• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Dua Abad Islam Liberal

.

Dua Abad Islam Liberal

oleh : NasrulAzwar    

Pengarang : LUTHFI ASSYAUKANIE
Sebagai gerakan lokal, Jaringan Islam Liberal Maret
ini baru berusia enam tahun, tapi Sebagai gerakan global, Islam

Liberal—dari mana istilah JIL berasal—sesungguhnya telah berusia dua
abad lebih.Para ahli sejarah sepakat, kedatangan Bonaparte di Mesir merupakan tonggak penting bagi kaum Muslim dan juga bagi bangsa Eropa.
Bagi kaum Muslim, kedatangan itu membuka mata betapa tentara Eropa yang modern mampu menaklukkan dan menguasai jantung Islam.
Bagi orang Eropa, kedatangan itu menyadarkan betapa mudah menaklukkan
sebuah peradaban yang di masa silam begitu berjaya dan sulit
ditaklukkan.
Begitu penting 1798. Albert Hourani, sejarawan Inggris keturunan Lebanon, menjadikannya awal era liberal bagi bangsa Arab dan kaum Islam.Kata liberal di sini ialah sebuah kondisi dan suasana
di mana kaum Muslim bebas mengartikulasikan kesadaran budaya dan
peradaban mereka. Dalam konteks Eropa, liberal mengacu kepada situasi kebangkitan dan pencerahan.
Itu sebab ketika karya Hourani itu diterjemahkan ke dalam bahasa Arab,
yang digunakan untuk liberal age adalah asr al-nahdah yang berarti ’era
kebangkitan’ (judul lengkapnya al-fikr al-arabi fi asr al-nahdah).Persis seperti yang dipertanyakan Abd al-Rahman
al-Kawakibi dalam bukunya, limadza taakhkhara al-muslimun wa limadza
taqaddama ghayruhum (mengapa kaum Muslim mundur dan mengapa bangsa lain
maju?).
Seluruh pemikiran dan gagasan yang dikemukakan para pembaharu Islam abad ke-19 berputar pada upaya menjawab pertanyaan di atas.
Adalah ironis, peradaban yang pada masa silam memiliki sejarah gemilang
dan kitab sucinya mewartakan "umat terbaik di dunia" (khayru ummatin
ukhrijat linnas) berada pada titik nadir peradaban. Temuan sains dan teknologi di Eropa sejak abad ke-16 didorong oleh suasana kebebasan dalam masyarakat itu. Tahtawi menganggap kebebasan bukan hanya kunci bagi kebahagiaan, tapi juga bagi keamanan dan kesejahteraan.
Sebab utama keterbelakangan kaum Muslim, menurut Tahtawi, ialah ketiadaan kebebasan itu. Ini sudah terjadi sejak kerajaan Islam di Baghdad (abad ke-12) dan Cordova (abad ke-15) runtuh. Sebaliknya, kebebasan berpikir yang dalam istilah agama dikenal dengan ijtihad justru dimusuhi dan diharamkan. Tahtawi dan para pembaharu Islam abad ke-19 juga
melihat kebebasan individu sebagai langkah awal mewujudkan kebahagiaan
dan sukses yang lebih besar. Yang dimaksud
dengan kebebasan adalah kebebasan politik, suatu keadaan di mana
individu bisa memikirkan dan berbuat sesuatu secara bebas tanpa tekanan
atau larangan penguasa. Yang dimaksud dengan
"penguasa" sebetulnya adalah kepala negara—raja maupun sultan—tapi
dalam pemahaman Tahtawi dan para pembaru awal Islam, "penguasa" adalah
otoritas dalam sebuah kelompok masyarakat yang mampu memengaruhi. Dalam hal ini, tokoh atau lembaga agama yang memiliki pengaruh politik di masyarakat bisa dianggap sebagai "penguasa".Kasus pelarangan terhadap kebebasan yang terjadi di
Mesir kerap melibatkan dua kubu antara kekuasaan agama (yang biasanya
diwakili oleh lembaga al-Azhar) dan para pembaharu Muslim yang umumnya
berada di luar—atau tak sedang menjabat posisi penting dalam—lembaga
itu.
Generasi kedua
Generasi kedua gerakan pembaharuan Islam juga menganggap kebebasan sebagai kunci utama memperbaiki keadaan kaum Muslim.
Para tokoh generasi ini (Muhammad Abduh yang kemudian dilanjutkan oleh
murid setianya: Qassim Amin, Ali Abd al-Raziq, dan seorang murid asal
Indonesia, Muhammad Tahir Djalaluddin) menganggap kebebasan sebagai
modal penting merealisasikan solusi lain. Gerakan ini dipicu oleh munculnya generasi santri
baru yang lebih banyak berkesempatan mempelajari Islam dan melakukan
refleksi lebih serius atas berbagai isu sosial-keagamaan.
Seperti berulang dicatat buku sejarah, tokoh paling penting dalam
gerakan pembaruan ini adalah Nurcholish Madjid, sarjana Islam yang
memiliki semua syarat menjadi pembaharu. Lahir dan tumbuh dari keluarga santri taat, Nurcholish adalah penulis dan pembicara yang baik. Nurcholishlah cendikiawan pertama yang meyakinkan
kaum Muslim Indonesia: menjadi seorang Muslim yang baik tak harus
berafiliasi kepada partai Islam. Memperjuangkan Islam tak harus
lewat lembaga atau partai dengan nama Islam. Baginya, Islam bisa
diperjuangkan dengan berbagai cara, lewat berbagai medium. Pandangan
ini cukup ampuh. Tiga dekade kemudian, dalam dua
Pemilu (1999 dan 2004) tak banyak kaum Muslim yang tertarik dengan
partai Islam dan agenda negara Islam, yang pada tahun 1960-an dianggap
sakral.Harun Nasution, Abdurrahman Wahid, Munawir Sjadzali,
dan Ahmad Syafii Maarif adalah di antara para eksponen pembaruan yang
mewarnai kancah pemikiran Islam dasawarsa 1980-an dan 1990-an.
Semua intelektual ini menganggap diri sebagai penerus cita-cita
kebangkitan (nahdah) dalam semangat Abduh, Qassim Amin, Ali Abd
al-Raziq, dan Muhammad Iqbal. Tulisan dan refleksi mereka tersebar di media massa.
Gagasan pembaruan mereka dikaji dan disebarkan generasi lebih muda di
Universitas Islam Negeri (UIN) maupun Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.
Organisasi (lebih tepatnya gerakan) ini melengkapi
munculnya organisasi Islam serupa yang sudah ada lebih dulu: Rahima,
Lakpesdam, Puan Amal Hayati, Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan
Masyarakat (P3M), dan Lembaga Kajian Agama dan Jender (LKAJ). Sejak awal, JIL diniatkan sebagai payung atau penghubung organisasi Islam Liberal yang ada di Indonesia. Sebagai pemikiran, JIL adalah ujung dari mata rantai gerakan pembaharuan Islam yang sudah berusia lebih dari dua abad.
Orang yang menyadari betapa penting merawat cita-cita nahdah pasti akan
gembira dengan ulang tahun JIL sebab ulang tahun JIL bukanlah perayaan
sekelompok orang, tapi perayaan sebuah gerakan pencerahan bagi umat
Islam di Indonesia. Selamat merayakan ulang tahun JIL. Selamat merayakan kebebasan.
Diterbitkan di: Oktober 23, 2007
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.