Halaman Utama Shvoong > Ilmu Sosial > Terbebas dari Piciknya Kekuasaan

.

Terbebas dari Piciknya Kekuasaan

Pengarang : Kompas
Summary by : NasrulAzwar
Kunjungan : 44  kata: 300   Diterbitkan di: Oktober 19, 2007
DI-PERSONA non-grata harus meninggalkan Sri Lanka
dalam waktu 2 x 24 jam, Hersri Setiawan (68) tiba kembali di Jakarta
pada 24 Agustus 1965. Keputusan itu adalah
kelanjutan penutupan Biro Pengarang Asia-Afrika di Colombo, di mana
Hersri sejak tahun 1961 bekerja di biro tersebut mewakili Lembaga
Kebudayaan Rakyat (Lekra).idup sebagai tahanan politik (tapol), mula-mula Hersri
ditahan di tempat penahanan operasional, kemudian di Salemba dan
Tangerang sampai dipindahkan ke Inrehab Pulau Buru (1969-1978).
Enam bulan pertama sepulang dari Buru, Hersri memenangi dua hadiah
penulisan esai. Yang satu, untuk lomba esai yang diselenggarakan
majalah Prisma, lainnya oleh Dewan Kesenian Jakarta.
Sesudah itu, dia menulis di berbagai koran, sampai akhirnya ada
larangan penerbit memuat tulisan-tulisan eks tapol, termasuk Hersri.Tahun 1981-1984 Hersri bekerja sebagai anggota redaksi
di sebuah penerbit referensi dengan hasil antara lain Ensiklopedi
Indonesia, 7 jilid.
Lahir dari keluarga priayi di Yogyakarta dari tujuh bersaudara, 3 Mei
1936, Hersri sejak mahasiswa di Fisipol UGM (1955-1961) sudah menekuni
dunia tulis-menulis. Masih ada tiga naskah bukunya yang belum terbit: Empat
Lakon Henri Ibsen, Savanajaya Desa Tapol Indonesia, Puisi dan Esai
Sastra dan Budaya yang Berserakan.
Menikah pada bulan Desember 1981 dengan Jitske Mulder, seorang Belanda,
dan pada Januari 1981 lahir anak mereka, Ken Maijtje Prahari, keluarga
Hersri selama beberapa tahun tinggal di Tebet. Pada tahun 1987 keluarga Hersri pindah ke Belanda untuk keperluan pengobatan Jitske. Jitske meninggal tahun 1989, dan kini jenazahnya dimakamkan di Kockengen. Dengan nama pena Ruth Havelaar, Jitske menulis Quattering yang diterjemahkan Hersri menjadi Selamat Tinggal Indonesia (2002).

Ken sudah hampir selesai dari jurusan sejarah dan kebudayaan Indonesia dan Oceania di Universitas Leiden. "September nanti wisuda," katanya.

Sampai sekarang Hersri terus menulis, sebelumnya pernah bekerja di Universitas Leiden sebagai penerjemah. Kebiasaan menyambangi nisan istrinya dibenarkan Murbandono, rekannya, yang bekerja di Radio Hilversum.

Ringkasan lain tentang Terbebas dari Piciknya Kekuasaan
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Tambahkan komentar Anda Tidak ada komentar

Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------