Seruan yang bernada imbauan di atas sama sekali bukan
pesan iklan, melainkan judul artikel utama harian Aftenposten,
koran
tiras pertama Norwegia, Jumat, 12 Januari 2007.
Tulisan itu dilengkapi dengan foto Trio Batakos, penyanyi lagu-lagu
Batak yang khusus didatangkan untuk tampil di stan Indonesia,
dalam bursa wisata Norwegia, Reiseliv 2007.Duta Besar Indonesia untuk Norwegia dan Eslandia,
Retno Marsudi, menggarisbawahi pentingnya keikutsertaan Indonesia dalam
promosi wisata ini, sebab kalau
tidak Indonesia akan kehilangan
momentum dan dilupakan oleh wisatawan Skandinavia.
Meski jumlahnya tidak begitu besar, penduduk Norwegia (dan Skandinavia
pada umumnya) masuk dalam kategori "wisatawan kelas menengah dan atas"
dan "long stay guests". Menurut Retno Marsudi, urutan kegiatannya berupa
partisipasi dalam reiseliv (bursa wisata), kemudian temu bisnis/travel
gathering, pemutaran film dan promosi budaya di Trondheim, road trip
pariwisata Indonesia, partisipasi dalam pameran budaya di Oslo dan
Krodero, fam tour untuk jurnalis pariwisata, serta pagelaran
kesenian/musik .Mungkin Indonesia satu-satunya peserta yang menampilkan grup kesenian (tari dan musik) secara teratur selama empat hari pameran? Bisa jadi.
Akan tetapi, yang lebih meyakinkan adalah tulisan tersebut juga
menyebutkan bahwa Indonesia dikenal sebagai salah satu tujuan wisata
yang paling cantik dan menarik di dunia. Namun, keikutsertaan Indonesia dalam bursa wisata di
Norwegia ini menunjukkan hal yang berbeda, seperti dikatakan oleh Mudji
Sabar, Kepala Subdirektorat Promosi wilayah Eropa Kementerian
Kebudayaan dan Pariwisata.
"Apa yang dia lakukan adalah repositioning, mencoba
meyakinkan pasar Norwegia bahwa Indonesia memiliki produk-produk baru
yang belum mereka kenal lantaran orang Norwegia adalah pelanggan
Thailand.
"Ke depan, kita harus lebih aktif lagi untuk memetakan Indonesia
sebagai alternatif utama bagi warga Norwegia/Skandinavia mengingat
Vietnam sudah masuk, dan letaknya memang lebih dekat dengan Thailand,"
kata Ricky.
Gunnar Skjolden dari Asia Line & Hapag Norway Chapter sudah kembali
memimpin studi untuk sembilan operator tur Norwegia ke Bali dan Lombok,
November lalu.
Dia juga menjadwalkan studi tour Indonesia dengan mengajak khusus
wartawan wisata yang menulis untuk berbagai media di Skandinavia.
Sebagai pejabat urusan promosi di Eropa Mudji Sabar
mengatakan, "Kehadiran Indonesia secara fullpfledge dalam bursa wisata
di wilayah ini harus diteruskan dengan lebih terencana dan
menitikberatkan pada fokus-fokus tertentu, bisa produk bisa juga
destinasi".
Ia menambahkan, kita tahu bahwa orang Norwegia menghargai penerbangan
langsung dan tidak sensitif atas harga, tetapi produknya harus
valuable. Selain itu mereka mengharap pengalaman spesial yang tidak ada
di daerah lain.
Seperti diduga, luas stan Malaysia dan Thailand agak
lebih besar dibanding Indonesia, meskipun demikian, stan Indonesia
lebih menarik perhatian pengunjung karena memiliki atraksi kesenian
tari dan musik yang digelar berturut-turut.