Terdapat perbedaan antara tafsiran semantis
verba P-i yang ber-P ajektiva
dengan verba P-kan yang ber-P ajektiva.
3 Pembahasan
3.1
Makna Lokatif Hasil pengamatan menunjukkan bahwa sebagian besar verba P-i baik yang
ber-P verba maupun yang ber-P nonverba, adalah verba monotransitif yang
objeknya merupakan lokasi/tempat atau tujuan berlakunya perbuatan yang
disebutkan oleh P.
Oleh karena itu, apa yang dinyatakan oleh Sasrasoegonda (1917) dalam
menjelaskan salah satu jenis verba P-i, yaitu bahwa sufiks -i "dapat
diganti dengan preposisi di, pada, kepada, ke atas, ke dalam, dsb",
pergantian
seperti ini, pada dasarnya, berlaku bagi seluruh verba P-i.
Meskipun pada beberapa verba P-i tertentu pergantian tidak
dapat dilakukan secara langsung (sufiks -i langsung diganti dengan preposisi
lokatif), verba-verba ini masih dapat diparafrase dengan konstruksi
lain yang menggunakan preposisi lokatif.
Verba P-i yang terbentuk dari P verba hanya mempunyai
satu tafsiran, yakni melakukan/merasakan (meN-) apa yang disebut oleh
pangkal (P) ke/di/pada (dan/atau preposisi lokatif yang lain) objek
(O), disingkat T-1: meN-P ke O.
Adapun verba P-i yang ber-P adverbia, yang tampaknya
hanya sebuah saja itu, yakni hampiri, tafsirannya mirip dengan T-3b,
yaitu menempatkan diri seperti yang disebutkan oleh P pada O, disingkat
T-4: menempatkan diri (seperti) P pada O.
Dilihat dari segi
situasi (struktur waktu internal)
yang diungkapkannya, verba P-i yang ber-P verba (periksa T-1 di muka),
ternyata berbeda dari situasi yang digambarkan verba P-nya.
Dengan perkataan lain, dalam perpaduannya dengan verba P, selain
membentuk verba bermakna lokatif, sufiks -i juga memodiikasi situasi
verba tersebut demikian rupa sehingga dihasilkan bermacam-macam makna
aspektualitas, sesuai dengan keragaman makna aspektualitas inheren
verba P-nya masing-masing.
Selain pada verba P-i yang ber-P pungtual, makna
distributif terdapat pula pada verba P-i yang P-nya berupa verba
aktivitas (atelik) yang dapat menjadi telik jika berpadu dengan objek
terikat (bounded nominals), seperti verba bakar, buat, baca, tulis,
makan, dll.
Makna Kooperatif Kalau verba aktivitas (atelik) tipe
bakar yang berpadu dengan sufiks -i menggambarkan situasi
kedistributifan (menuntut banyak objek), maka verba aktivitas seperti
hujan, banjir, dan kerubut dalam perpaduannya dengan sufiks -i
menggambarkan situasi kekooperatifan, yakni menuntut subjek yang banyak
yang secara bersama-sama melakukan perbuatan yang sama.
Makna Terminatif
Verba P-i yang P-nya berupa verba pungtual yang menyatakan kan mutasi
subjek atau objek, seperti datang, masuki, kenai, jatuhi, bubuhi,
kunjungi, temui, kirimi, dll, menggambarkan situasi terminatif, yakni
menyatakan bahwa apa yang disebutkan oleh P benar-benar mencapai tempat
tujuannya. Jadi, verba P-i jenis ini dapat mengandung arti
4) meN-P (sampai) ke O
seperti yang tampak pada kalimat berikut.
Makna Progresif
Verba P-i yang berpangkal verba aktivitas (atelik) tak transitif
seperti turun, naik, lewat, alir, selidik, tangis, dll dan verba statis
(atelik) seperti duduk, diam, berbaring, telungkup, telentang, tidur,
hadir, tumpang, tinggal, genang, ajar, eram, hias, halang, lindung, dll
mengandung makna progresif, yakni menggambarkan situasi yang
keberlangsungannya bersifat sementara.
Makna ini dapat diamati pada kemungkinan dilakukannya pergantian sufiks
-i dengan pemarkah aspektualitas progresif sedang dan, dengan demikian,
dapat ditafsirkan dengan sedang melakukan sesuatu yang disebut oleh
pangkal di/ pada/bagi objek, disingkat 5) sedang P/bertindak sebagai
P/beR-P di/bagi O,
seperti pada kalimat berikut.
Makna lokatif pada verba P-i itu, yang manandai hampir
keseluruhan verba P-i, kecuali verba P-i beku, dan kelokatifannya
ternyata pada kegramatikalan lima macam tafsiran yang berupa kalimat
yang menggunakan bermacam-macam preposisi yang bermakna lokatif, makna
gramatikal itu adalah makna umum (invarian) yang menandai kesel;uruhan
jenis verba tersebut.
Perbedaan-perbedaan makna aspektualitas itu bersumber
dari perbedaan kategori pengisi P dan perbedaan subkelas verba (yang
berbeda satu dari yang lain berdasarkan perbedaan makna aspektualitas
inheren verba).
Ringkasan lain tentang MAKNA GRAMATIKAL VERBA P-i DALAM BAHASA INDONESIA