Halaman Utama Shvoong > Ilmu Sosial > George Bush dan Dunia Islam

.

George Bush dan Dunia Islam

Summary rating: 3 stars 3 Tinjauan
Pengarang : Zuhairi Misrawi
Summary by : NasrulAzwar
Kunjungan : 103  kata: 600   Diterbitkan di: Oktober 22, 2007
George W Bush dalam kunjungannya ke Indonesia
mengundang tokoh Islam, KH Hasyim Muzadi, Syafii Maarif, dan Azyumardi
Azra dalam pertemuan eksklusif.Beberapa ormas lain sering memberi sinyalemen, baik di
media cetak maupun elektronik, selama AS masih menggunakan kekerasan
atas dunia Islam, sulit rasanya meredam tindak kekerasan serupa atas
simbol AS dan Barat.

Gerakan moderat yang diprakarsai NU-Muhammadiyah,
tokoh Kristiani, Hindu, Buddha dan cendekia Muslim, Nurcholish Madjid
dalam lawatan ke Eropa beberapa waktu lalu membawa pesan yang
menyemangati antimiliterisme dan antiperang.
Kelompok moderat yang sejak awal menentang radikalisme dan terorisme
memandang perang yang dilancarkan AS sebagai bentuk hegemoni dan
imperialisme baru di tengah demokrasi dan pluralisme. AS melihat Muslim Indonesia merupakan satu-satunya oase keberagamaan yang moderat dan transformatif. Indonesia dianggap dapat menjadi pionir gerakan Islam Moderat di Asia Tenggara dan dunia Islam umumnya.Sejak lama, NU dan Muhammadiyah kedua ormas terbesar,
secara eksplisit mengedepankan moralitas dan etika sosial (al-mashlahah
al-’ammah), menjunjung tinggi perdamaian dan keadaban, serta menolak
kekerasan. NU mempunyai doktrin moderatisme
(tawassuth) dan toleransi (tasamuh), sedangkan Muhammadiyah mempunyai
doktrin tauhid sosial dan amar ma’ruf. Secara
doktrinal dan teologis, kedua ormas ini telah mengukuhkan diri sebagai
gerakan keagamaan yang mengutamakan inklusivisme, bukan eksklusivisme; pluralisme, bukan ekstrimisme.Kelapangdadaan dan keterbukaan sejumlah tokoh Muslim
untuk menerima Pancasila sebagai dasar bernegara dan berbangsa
merupakan ijtihad politik yang paling bermakna bagi perjalanan Islam di
kemudian hari.

Pada tahapan ini, Islam mesti dikontekstualisasikan dan diharapkan dapat memberi dorongan moral bagi perubahan sosial.
KH Achmad Siddiq merupakan representasi kiai NU yang secara jelas
menekankan pentingnya tali kebangsaan (ukhuwwah wathaniyyah) dan tali
kemanusiaan (ukhuwah basyariyyah), selain tali keislaman (ukhuwah
islamiyyah).Karena itu, NU dan Muhammadiyah sebagai representasi
Islam Moderat sama sekali tidak tertarik dengan isu "Negara Islam" dan
"Pemberlakuan Syariat", karena yang harus ditonjolkan bukan simbol,
tetapi substansi dari agama itu sendiri. Islam Moderat berpandangan, keterlibatan agama secara
praktis ke dalam negara hanya akan memandulkan nilai luhur yang
terkandung dalam agama karena agama akan menjadi ajang politisasi dan
kontestasi. Karena itu, fungsi agama yang tepat adalah kontrol dan pendorong perubahan sosial, bukan formalisasi yang bersifat kaku.

Islam sebagai agama penebar kasih, cinta dan sayang
(rahmatan li al-’alamien) harus menjadi paradigma yang mengakar di
tengah masyarakat. Hal ini penting guna
meminimalisir pandangan keagamaan yang selalu berwajah sangar dan keras
yang digunakan secara sistematis oleh beberapa kalangan Muslim.
Hanya, yang menjadi tantangan Islam Moderat di masa datang adalah
situasi global yang kian tidak menentu serta menampakkan hegemoni yang
memungkinkan munculnya resistensi kultural yang bersifat radikal dan
anarkis, selain kebijakan politik nasional yang tidak memihak kaum
lemah, seperti gejala penggusuran dan hilangnya pekerjaan bagi sejumlah
buruh perusahaan dan pabrik.Gerakan Islam Moderat akan kian sempurna bila mendapat
"ruang publik" yang memungkinkan terwujudnya wawasan keagamaan yang
terbuka dan damai, yaitu kondisi obyektif yang dapat memayungi keadilan
bagi tiap warga, kesetaraan bagi keragaman suku dan agama, serta
kedamaian di antara pelbagai konflik horizontal.

Ringkasan lain tentang George Bush dan Dunia Islam
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Tambahkan komentar Anda Tidak ada komentar

Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------