SEBAGAI muslim saya ingin mengucapkan Selamat Hari Natal yang Kudus bagi seluruh
umat Kristen.
Bagi saya pribadi, ucapan selamat
itu sangat penting guna menghormati
kelahiran Nabi Isa (Jesus) nabi umat Kristiani dan umat Islam.Tujuannya untuk meperkuat gagasan dialog
Islam-Kristen, menemukan al-qawâsim al-musytarakah (titik-titik temu)
antara dua agama itu, dan menepis asumsi adanya peperangan dan
kekerasan yang diatasnamakan agama.
Sedangkan Grand Syekh Al-Azhar, Dr Sayyid Tantawi menegaskan, setiap agama ditegakkan atas prinsip kebebasan bukan paksaan. Menurutnya, agama dan pemaksaan, seperti dua kutub magnet yang saling bertolak belakang, tidak pernah bisa bertemu. Sedangkan Bapa Shanouda III berharap agar muktamar menghasilkan program nyata. Dialog Islam-Kristen yang ditegakkan itu, demi kemaslahatan bersama dan menuju cita-cita bersama pula.Kerukunan umat beragama menjadi tradisi yang mengakar kuat
dalam masyarakat. Tradisi itu bersumber dari karakteristik masyarakat Mesir yang toleran, terbuka, dan kosmopolit. Apalagi Mesir dikenal sebagai melting pot berbagai macam peradaban. Peradaban Mesir Kuno (Firaun), Yunani-Romawi, Kristen-Koptik, Islam, Laut Medetarian, Arab dan Afrika.
Selain Mesir memiliki julukan yang telah masyhur, umm al-dunyâ (induk
peradaban), Dr Milad Hanna menyebutkan, Mesir sebagai akumulasi
serpihan-serpihan peradaban (tarâkumât li raqâ’iq min al-hadlârât).
Setiap dialog antaragama multak melahirkan sikap terbuka dan menerima.
Tetapi jika setelah dialog antaragama semakin mempertebal sikap fanatis
dan curiga, maka dialog itu adalah dialog yang gagal dan mandul.Ada tiga poin
ajaran Kristiani, tetapi bisa dipahami melalui ajaran Islam. Yaitu, mengenai
kehadiran Tuhan, penyaliban Yesus, dan ajaran cinta kasih. Selama ini dua ajaran pertama-kehadiran
Tuhan dan pengorbanan Yesus-bagi umat Islam merupakan ajaran yang kontroversial.
Pertama, tentang kehadiran Tuhan.
Firthjof Schuon dalam buku Filsafat Parenial berpendapat sumber
ketegangan teologi Kristen-Islam disebabkan teologi Kristen lebih
menekankan kehadiran Tuhan, sedangkan teologi Islam menekankan pada
keesaan Tuhan. Umat Kristen lebih mementingkan Tuhan itu Hadir dalam kehidupan manusia, kalau perlu ia menjelma menjadi manusia. Sedangkan umat Islam mementingkan Tuhan itu Esa. Pilihan umat Islam atas konsep keesaan Tuhan pada dasarnya sebagai perlawanan terhadap konsep teologi Kristen.
Konsep kehadiran Tuhan juga merupakan ajaran inti Islam. Sayang, konsep kehadiran Tuhan ini dikubur para teolog Islam. Makna kehadiran Tuhan dalam Islam bisa dipahami melalui ayat-ayat al-Quran sebagai “kalimat" Tuhan. Dan Isa (Yesus) disebut dalam al-Quran sebagai “kalimat" dan “ruh" Allah.
Paham yang mengatakan, al-Quran mengandung unsur-unsur ketuhanan
disepakai oleh mayoritas pengikut teologi Islam (Ahl Sunnah wal
Jama’ah). Maka al-Quran merupakan bukti kehadiran Tuhan seperti Yesus sebagai bukti kehadiran Tuhan.
Al-Quran juga menegaskan, Allah hadir dan bersama manusia, wa huwa
ma’akum aynamâ kuntum (Dan Dia
bersama kalian di manapun
berada). Allah hadir dan lebih dekat dari urat leher (aqrab min habl al-warîd) manusia. Nabi Muhammad menegaskan, Allah turun ke langit bumi di sepertiga malam untuk menemani hamba-hamba-Nya yang sedang bermunajat.
Dalam hadis qudsi (makna dari Allah lafadz dari Muhammad) disebutkan
Allah hadir dan bersama orang-orang yang menderita dan tertindas. Orang sakit, miskin, lapar, dan lainnya.
Jika umat-Nya ingin menemui dan bercengkrama bersama-Nya, maka
kebersamaannya dengan orang-orang tertindas tadi merupakan kebersamaan
dengan Tuhan (Nashâihul ‘Ibâd, 1993: 03).
Kedua, peristiwa penyaliban Yesus merupakan peristiwa yang kontroversial dalam ajaran Kristen dan Islam. Siapakah yang disalib? Bagi umat Islam, bukan Isa (Yesus) tetapi bagi umat Kristiani adalah Yesus. Saya ingin mengajak umat Islam dan Kristiani mengindari perdebatan teologis klasik itu. Menurut saya yang lebih urgen adalah kontekstualisasi peristiwa itu dalam kehidupan sekarang sebagai hikmah pengorbanan. Karena dalam Islam sendiri mengakui adanya syafaat (pertolongan) dari Nabi Muhammad kepada umatnya di hari Kiamat.
Umat Islam akan menerima ampunan dari Allah jika ia menerima syafaat
dari Nabi Muhammad, sebesar apapun dosanya, sepanjang dia pernah
mengucapkan syahadat.
Ketiga, dua aliran ajaran Kristen-Islam bertemu di muara cinta kasih. Memang cinta identik ajaran Kristen sedangkan Islam identik dengan rahmat. Tetapi kata rahmat dari bahasa Arab yang berarti kasih. Tidak ada perbedaan antara cinta dan kasih.
Ringkasan lain tentang Natal dan Pesan Dialog Agama