• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Suryadi, Kekayaan Minangkabau di Negeri Orang

.

Suryadi, Kekayaan Minangkabau di Negeri Orang

oleh : NasrulAzwar    

Pengarang : Yurnaldi
SETIAP kali pulang ke Ranah Minang, Sumatera, isi tas ransel Suryadi selalu saja tambah padat. Ia seakan tak peduli dengan
isi tas yang beratnya hampir setara dengan bobot badannya.
Ia mau berberat-berat karena isi tasnya sesuatu yang amat berharga dan
boleh dikatakan langka, yaitu sejumlah hasil penelitiannya tentang
"kekayaan" Minangkabau di negeri orang.Hasil penelitian yang membawanya meraih gelar master
of art di Universiteit Leiden, Belanda, tahun 2002, itu ingin
diterbitkan dalam bentuk buku, dibiayai sendiri dari uang tabungannya,
hasil "menularkan" ilmu di Faculteit der Letteren (Fakultas Sastra)
Universiteit Leiden. Dalam Syair Sunur: Suntingan Teks, Konteks, dan
Pengarang, Suryadi yang juga ahli transliterasi (penyalinan dengan
penggantian huruf dari abjad yang satu ke abjad yang lain dan dalam hal
ini dari abjad Arab (Melayu) ke abjad Latin) coba merekonstruksi imbas
gerakan Paderi (sekitar tahun 1803-1838) di pantai barat Sumatera,
khususnya di rantau Pariaman, jantung pertahanan kaum konservatif
(tarekat Syattariyah atau ordo Ulakan, sekitar 1785 dan 1790) di
Minangkabau.
Selain itu, Syair Sunur adalah syair yang cukup tua
berciri otobiografis yang pernah ditulis orang Minangkabau, yang dalam
konstruksi puitisnya masih memperlihatkan ciri sastra lisan (pantun)
Minangkabau di satu sisi dan pengaruh sastra Arab (Islam) di sisi lain.Di Jawa, misalnya, sudah lama terdengar keluhan
tentang kurangnya perhatian terhadap naskah pesisiran karena anggapan
bahwa naskah pesisiran yang beraksara pegon dinilai lebih rendah
nilainya daripada naskah keraton wilayah Yogyakarta dan Solo yang
dinilai adiluhung.
Dewasa ini, lanjutnya, di kalangan peneliti naskah Nusantara klasik,
khususnya kalangan filolog, naskah "pinggiran" seperti syair Melayu dan
genre singir yang berkembang di kalangan masyarakat santri di pantai
utara Jawa, belum dikenal luas.
Diterbitkan di: Oktober 13, 2007
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.