Halaman Utama Shvoong > Ilmu Sosial > Fundamentalisme Agama dalam Konflik Israel-Palestina

.

Fundamentalisme Agama dalam Konflik Israel-Palestina

Summary rating: 2 stars 2 Tinjauan
Pengarang : MG Romli
Summary by : NasrulAzwar
Kunjungan : 325  kata: 900   Diterbitkan di: Oktober 23, 2007
Sementara kelompok garis keras Palestina, yakni Hamas,
Jihad, dan Fatah, dua hari lalu melancarkan serangan bunuh diri yang
mengakibatkan empat anggota pasukan Israel tewas. Hamas telah memutuskan menolak berdialog dengan Abu Mahzen sebagai reaksi protes atas KTT Aqaba (Al-jazeera, 8/6)

Eskalasi ancaman dan gerakan yang masif dari kelompok garis keras Israel-Palestina tidak bisa dianggap remeh. Manuver-manuver dari kelompok itu sangat efektif dan acap kali mampu menghalangi, bahkan menggagalkan kesempatan damai.Netanyahu (1996-1999) dan Ehud Barak (1999-2001) harus
kehilangan jabatannya sebagai perdana menteri karena berani
menandatangani kesepakatan Wye River I tahun Oktober 1998, Wye River II
September 1999, dan KTT Camp David II Juli 2000.Tidak jarang Pemerintah Palestina menerima kecaman
dari dunia karena dianggap tidak "becus" mengendalikan dua kelompok
garis keras yang terus-menerus melancarkan serangan di kantong-kantong
masyarakat sipil Israel.Seperti ungkapan "berperang demi Tuhan", "merebut tanah yang dijanjikan", "mempertahankan tanah suci", dan lain sebagainya. Yang lebih parah lagi, mereka akan terus menolak setiap upaya perdamaian, dengan melanggar perintah Tuhan. Dan, konflik antara Israel-Palestina telah menyulut berkobarnya kebangkitan fundamentalisme agama, baik Yahudi maupun Islam.
Zionisme dan fundamentalisme Yahudi
Fundamentalisme Yahudi berasal dari paham Yahudi, Talmodi (Talmodiac
Judaism), yang biasa disebut juga Yahudi Rabbani (Rabbanic Judaism)
semenjak tahun 70 M.
Tetapi, pada abad XIX, Yahudi Talmodi lebih populer disebut Yahudi
Ortodoks (Orthodox Judaism) atau mereka lebih senang disebut "Yahudi
yang meyakini Taurat" (True Torah Judaism).Misalnya saja mereka yakin bahwa "Taurat bersumber dari Tuhan sehingga bersifat statis dan abadi untuk segala ruang dan waktu". Dan jika konsep Taurat bertentangan, maka yang harus diubah adalah situasi dan kondisi, bukan Tauratnya. Dalam ibadah ritual laki-laki dan perempuan tidak boleh bercampur, dan perempuan dilarang menziarahi tembok ratapan. Yahudi adalah bangsa terpilih.
Mereka juga meyakini adanya "tanah yang dijanjikan" di Palestina, dan
"kedatangan" seorang nabi Yahudi yang akan membangun kerajaan Yahudi,
dan lain-lain sebagainya (Abd Fattah Madli, 1999: 196).

Dan, ketika gerakan zionisme berhasil mendirikan negara Israel di Palestina, Yahudi Ortodoks pecah menjadi dua. Pertama, Yahudi Ortodoks yang menerima paham zionisme dan konsep negara Israel.Kedua, Yahudi Ortodoks ekstrem yang tidak menerima paham zionisme dan konsep negara Israel.
Menurut kelompok ini komunitas Yahudi sekarang tidak boleh mendahului
takdir Tuhan dengan terburu-buru membangun negara karena Tuhan nanti
yang akan mengirim seorang nabi Yahudi dan akan membangun kembali
kerajaan Yahudi.

Penganut paham ini sangat ekstrem, radikal, dan rasis.
Seperti Baruch Goldstein yang membantai warga Muslim yang sedang shalat
subuh pada 25 Februari 1994 dan Yigal Amir yang yakin diperintah oleh
Tuhan sehingga ia lalu "mengeksekusi" PM Yitzhak Rabin.
Dua kelompok Yahudi itu memiliki wakil-wakil di Knesset (Parlemen
Israel) melalui partai-partai agama, seperti Partai agama Nasional
(Mavdal), Partai Shas, Partai Memad, dan Persatuan Taurath Yahudi. Partai-partai agama itu menjadi "mesin" fundamentalisme Yahudi yang menentukan lajunya politik di Israel.

Zionisme sebagai ideologi resmi negara Israel yang
didirikan Theodore Herzl pada tahun 1896 lebih tepat disebut sebagai
gerakan politik daripada gerakan agama. Namun,
pada akhirnya gerakan zionisme ini mengadopsi mitos-mitos teologis
Yahudi sebagai asas perjuangannya sehingga ikut membangkitkan sentimen
fundamentalisme dan radikalisme Yahudi (Roger Garaudy: 1999).

Islamisme dan fundamentalisme Islam

Fundamentalisme Islam bisa diartikan menolak ajakan-ajakan pembaruan keagamaan dan gigih membela kemapanan (pro status quo). Mereka juga memuja dan ingin mengembalikan kejayaan masa lalu serta memahami ajaranagama secara rigid dan literal.
Dalam kehidupan sosial yang objektif dan plural, kelompok
fundamentalisme Islam sering membawa klaim-klaim teologis yang
subjektif, seperti "Islam adalah solusi", "ajaran Islam sesuai dengan
situasi dan kondisi", dan "Islam adalah agama dan negara".

Kelompok fundamentalisme Islam ketika menjelma menjadi gerakan sosial dan politik lalu menggunakan Islam sebagai ideologi. Dan, menghadapkan Islam sebagai ideologi vis a vis ideologi-ideologi lain. Dalam percaturan gerakan sosial dan politik kelompok ini disebut "Islamisme".

Al-Jihad al-Islami (Jihad) mulai dikenal luas sejak
tahun 1986 meskipun ia memiliki akar sejarah hingga tahun 1971 di
tangan Syekh Abdullah Darwish yang menyeru masyarakat untuk kembali
pada Islam dan meyakini Islam sebagai agama sekaligus konsep negara.
Namun, Jihad sejak tahun 1990 pecah menjadi tiga kelompok, yaitu Jihad
Palestina, Jihad Baitul Maqdis, dan Jihad Brigade al-Aqsha.
Tujuan dan strategi kelompok ini tidak jauh dari kelompok Hamas di
atas, mendirikan negara Islam dan menggunakan jihad (perlawanan fisik)
dalam menghadapi musuh daripada perundingan (Abd Jawwad, 1993: 240).
Kalau kita mencoba menilik secara jeli, tahulah bahwa antara paham
fundamentalisme Yahudi dan fundamentalisme Islam di Palestina memiliki
beberapa persamaan.
Pertama, secara teologi, fundamentalisme Yahudi mengklaim sebagai "Umat
Terpilih" dan fundamentalisme Islam mengklaim sebagai "Umat Terbaik";
fundamentalisme Yahudi meyakini bahwa Palestina adalah "tanah yang
dijanjikan", sedangkan fundamentalisme Islam meyakini Palestina
"sebagai tanah suci". Fundamentalisme Yahudi meyakini akan datangnya seorang "nabi yang dinantikan" demikian pula fundamentalisme Islam.

Ringkasan lain tentang Fundamentalisme Agama dalam Konflik Israel-Palestina
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Tambahkan komentar Anda Tidak ada komentar

Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------