Pada
tahun 1971 ia mengikuti pendidikan tentang
didaktik
bahasa di University of Pittsburg, Amerika Serikat, dan
Pada tahun 1973 mengikuti summer school sekaligus
menjadi visiting scholar
di University of Michigan Ann Arbor, Amerika Serkat.Pada tahun 1961 ia mulai mengabdi di Universitas
Indonesia dan mendapat tugas mengajar sejarah
linguistik dan linguistik
historis komparatif Austronesia pada tahun 1963.
Setahun kemudian Harimurti mengajar di Universitas Atma Jaya dan di
pelbagai perguruan tinggi di Jakarta dan Yogyakarta, termasuk di
Sekolah Staf dan Komando Angkatan
Laut, Universitas Gadjah Mada. Ia juga pernah dan masih menjadi external examiner di
Universiti Malaya, Universiti Putra Malaysia, Annamalia University
(India), dan Universiti Brunei Darussalam. Di
Universitas Indonesia ia juga pernah menjadi Ketua Jurusan Sastra
Indonesia dua kali dan menjadi Koordinator Bidang Ilmu Budaya Program
Pascasarjana selama dua periode.
Beberapa penelitian lapangan pernah juga
dilaksanakannya, antara lain penelitian sosiolinguistik di Jakarta
dalam rangka kerja sama Stanford University dan Universitas Indonesia
pada tahun 1969. Selain penelitian
sosiolinguistik, Harimurti juga pernah mengadakan penelitian mengenai
bahasa Melayu Riau di Pulau Bintan dan Pulau Lingga, lalu melanjutkan
penelitiannya mengenai bahasa Orang Laut di Kepulauan Riau dan mengenai
bahasa Orang Sakai di Riau Daratan dari tahun 1969 sampai dengan 1972
Penenlitian ini disponsori oleh Lembaga Research Kebudayaan Nasional
LIPI.Di antara buku-buku yang pernah ditulisnya ialah Kamus
Linguistik, Kelas Kata dalam Bahasa Indonesia, Pembentukan Kata dalam
Bahasa Indonesia, Masa Lampau Bahasa Indonesia:Sebuah Bunga Rampai,
Introduction to Word Formation and Word Classes in Indonesian, Wiwara:
Pengantar Bahasa dan Kebudayaan Jawa. Makalah
penting
terkini yang beredar di luar negeri berjudul "The Sanskrit legacy in
Indonesia today" yang disajikannya dalam 11th World Conference of
Sanskrit di Turino Italia pada 3 April 2000, dan "Paradigma semiotik
dalam linguistik Melayu/Indonesia" yang disajikan di Universiti Putra
Malaysia pada 22 Oktober 2001.Ia juga menjadi salah seorang anggota International
Committee on Indonesian Etymology, Ketua Himpunan Pembina Bahasa
Indonesia yang pertama (2 periode), dan Ketua Masyarakat Linguistik
Indonesia 2 periode. Sampai sekarang ia masih
menjadi profesor teori linguistik dan Bahasa Indonesia dan Kepala Pusat
Leksikologi dan Leksikografi di Universitas Indonesia; dan pada 1 Desember 1999 ia mulai menjabat Rektor Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya.
Ringkasan lain tentang Harimurti Kridalaksana