Halaman Utama Shvoong > Ilmu Sosial > Dukun dan Dokter dalam Sastra Indonesia:("Literature and Medicine" - Sebuah Studi)

.

Dukun dan Dokter dalam Sastra Indonesia:("Literature and Medicine" - Sebuah Studi)

Summary rating: 2 stars 2 Tinjauan
Pengarang : Katrin Bendel
Summary by : NasrulAzwar
Kunjungan : 186  kata: 600   Diterbitkan di: Oktober 18, 2007
SEKILAS pandang, sastra tampaknya tidak ada
hubungannya dengan pengobatan atau dengan penyakit, dan bidang
kedokteran (medicine) dan sastra (literature) jarang dihubungkan satu
sama lain. Di samping itu, keadaan sakit sebagai salah satu
pengalaman manusia yang paling hakiki sudah dari dulu merupakan motif
yang banyak dapat ditemukan dalam karya sastra, dan karena itu juga
sangat layak dan perlu diteliti dalam kritik sastra.
Yang paling dominan di antaranya adalah pengobatan
asli Indonesia (yaitu sistem pengobatan etnis tiap daerah yang pada
umumnya termasuk humoral medicine dan memiliki elemen-elemen magis) dan
pengobatan biomedis/Barat. Pluralisme ini
membawa berbagai macam persoalan, terutama karena sistem kesehatan yang
resmi (puskesmas, rumah sakit, pendidikan kedokteran di universitas,
dan sebagainya) hampir seutuhnya berpegang pada sistem biomedis,
sedangkan sistem pengobatan yang paling dikenal dalam masyarakat
tetaplah pengobatan asli Indonesia (tradisional).
Sampai sekarang kebanyakan tulisan dalam bidang
literature and medicine merupakan studi tentang karya sastra Eropa dan
Amerika Serikat yang hampir selalu berfokus pada sistem pengobatan
biomedis yang dominan di Barat. Memang ada
beberapa studi yang bersangkutan dengan sistem pengobatan nonbiomedis,
tetapi konflik antardua sistem yang berbeda jarang dijadikan fokus,
begitu juga dalam artikel-artikel tentang motif penyakit dalam sastra
Indonesia yang saya sebut di atas.

Pada zaman Zola menulis novelnya itu terdapat perdebatan yang cukup
sengit antara gereja Katolik (yang meyakini terjadinya
keajaiban-keajaiban berupa penyembuhan spontan berkat campur tangan
Yang Maha Kuasa di Lourdes) dengan dokter dan ilmuwan (yang tidak
percaya akan adanya keajaiban semacam itu dan mengemukakan penjelasan
alternatif tentang penyembuhan yang terjadi di Lourdes).
Dalam konteks itu Zola dengan tegas menyatakan pendapatnya melalui
novelnya bahwa "keajaiban" yang terjadi di Lourdes sebetulnya dapat
dijelaskan secara medis sebagai sesuatu yang alami dan tidak ada
ajaibnya.
Dalam sistem pengobatan asli Indonesia, penyakit
biasanya diklasifikasikan sebagai penyakit yang "biasa" (alami) dan
"luar biasa" (disebabkan oleh kekuatan gaib), sedangkan ilmu kedokteran
biomedis tidak mengenal penyakit yang "luar biasa" seperti itu.
Lalu apakah dalam karya sastra Indonesia kita menemukan pernyataan
pendapat pengarang yang tegas seperti dalam Lourdes tentang apakah
kekuatan-kekuatan gaib yang dipercayai dan digunakan dalam pengobatan
tradisional di Indonesia itu benar-benar nyata atau hanya tahayul
belaka?

Pengobatan biomedis masuk ke Indonesia sebagai bagian
dari budaya kolonial, dan itu berarti pengobatan tersebut dari awal
sudah dipresentasikan sebagai yang paling baik, yang paling benar, yang
"modern". Kalau dalam kasus Lourdes sulit
dibayangkan bagaimana Zola mesti menulis novel seperti itu tanpa
mengutarakan pendapatnya tentang debat yang sedang berlangsung, maka
pada novel Ni Rawit justru sebaliknya: sikap menghindar dari pernyataan
tegas tentang ilmu gaib terasa wajar dan masuk akal karena keputusan
untuk melukiskan ilmu gaib sebagai tahayul ataupun sebagai kekuatan
yang nyata masing-masing terlalu berisiko.
Apa yang dilakukan Zola itu sebetulnya mewakili apa
yang terjadi dalam masyarakat Eropa pada umumnya pada zaman tersebut:
Peran ilmu pengetahuan dan pandangan hidup yang rasionalis dan sekuler
makin besar, sedangkan kepercayaan pada "keajaiban", pada "yang gaib"
(dan juga pada agama) makin terdesak dan menghilang.
Ini merupakan sebuah proses yang panjang, di mana dengan makin majunya
ilmu pengetahuan, kepercayaan pada hal-hal yang gaib, agama, dan
berbagai kepercayaan tradisional yang lain makin dinilai "tidak masuk
akal" karena tidak dapat dibuktikan secara "ilmiah".

Ringkasan lain tentang Dukun dan Dokter dalam Sastra Indonesia:("Literature and Medicine" - Sebuah Studi)
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Tambahkan komentar Anda Tidak ada komentar

Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------