Keputusan empat tokoh
agama Islam di Indonesia untuk
menghadiri pertemuan
dengan Presiden Amerika Serikat George W Bush di
Bali tanggal 22 Oktober 2003 bergantung sepenuhnya pada mereka yang
menerima undangan terkait. Dalam kaitan
itu,
Wakil Presiden Hamzah Haz hanya menyarankan agar keputusan tersebut
diambil berdasarkan pertimbangan manfaat yang bisa dipetik dari
pertemuan nanti.
"Yang
ada adalah Islam yang ramah dan menjunjung tinggi nilai moral. Kalau di masyarakat ada yang bertemperamen tinggi, moderat, atau ramah, itu hal biasa. Kita harus melihatnya secara obyektif."
Tidak hadir
Berkaitan dengan undangan tersebut, KH Abdullah Gymnastiar memastikan
dirinya tidak
akan memenuhi undangan pertemuan dengan Presiden Bush.
Pemimpin Pondok Pesantren Daarut Tauhid yang dikenal sebagai Aa Gym itu
akan menyampaikan pandangan dan pikirannya kepada Bush melalui sepucuk
surat.
Saya berharap semoga dengan pertolongan Allah,
saudara-saudara kita yang akan hadir bisa memberi sesuatu yang bermakna
bagi Presiden Bush. Dengan demikian, bisa menjadi bagian penting
dari perubahan kebijakan Presiden Bush, agar lebih menggunakan nurani,
lebih adil," kata Aa Gym lagi.
Dalam suratnya kepada Bush, Aa Gym antara lain mengatakan, "Saya ingin
benar Amerika besar bukan karena persenjataan, bukan karena para
tentaranya, bukan karena bomnya, tetapi Amerika besar karena
keadilannya yang benar- benar adil, dan juga kearifannya. Negara Amerika tidak akan pernah aman dari siapa pun kalau banyak menyakiti orang lain. Rasa aman itu hanya terjadi kalau mereka banyak memberi manfaat, bukan banyak menzalimi yang lain."Ia berharap pihak Kedubes AS dapat memahami bahwa
dirinya tidak mungkin mengingkari janji terhadap jemaahnya untuk
berangkat umrah sesuai dengan rencana, yakni tanggal 22 Oktober 2003.
Namun, secara pribadi, ia mengaku tidak siap bertemu dengan Bush karena
ada kesedihan mendalam di dalam dirinya, melihat akibat dari kebijakan
politik Bush yang tidak adil dan telah mengakibatkan penderitaan bagi
rakyat Irak, Afganistan, dan Palestina. Mereka diserang dan ditangkapi hanya berdasarkan dugaan, prasangka, yang tidak pernah terbukti.Islam adalah agama yang diturunkan sebagai rahmatan lil ’alamin, untuk mengangkat peradaban manusia menjadi lebih baik.
Sehari sebelumnya, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Amien Rais
mendesak agar sebelum menerangkan konsep dan langkah-langkah untuk
menumpas terorisme, Pemerintah Indonesia harus meminta penjelasan
terlebih dahulu kepada Presiden Amerika Serikat George Walker Bush
perihal posisinya dalam menumpas terorisme.Bush mengungkapkan hal itu menjelang lawatannya ke
Asia, termasuk ke Australia dan Indonesia pada 19-23 Oktober 2003
(Kompas, 16/10).
Menurut Amien, maksud kunjungan Bush ke Asia adalah untuk mencari
simpati setelah popularitasnya di Amerika dan Eropa, khususnya Perancis
dan Jerman, merosot tajam.Demikian juga perihal keberadaan senjata pemusnah massal di Irak yang menjadi alasan utama Amerika menginvasi negara tersebut," ujar Amien, Kamis, ketika ditemui di Tasikmalaya, Jawa Barat.
Tidak terbuktinya dua tuduhan Bush di atas, lanjut Amien, menunjukkan
bahwa dia tidak memiliki posisi yang jelas dalam menumpas terorisme. "Oleh karena itu, kita perlu meminta keterangan perihal konsep dan tindakan Bush dalam memerangi terorisme. Setelah itu kita baru menjelaskan kepadanya apa yang telah kita lakukan," kata Amien.Kalaupun ada kekurangan, hal itu terletak pada
minimnya sarana dan personel untuk mengamankan ribuan pulau yang ada di
Indonesia," katanya menambahkan.
Perihal adanya tokoh seperti Aa Gym yang menolak bertemu dengan Bush
saat Presiden Amerika Serikat itu berada di Indonesia, Amien menilai
bahwa sikap tersebut tidak tepat waktu dan tidak cukup arif.
Sebab, sifat dari pertemuan yang akan dilakukan dengan Bush hanyalah
kosmetik sehingga tidak akan ada hal-hal subtansial yang akan diperoleh.
Ringkasan lain tentang okoh Agama Islam Bebas Bersikap