• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pertemuan dengan Presiden Bush Membuka Kesempatan Berdialog

.

Pertemuan dengan Presiden Bush Membuka Kesempatan Berdialog

oleh : NasrulAzwar    

Pengarang : Kompas
Sejumlah tokoh agama yang akan bertemu dengan Presiden Amerika Serikat George Walker Bush menganggap pertemuan tersebut bernilai
positif. Di samping itu, kesediaan untuk berdialog mencerminkan juga prinsip yang tidak berprasangka buruk, sekaligus menghormati tamu yang sudah menyatakan niatnya untuk mendengarkan. Persoalan kebijakan luar negeri Amerika Serikat (AS) dalam menangani konflik di Timur Tengah, invasi ke Irak, dan terorisme adalah topik-topik yang akan diketengahkan dalam pertemuan tersebut. Demikian rangkuman percakapan Kompas dengan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Syafii Maarif dan Rektor Universitas Islam Negeri Jakarta Azyumardi Azra di Denpasar, Bali, Selasa (21/10). Kedua tokoh ini beserta Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Hasyim Muzadi dan Ketua Umum Persatuan Gereja Indonesia Nathan Setiabudi akan bertemu dengan Presiden Bush Rabu siang ini. Menurut Syafii, dialog dengan Bush sudah lama dirancang Duta Besar AS untuk Indonesia Ralph L Boyce, yaitu sekitar dua bulan lalu.
Tangan pertama Senada dengan Syafii, Azyumardi Azra juga mengatakan pertemuan ini merupakan sebuah kesempatan untuk memberikan keterangan dari tangan pertama kepada Bush. Sebaliknya, ini juga merupakan kesempatan untuk memperoleh penjelasan dari tangan pertama mengenai kebijakan AS yang mungkin berbeda dari apa yang selama ini diberikan para pembantunya atau berdasarkan laporan media massa. "Selain itu, sesuai dengan prinsip dalam Islam, kita tentunya harus menghormati tamu yang punya niat baik untuk mendengarkan, willing to listen. Islam juga mengajarkan untuk berkomunikasi dengan baik dan bukan dengan berprasangka," katanya.
mempunyai sikap sendiri. Saya percaya melalui dialog selalu akan ada hal-hal yang bisa diluruskan," tuturnya. Kepada Bush, Azyumardi akan menyampaikan, terorisme bertentangan dengan kemanusiaan dan tidak sesuai dengan ajaran Islam. "Namun, di sisi lain, kita juga tak bisa hanya menangkapi orang-orang yang dicurigai. Kita juga harus memberantas akarnya," katanya. Senada dengan tokoh lainnya, Azyumardi juga akan mengetengahkan persoalan Timur Tengah, di mana AS diharapkan bisa bersikap lebih adil, lebih obyektif, dan tidak berat sebelah dalam menyelesaikan konflik Palestina-Israel. Kekerasan Hasyim Muzadi juga menyatakan, pertemuan dengan Bush merupakan kesempatan untuk menyampaikan unek-unek umat Islam.
Pertemuan Bush dengan para tokoh agama ini akan berlangsung setelah Bush terlebih dulu bertemu Presiden Megawati Soekarnoputri di Hotel Patra Bali, Denpasar, pukul 11.15 waktu setempat, dan kemudian menghadiri jamuan makan siang. Setelah itu Presiden AS akan memberikan jumpa pers, lalu beserta istrinya, Laura Bush, langsung melanjutkan perjalanan ke Australia. Cermati secara mendalam Mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), menilai kesediaan tokoh Islam untuk bertemu dan berbincang dengan Bush patut disyukuri. Pasalnya, dalam pertemuan itu berbagai masalah dapat dibicarakan secara langsung oleh pihak yang berkepentingan.
Kesempatan untuk bertemu dan membicarakan pandangan mengenai keterkaitan umat Islam dengan terorisme itu sengaja dilakukan dengan tokoh agama Islam. Alasannya, menurut Gus Dur, para tokoh itu dirasa lebih memahami berbagai hal tentang agama Islam di Indonesia, bukan Pemerintah Indonesia. Mantan Menteri Agama Tarmizi Taher berharap masyarakat tidak emosional berkaitan dengan lawatan Presiden Bush ke Indonesia karena hal itu hubungan diplomatik biasa.
Diterbitkan di: Oktober 21, 2007
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.