Halaman Utama Shvoong > Ilmu Sosial > Signifikansi Peringatan Maulid

.

Signifikansi Peringatan Maulid

Pengarang : Abd A’la
Summary by : NasrulAzwar
Kunjungan : 127  kata: 600   Diterbitkan di: Oktober 23, 2007
Persoalan yang kemudian mengedepan terletak pada sikap
yang tampaknya hanya sebatas marah, protes, bahkan sebagian cenderung
mengarah kepada tindakan destruktif.

Refleksi diri

Ada beberapa kemungkinan yang mendasari munculnya karikatur yang mengolok-olok simbol agama Islam itu.
Pertama, kesengajaan kelompok tertentu untuk memancing kemarahan
sehingga umat Islam sibuk dengan sikap reaktif dan lupa terhadap
persoalan dasar yang mereka hadapi.

Kedua, ketidaktahuan sebagian masyarakat Barat mengenai Islam dan ajarannya.
Menguatnya puritanisme yang kurang menghargai keragaman serta
menyebarnya aksi-aksi teroristik, yang kebetulan dimotori orang Islam
dan dilakukan kelompok-kelompok tertentu yang Muslim, menjadikan
sebagian orang dan masyarakat Barat mengidentikkan Islam dengan
terorisme.Mereka perlu menyadari, adanya Islam dan umatnya yang
sering menjadi bahan olok-olok dan sejenisnya tidak bisa dilepaskan
dari kondisi umat Islam yang kini ada dalam posisi pinggiran dalam
nyaris seluruh dimensi kehidupannya.Sejarah menunjukkan, dalam waktu hanya sekitar dua
belas tahun, Nabi berhasil mengubah kehidupan sosial masyarakat Arab
yang primordial-sektarianistik dengan savage ethic-nya menjadi
masyarakat yang berlandaskan persaudaraan universal, dan bermoral
perennial. Dari masyarakat yang amat membanggakan garis keturunan dan darah biru menjadi masyarakat yang egalitarian.Agama diyakini sebagai sumber etika-moral yang harus dilabuhkan ke dalam realitas.
Kesaksiannya tentang monoteisme mengantar Nabi kepada penyikapan
terhadap seluruh umat manusia sebagai makhluk Tuhan yang setara yang
harus diperlakukan berdasar nilai-nilai kesetaraan itu.

Ia melakukannya sebagai proses dialog intens dengan
sang Khalik untuk mahasabah dan memperkaya spiritualitas, yang pada
gilirannya diejawantahkan ke ruang publik dalam bentuk pengembangan
moralitas sosial yang luhur.
Bagi Rasulullah, Islam harus menjadi nilai-nilai transformatif yang
dapat mengantar manusia kepada pencerahan bagi dirinya dan manusia lain. Mereka niscaya menguak substansi nilai yang dikembangkan Nabi dan inti tindakan yang dilakukannya. Nilai dan tindakan itu lalu dikontekstualisasikan ke dalam kondisi kekinian dengan pola dan bentuk yang bisa berbeda.
Pada saat yang sama, umat Islam perlu mengembangkan dialog keterbukaan
yang lebih intens dan tulus dengan dunia Barat sehingga prakonsepsi dan
sikap apriori yang masih ada pada masing-masing dapat dihilangkan, dan
kesepahaman serta mutual-respect dibangun dengan kokoh.

Kita perlu menjadikan peringatan maulid dan
peringatan keagamaan lain sebagai wahana reflektif untuk pengayaan
spiritual, peningkatan kecerdasan emosional, dan untuk memperbaiki diri
secara berkelanjutan.
Dengan demikian, peringatan Maulid Nabi dan sejenisnya tidak akan
terjebak ke dalam acara seremonial yang terus berulang tanpa
berimplikasi pada terjadinya perubahan fundamental bagi keberagamaan
umat.

Ringkasan lain tentang Signifikansi Peringatan Maulid
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Tambahkan komentar Anda Tidak ada komentar

Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------