Apakah yang kurang dari seorang Neil Randall (Gerard Butler)?
Laki-laki tampan
dengan karier yang terus menanjak, istri
yang nyaris
sempurna, Abby (Maria Bello), anak tengah lucu-lucunya, Sophie (Emma
Karwandy). gah lucu-lucunya, Sophie (Emma Karwandy).
ari luar, Neil pun nyaris sempurna sebagai seorang suami dan ayah. Namun, ada
sebuah permainan yang ia sembunyikan di balik kesempurnaan itu.
Berawal
ketika Abby yang ingin bersenang-senang di hari ulang tahunnya,
sementara Neil tidak bisa menemani karena harus menghadiri undangan
dari sang bos ke luar kota untuk membicarakan pekerjaan.Berdua berada di mobil, tiba-tiba muncul Ryan (Pierce
Brosnan) dari jok belakang, dengan sebuah pistol di tangannya, serta
sebuah ponsel di sakunya. Dengan pistol itu ia
bisa saja membunuh Neil atau Abby, dengan ponsel itu ia bisa saja
menelepon pengasuh Sophie untuk melakukan sesuatu terhadap anak mereka. Si peneror tidak membutuhkan apa pun, kecuali ingin agar mereka lebih menghargai apa yang mereka miliki. Si peneror itu sakit jiwa, atau bisa jadi memiliki pengalaman yang sangat menyakitkan dari orang-orang seperti Neil atau Abby.
Tidak ada yang mengetahui motif Ryan sampai ketika ia membawa Neil dan Abby menuju sebuah rumah peristirahatan di kaki gunung.
Dengan sebuah pistol, Neil dipaksa membunuh orang yang berada di dalam rumah itu.Tapi, siapa yang menyangka bahwa itu justru menjadi awal teror baru bagi Neil. Orang yang berada di dalam sana adalah Judy (Claudette Mink) sekretaris di kantor Randall yang ia selingkuhi.
Dan siapa pula yang menyangka bahwa Ryan adalah suami Judy, bahwa Abby
juga mengetahui perselingkuhan ini, bahwa ini hanyalah sebuah
konspirasi.
Atau ketika rekan Neil nyeletuk, “Apakah Abby tahu
bahwa kau tidak sesempurna ini?” Dan di akhir film, puzzle itu bersatu
membentuk sebuah gambar jelas tentang konspirasi di balik teror itu.
Yang membuat film ini menjadi lebih hidup adalah kehadiran Pierce Brosnan yang apik memerankan seorang penjahat “manusiawi”. Ia memperlihatkan wajah bengisnya sejak bertemu dengan Neil, namun begitu salah tingkah ketika bertemu putranya di jalanan. Di situ, sisi manusia seorang penjahat terbaca jelas. Tapi, ia adalah manusia yang dipermainkan Neil, sama seperti Abby yang dipermainkan Judy.