DI mana ambil bantuan
dana banjirnya? Ada yang bisa saya tanda tangani?"
ucap
anggota MPR Hidayatullah S Kurik kepada seorang petugas loket yang
terletak di sisi belakang Gedung Nusantara III, Gedung MPR/DPR Jakarta.
Anggota Fraksi Utusan Daerah (F-UD) ini hari Kamis (8/8) pagi
itu bermaksud mengambil dana
sidang dan dana representasi yang memang sudah
menjadi haknya sebagai peserta Sidang Tahunan (ST) MPR 2002.Namun, apakah pelayanan
uang sidang pada 695 anggota MPR yang
lancar itu diikuti juga
dengan jalannya persidangan yang lancar?
***
BUAT Kurik sendiri, meski dirinya mendapatkan pelayanan yang
memuaskan-tidur di hotel bintang lima, dapat uang sidang-dirinya belum
puas dengan pelaksanaan sidang tahunan.
Sebagai anggota MPR yang datang jauh-jauh dari Kalimantan Tengah,
baginya yang jauh lebih penting adalah kelancaran persidangan.Akan tetapi, seberapa besar anggota MPR yang menyadari
betapa besar tanggung jawab yang seharusnya mereka emban dengan
menerima uang rakyat itu? Wallahuallam.
Pada hari pertama, kedua ST MPR saja, kata seorang petugas loket,
banyak anggota MPR yang rela antre mengambil dana sidang seperti halnya
rakyat kecil.Mendengar apa yang sering disuarakan anggota MPR di
sejumlah media, semuanya berbicara soal memperjuangkan kemakmuran
rakyat, bangsa, dan negara, tidak memperjuangkan kepentingan pribadi,
kelompok, atau golongan.
Namun, di sisi lain, tidak sedikit juga yang mengecam jalannya ST MPR.
Aksi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Jabotabek (Jakarta, Bogor,
Tangerang dan Bekasia) kemarin, sengaja melepas tikus-tikus ke Gedung
MPR/DPR sebagai simbol pemberontakan terhadap anggota MPR yang
terus-menerus menggerogoti rakyat.
Ringkasan lain tentang Uang Lancar, Sidang Meradang