• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Desa Wisata, Akar Wisata yang Belum Kuat

.

Desa Wisata, Akar Wisata yang Belum Kuat

oleh : NasrulAzwar    

Pengarang : Irma Tambunan dan Agnes Rita Sulistyawaty
Namun, kelekatan pada alam dan lingkungan desa itu
juga di wilayah Yogyakarta kian hari kian tergerus laju pembangunan

yang berpaling pada modernitas versi orang-orang kota.
Di tengah kebimbangan ini, sebagian masyarakat desa berhasil memelihara kekayaan desa sebagai penghidupan bagi mereka.Kesediaan Gubernur DIY meresmikan desa lestari
dikarenakan kekagumannya atas kesadaran masyarakat setempat untuk
mengubah sebuah desa yang kotor dan tak terawat menjadi kebun asri,
lengkap dengan kolam ikan yang memanfaatkan aliran sungai.
Dengan kondisi desa yang bersih dan tertata sekaligus
sebagai konservasi lingkungan maka desa ini secara otomatis menjadi
tujuan wisata. Dari situlah penghasilan masyarakat bisa bertambah, di samping penghasilan dari kolam ikan.Desa wisata Kebon Agung di Kabupaten Bantul
mengandalkan kesenian gejok lesung, karawitan, atau ketoprak, untuk
dijual kepada wisatawan. Kesenian desa juga dikembangkan di Desa Wisata Tanjung di Donoharjo, Kecamatan Ngaglik, Sleman.
Satu dari 29 desa wisata di Kabupaten Sleman ini mempunyai kesenian
khas, yaitu pekbung, musik yang berawal dari kebiasaan warga berkumpul
dan memainkan alat musik dari bambu.
Kebon Agung dan Tanjung seperti halnya sebagian besar
desa wisata lain yang berbasis pada masyarakat petani menyiapkan
sejumlah paket wisata pertanian, seperti membajak, menanam padi,
memberi pupuk, panen dengan ani-ani, dan mencangkul.
Kebon Agung mengawali prosesnya sebagai desa wisata pada tahun 1998,
disertai apriori sebagian warga karena rendahnya rasa percaya diri pada
kekayaan alam di desa mereka. Kepala Seksi Pelayanan Informasi Dinas Pariwisata
Kabupaten Bantul Annihayah mengatakan, dari sekitar 30 lokasi sentra
kerajinan di Bantul yang potensial menjadi desa wisata, baru dua desa
yang benar-benar telah memiliki sarana kepariwisataan di Bantul, yaitu
Desa Krebet dan Kebon Agung. Kecamatan Cangkringan di Sleman, misalnya, memiliki
potensi alam dan dua bumi perkemahan besar serta kegiatan warga yang
menarik, namun belum bulat sebagai satuan wisata yang utuh.
Karenanya, meski ratusan siswa dari Jakarta, atau pegawai berbagai
perusahaan berdatangan ke sana, sejauh ini masih ditangani satu dua
orang yang memiliki lahan atau kegiatan wisata yang bisa ditawarkan.
Mbah Maridjan, warga Cangkringan yang sekaligus jadi Juru Kunci Gunung
Merapi, misalnya, punya peran sebagai pelestari alam sekaligus duta
wisata di daerah paling utara Yogyakarta itu.
Di pondoknya, Dusun Kinahrejo, Desa Umbulharjo, para pendaki gunung
selalu beristirahat, berkonsultasi, dan bersiap-siap ke Merapi, dari
kediaman Mbah Maridjan ini.
Saat ini, jika saya bisa menjual lebih dari dua paket wisata per harinya, itu merupakan angka yang bagus, ujar Darwin.
Di satu sisi, meski kunjungan wisatawan domestik ke Yogyakarta
menunjukkan tren peningkatan setiap tahunnya, pelaku usaha pariwisata
di kedua kampung turis tersebut masih menganggap keberadaan turis
adalah yang paling menguntungkan.
Diterbitkan di: Oktober 24, 2007
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.