 2003 dan 6,8 juta wisman akhir tahun 2004.

Guna pemulihan wisata di Tanah Air akibat peledakan bom di Bali, pemerintah menyediakan dana awal Rp 30 milyar.
Untuk tahap penyelamatan dikeluarkan dana Rp 19,6 milyar, sisanya Rp
10,4 milyar yang diharapkan segera cair untuk pemasangan iklan di media
lokal dan internasional, tour semacam road show ke Asia Pasifik dan
Eropa. Sayangnya segala upaya tersebut masih sekadar wacana dan belum ada yang direalisasikan.
Padahal di luar anggaran tersebut, untuk mendukung kegiatan kebudayaan
dan pariwisata, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata pada tahun
anggaran 2003 mendapat anggaran pembangunan sebesar Rp 80 milyar, naik
127 persen dibanding tahun 2002.

Ringkasan lain tentang Turis Lokal, Pelipur di Kala Duka
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Tambahkan komentar Anda Tidak ada komentar

Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------