Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Sastra Nusantara Masih Didominasi Sastra Lisan

Sastra Nusantara Masih Didominasi Sastra Lisan

oleh: NasrulAzwar     Pengarang : Kompas
ª
 
Menilai kegiatan sastrawan masuk sekolah bisa menimbulkan apresiasi menyesatkan di kalangan anak-anak di sekolah sungguh tidak berdasar. Sebab, harus diingat bahwa dalam karya-karya sastra yang dikenal di Nusantara ini masih dominan sastra lisan, bukan sastra dalam bentuk teks buku. Jika ada anggapan karya-karya sastra dalam bentuk buku yang harus diperbanyak di sekolah-sekolah, tentu saja bagus, tetapi itu tidaklah menjadi satu-satunya faktor untuk memperkenalkan karya sastra kepada siswa. "Di Indonesia ini seharusnya yang diperpadukan adalah karya sastra teks buku dan sastra lisan. Sebab, sastrawan masuk sekolah justru bisa menimbulkan kekeliruan, yakni apresiasi yang menyesatkan di kalangan peserta didik. Bila masyarakat buta sastra, kalau itu memang sebuah kenyataan, maka yang perlu diperhatikan pemerintah adalah perihal ketersediaan buku-buku karya sastra di perpustakaan sekolah. Tahun ini, program yang disponsori The Ford Foundation ini juga dilaksanakan di Sumatera dengan mengambil lokasi di sembilan daerah, seperti Batam, Pekanbaru, Tanjungpinang, dan pertemuan terakhir, pekan depan, di Bukit Tinggi, Sumatera Barat. Adapun sastrawan yang ikut menjadi pembicara di antaranya Taufiq Ismail, Sutardji Calzoum Bachri, Taufik Ikram Jamil, Ediruslan Pe Amanriza dan Hamid Jabbar.
Diterbitkan di: 18 Oktober, 2007   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apakah sudah terlaksanakan? Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.