• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Integritas dalam Kesusastraan

.

Integritas dalam Kesusastraan

oleh : NasrulAzwar    

Pengarang : Radhar Panca Dahana
Sebagaimana banyak bidang kehidupan lainnya, kehidupan dalam sastra juga memiliki romantikanya sendiri.
Baik itu romantika
yang berlangsung secara internal, di dalam diri atau
lingkungan terbatas sastra itu sendiri, maupun romantika yang
berhubungan dengan kehidupan eksternal sastra, seperti kehidupan
politik, sosial, ekonomi, hukum, dan bagian kebudayaan lainnya.berlaku umum, tentu saja. Tak hanya di Jakarta, tapi juga di kota-kota lain, juga di banyak negara lain.
Bagaimanapun, sebagai sebuah bidang kehidupan, sastra juga memiliki
posisi, peran, dan fungsi strategis yang dapat secara praktis digunakan
untuk menciptakan ”kekuasaan” atau meraih akses pada fasilitas sosial
dan ekonomi yang ada.Satu kegiatan tersendiri, yang kadangkala begitu
dominan, bahkan merasuki, menjadi ”racun” bagi kreativitas yang menjadi
variabel paling penting dalam sastra. Satu hal
sebagai contoh, seorang sastrawan muda, yang masih marjinal dan
ber-”kasta” rendah, yang baru saja masuk dan mengenal percaturan sastra
”kelas menengah dan tinggi”, akan dengan cepat tergiur dengan imbalan
legitimasi serta materi (uang) yang ditawarkan oleh satu kelompok
kepentingan tertentu.
Integrasi dan integritas
Dengan adanya diskursus di atas, sebuah ”penglihatan” sendiri dan
tersendiri, terhadap dunia dan khazanah literer sendiri, dapat
diharapkan muncul dan akhirnya membantu sebagian orang (sastrawan) yang
sangat membutuhkan apa yang sering disebut sebagai ”identitas
kesusastraan Indonesia”, misalnya.
Jika separasi berlangsung terus sebagaimana terurai di awal hingga
pertengahan tulisan ini, masyarakat sastra kita bisa dipastikan akan
menjadi pucuk daun yang diayun oleh kekuatan-kekuatan sosial yang ada
di luarnya (partai politik atau uang, misalnya).Wacana intelektual yang dimaksud di sini memang pada
akhirnya adalah wacana identifikatif dalam dunia dan kehidupan bangsa
yang belakangan memang bersengkarut karena ketidakpastian eksistensi,
tindihan hidup yang memberat, dan kerancuan atau kegamangan menghadapi
perubahan zaman yang begitu tinggi percepatannya.
Satu kesemrawutan yang pada mulanya menciptakan dislokasi dan
disorientasi, dan pada akhirnya melenyapkan integritas para pemuka
(elite)-nya, juga publik pada umumnya.
Integritas dalam sastra menjadi begitu vital dan kritis saat ini,
lantaran kelangkaan hal itu membuat sastra invalid dalam memberikan
kontribusi positif bagi pertumbuhan bangsa ini, dalam kompetisi dunia
yang semakin keras dan ketat.
Adanya integritas sastra, yang berdampak pada kemampuan dan kekuatan
bahasa serta dunia simbol kita, tentu saja akan sangat membantu
mempertegas dan konsistensi langkah kemajuan dari setiap elemen negeri
ini.
Integritas personal baik dalam kalangan sastra itu
sendiri maupun di luarnya, mau harus kita titi dengan kesungguhan,
ketekunan, stamina fisik, dan mental yang sumber- sumbernya dapat
digali dari khazanah adat dan tradisi kita yang padat dan kaya.
Diterbitkan di: Oktober 19, 2007
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.