Alasan
ini pula yang memberinya energi besar untuk
mempelajari Islam dan menyelesaikan disertasi doktornya di Academic
Science of Rusia Institute Oriental Studies
tahun 1976 yang berjudul
"Indonesia dan Gerakan Islam Internasional Asia dan Afrika: 1945-1975".
Pada dasarnya Sychev Victor memandang sama semua
agama dan sangat menghormatinya.
Menurut dia, agama Islam, Kristen, atau pun agama lain yang ada di
dunia diterima
dari Tuhan untuk membantu manusia menjalani hidup ke
arah yang lebih baik.Terorisme hanyalah ulah segelintir orang yang tidak bertanggung jawab dengan mengatasnamakan Islam, dan itu sangat disesalkan," ujarnya.
Sychev Victor memaparkan, Islam di Rusia telah ada sejak lama.
Dalam sejarah Rusia modern, agama Islam menduduki posisi yang besar
meskipun tidak banyak literatur dan artikel yang membicarakan tentang
hal ini, baik di Rusia maupun di luar negeri.
Pengaruh Islam di Rusia tidak saja terlihat cukup jelas dalam
perkembangan keagamaan dan perubahan sosial budaya, tetapi juga dalam
kancah perpolitikan. Dewasa ini di Rusia terdapat lebih dari 4.000 masjid dengan jumlah pemeluk agama Islam lebih dari 15 juta orang.
Kebanyakan dari mereka tersebar di daerah sekitar Sungai Volga
(Tatarstan), pegunungan Ural, beberapa wilayah Siberia, dan Kaukasus
Utara.
Hingga kini terdapat sembilan republik Islam dalam naungan negara
Federasi Rusia, yaitu Adegia, Bashkortastan, Dagestan, Ingushetia,
Kabardino-Balkariya, Karachaevo-Cherkhesia, Osetia Utara (sekalipun di
daerah ini juga bermukim umat Kristiani), Tatarstan, dan Chechnya.
Baik di Rusia maupun di negara-negara yang mengitarinya (eks Uni
Soviet) kini tercatat lebih dari 6.000 perkumpulan Islam yang aktif.
KARENA pengetahuannya yang luas tentang Islam, mulai September 2004
mendatang, selama satu semester, Syhcev Victor akan mengajar tentang
Russian Islamic Studies di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif
Hidayatullah Jakarta.
Rektor UIN Syarif Hidayatullah Prof Dr Azyumardi Azra mengatakan, kerja
sama dengan Victor lebih terkait dengan visi dan misi UIN Syarif
Hidayatullah, yaitu memperkenalkan Islam Indonesia yang moderat dan
inklusif.
Menurut Azyumardi, mahasiswa Indonesia perlu dikenalkan dengan
keragaman Islam, termasuk di Rusia, karena pengetahuan orang Indonesia
tentang Islam di Rusia masih minimal. Orang menganggap bahwa setelah jatuhnya Uni Soviet, Islam di Rusia tidak berkembang. Padahal, penganut Islam di Rusia cukup banyak.
Syhcev Victor dinilai Azyumardi Azra mampu untuk menjelaskan tentang
Islam di Rusia di samping kemampuan Victor berbahasa Indonesia.Minatnya pada dunia Timur dan Indonesia terbangun
sejak kecil saat ia disekolahkan ayahnya (seorang tentara Rusia) ke
sekolah khusus untuk anak-anak tentara Rusia: Suvorov (nama seorang
jenderal besar Rusia di zaman Tsar).
Di sekolah khusus ini, selain anak-anak dididik agar berjiwa patriot, mereka juga dipersiapkan untuk menjadi tentara.
Victor yang lahir di Moskwa, 5 September 1943, menyatakan, sekolah
khusus ini memiliki guru-guru yang luar biasa: ada penulis novel
terkenal di Rusia, ada penerjemah bahasa Inggris, ada pula guru
matematika yang gemar mengumandangkan secara lisan puisi-puisi penyair
Iran, Omar Khayam.Setelah belajar dua tahun, Victor lancar berbahasa Indonesia dan mulai menjadi penerjemah pada tahun 1966.
Victor melanjutkan pendidikannya ke jenjang magister di bidang hubungan
internasional di Moscow State Institute of International Relation.
Ia meraih gelar doktor tahun 1976. Victor lalu memilih menjadi
pengajar. Ia mengajar politik, hubungan internasional, hukum publik
internasional, serta agama dan politik dalam hubungan internasional.
Ia pun sempat menjadi wakil rektor di Russian National Institute by Khatrine The Great di Moskwa.
Tahun 1990 ia dipercaya menjadi Direktur Jenderal bagian Kebudayaan
Konsulat Jenderal Kedutaan Besar Rusia di Surabaya hingga tahun 1994. Minatnya pada Indonesia pun tertuang pada sembilan buku yang telah ditulisnya.
Ringkasan lain tentang Sychev Victor, Pakar Islam dari Rusia