Selama mengabdikan diri sebagai pengajar dan guru
besar di Universitas Udayana, Bali, Prof Bagus-demikian panggilan akrab
almarhum-tidak hanya mendidik mahasiswa dan menghasilkan berpuluh-puluh
hasil penelitian ilmiah, tetapi juga memelopori pendirian Jurusan
Antropologi di Fakultas Sastra Universitas Udayana, Bali.
Dalam lingkup akademi, Prof Bagus merupakan putra
Bali yang pertama
meraih gelar doktor antropologi dan sekaligus menjadi guru besar
pertama dalam Ilmu Antropologi Budaya di Universitas Udayana, Bali.
Pembicara lain di antaranya Prof Dr Hari Purwanto
dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Ir Putu Rumawan Salain MSi dari
Universitas Udayana, dan Dr Emiliana Mariyah MS dari
Kajian Budaya
Universitas Udayana.
Sementara pembicara lainnya, Putu Rumawan Salain
menilai, pendirian program pascasarjana tersebut merupakan bagian dari
upaya Prof Bagus menjawab kegelisahan dalam pencarian dan menemukan
jati diri.
Dalam konteks kebalian, ujar Rumawan, hal itu merupakan upaya Prof
Bagus melahirkan pemikir dan perancang cetak biru kebudayaan Bali dalam
perubahan dan pembangunan Bali.
MELALUI Program Studi Magister (S2) Kajian Budaya yang didirikan dan
diketuai Prof Bagus sejak 1996 dan disusul pendirian Program Studi
Doktor (S3) Kajian Budaya pada 2001, almarhum Prof Bagus
dengan gencar
menyemaikan kajian budaya mazhab Bali dengan pendekatan
bentuk-fungsi-makna (form-function-meaning).
Senada dengan Emiliana, Geriya menguraikan, upaya Prof
Bagus dalam menyadarkan dan mencerdaskan masyarakat dilakukannya
melalui wacana intensif tentang tiga post, yaitu postmodernisme,
pascatradisi (post tradition), dan manusia pasca-Bali.
"Pesan dan makna akademik dari proses transmisi
pemikiran dan monumen
Prof Bagus adalah perluasan, peningkatan, dan penganekaragaman
gagasan-gagasan beliau melalui jalur Tri Dharma Perguruan Tinggi," papar Geriya.
Melalui jejaring dan kedekatan kontak akademik dengan
para sarjana dan antropolog Barat, Prof Bagus dengan langkah pasti
mendirikan Program Studi Kajian Budaya di Universitas Udayana.
"Jadilah pewahyu rakyat."
Kutipan pidato Presiden RI Ir Soekarno saat peresmian pendirian
Fakultas Sastra Udayana tersebut menjadi motor pemikiran dan
kegelisahan Prof Bagus selama pengabdiannya di Universitas Udayana.
Ringkasan lain tentang Kajian Budaya, Rumah Pemikiran Ilmiah Prof Bagus