Aoh
Karta Hadimadja, yang sering menggunakan nama saraman Karlan Hadi ini, lahir di Bandung
pada tanggal 15 September 1911. Ia adalah putra seorang patih di Sumedang, Jawa Barat.
Meskipun hampir sepertiga masa hidupnya dihabiskannya di luar negeri,
Aoh termasuk tokoh sastrawan Indonesia yang patut dicatat dalam sejarah
sastra Indonesia (Teeuw, 1978).
Pada
tahun 1971, setelah lebih kurang dua puluh tahun tinggal di negeri orang (1952--1971), ia kembali ke Indonesia. Namun, belum genap tiga tahun tinggal di Indonesia, Aoh sudah dipanggil oleh Tuhan Yang Mahakuasa.
Pada tanggal 17 Maret 1973, karena penyakit darah tingginya tidak dapat
lagi diatasi, Aoh meninggal dunia
dengan meninggalkan seorang istri dan
empat orang anak.
Konon, saat ia dirawat di Sanatorium, Cisarua, Bogor
(karena penyakit paru-parunya), ia banyak membaca buku-buku sastra dan
agama. Pekerjaan
itu dijalaninya sampai dengan tahun 1939, saat ia harus dirawat di Sanatorium, Cisarua, Bogor.
Untuk menambah pengetahuannya di bidang sastra, pada zaman Jepang Aoh menggabungkan diri pada Pusat Kebudayaan di Jakarta. Di Pusat Kebudayaan itu Aoh bekerja
sebagai penerjemah kesusastraan Sunda klasik.
Pada tahun 1949--4952 Aoh tinggal di Sumatra untuk melakukan penyelidikan budaya. Sepulangnya dari Sumatra, ia sempat bekerja di Balai Pustaka (sebagai redaktur) selama beberapa bulan.
Bahkan, sempat pula ia menghadiri pesta perayaan kemerdekaan Malaysia di Kuala Lumpur. Setelah itu, ia kembali mengembara ke Eropa. Kali ini ia tinggäl di London dan bekerja sebagai penyiar radio BBC. Pekerjaan tersebut dijalaninya hingga tahun
1970.
Selain pekerjaan tetap sebagai penyiar radio BBC, selama di Eropa Aoh
juga pernah mengadakan pertemuan dengan tokoh-tokoh sastra Indonesia
yang kebetulan sedang melawat ke London.
Sepulangnya kembali di Indonesia, Aoh bekerja sebagai redaktur di penerbit Pustaka Jaya. Pekerjaan itu dijalaninya hingga akhir hayatnya. 17 Maret 1973.
Bakat kepengarangan Aoh dapat tumbuh dengan subur saat ia dirawat di Sanatorium, Cisanua, Bogor.
Sajak-sajak itu kemudian diterbitkan oleh Balai
Pustaka pada tahun 1950 dalam satu kumpulan yang diberinya judul Zahra
(buku ini pada tahun 1971 dicetak ulang oleh Pustaka Jaya dengan judul
baru, Pecahan Ratna).
Dari sana ia banyak mengirimkan esainya tentang
berbagai corak puisi penyairpenyair muda yang dimuat di berbagai
majalah, seperti Budaya Jaya, Horison, dan Indonesia Raya. Setelah tinggal satu tahun di Indonesia, pada tahun 1972 Aoh mendapat anugerah seni dari Pemerintah Indonesia (Soekardi, 1972).
Dan, untuk mengenang jasa-jasanya, sejak tahun 1976 BBC London, Seksi
Indonesia, selalu mengadakan sayembara penulisan sajak dengan nama
“Sayembara Sajak BBC guna memperingati Aoh Karta Hadimadja”.
Ringkasan lain tentang Aoh Karta Hadimadja