Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa Organisasi
Konferensi Islam (OKI) akhirnya ditutup pada pukul 15.00 waktu setempat
atau pukul 19.00 WIB hari Kamis (8/12) di Istana Safa, Mekkah,
dengan mengadopsi
deklarasi Mekkah dan program kerja 10 tahun.
Sekretaris Jenderal OKI Ekmeleddin Ihsanoglu membacakan deklarasi Mekkah dan komunike akhir KTT Luar Biasa OKI itu.
Dalam pemikiran ditegaskan
bahwa Islam adalah agama
moderat dan mendukung dialog antarperadaban, mengutuk terorisme, serta
menganjurkan adanya hubungan harmonis antarpenganut mazhab dalam Islam.
Dalam politik ditegaskan bahwa OKI mendukung perjuangan rakyat Palestina dan rakyat Kashmir.
OKI juga mendukung hasil konferensi kesepakatan nasional di Cairo
menyangkut isu Irak, perdamaian di Sudan, pemerintahan Somalia, solusi
adil soal Siprus, serta nasib minoritas Muslim di Thailand dan Filipina
selatan.
Dalam
ekonomi ditegaskan pentingnya kerja sama ekonomi yang lebih kuat
di antara anggota OKI, memberdayakan potensi umat, dan menciptakan
keadilan sosial dalam masyarakat Muslim.
Rencana strategis
Sedangkan di antara isi deklarasi Mekkah itu adalah bahwa memelihara
identitas, nilai-nilai, dan kepentingan umat Islam hanya terjadi
melalui sikap loyalitas pada ajaran Islam hakiki.
OKI menyadari adanya tantangan berat dalam semua aspek kehidupan
meliputi politik, ekonomi, sosial, budaya, dan ilmu pengetahuan.OKI mengutuk terorisme, pihak pemberi dana, dan aksi provokasi untuk melakukan teror.
Prioritas reformasi dan pembaruan berangkat dari kesadaran umat, baik
pemerintah maupun rakyat, dengan merujuk pada tradisi masyarakat Islam
dan peradaban manusia yang terilhami oleh prinsip syura, keadilan,
persamaan, dan mewujudkan pemerintahan yang ideal, memperluas
partisipasi politik, menegakkan hukum, dan menghormati hak asasi
manusia.
Peradaban Islam adalah bagian tak terpisahkan dari peradaban manusia
yang bertumpu pada nilai dialog, moderat, keadilan, kebajikan, dan
toleransi. Deklarasi juga menekankan bahwa OKI harus mengutuk dan menjauhi sikap ekstrem, berlebihan, dan kekerasan.
OKI sangat prihatin dengan semakin berkembangnya gejala saling membenci
dan rasa anti-Islam di dunia ini yang merupakan sikap rasialis. Kerja sama ekonomi dan keadilan sosial di antara negara-negara Islam sangat penting untuk menumbuhkan solidaritas.
Deklarasi OKI juga menyebutkan bahwa untuk mewujudkan persaudaraan
hanya bisa terjadi melalui komitmen dan kerja sama Islam dengan
membangun pandangan baru Islam yang mampu menghadapi tantangan dewasa
ini sesuai dengan perkembangan politik, ekonomi, sosial, dan budaya.Menteri Luar Negeri RI Hassan Wirajuda tentang
pandangannya terhadap KTT Luar Biasa OKI mengatakan, cakupan isu
reformasi dan restrukturisasi OKI saat ini harus komprehensif dan
mendasar, tidak hanya menyangkut organisasi, tetapi masalah kondisi
umat Islam secara keseluruhan. Ditambahkan, harus ada pembenahan total di dalam organisasi OKI. Harus ada upaya menepis anggapan bahwa Islam itu identik dengan teror karena pandangan itu adalah sesuatu yang salah besar.
Ringkasan lain tentang Deklarasi Mekkah