Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>MAKNA GRAMATIKAL VERBA P-i DALAM BAHASA INDONESIA

MAKNA GRAMATIKAL VERBA P-i DALAM BAHASA INDONESIA

oleh: NasrulAzwar     Pengarang: Prof.Dr.Moh.Tadjuddin; MA
ª
 
Terdapat perbedaan antara tafsiran semantis verba P-i yang ber-P ajektiva dengan verba P-kan yang ber-P ajektiva. 3 Pembahasan 3.1 Makna Lokatif Hasil pengamatan menunjukkan bahwa sebagian besar verba P-i baik yang ber-P verba maupun yang ber-P nonverba, adalah verba monotransitif yang objeknya merupakan lokasi/tempat atau tujuan berlakunya perbuatan yang disebutkan oleh P. Oleh karena itu, apa yang dinyatakan oleh Sasrasoegonda (1917) dalam menjelaskan salah satu jenis verba P-i, yaitu bahwa sufiks -i "dapat diganti dengan preposisi di, pada, kepada, ke atas, ke dalam, dsb", pergantian seperti ini, pada dasarnya, berlaku bagi seluruh verba P-i. Meskipun pada beberapa verba P-i tertentu pergantian tidak dapat dilakukan secara langsung (sufiks -i langsung diganti dengan preposisi lokatif), verba-verba ini masih dapat diparafrase dengan konstruksi lain yang menggunakan preposisi lokatif. Verba P-i yang terbentuk dari P verba hanya mempunyai satu tafsiran, yakni melakukan/merasakan (meN-) apa yang disebut oleh pangkal (P) ke/di/pada (dan/atau preposisi lokatif yang lain) objek (O), disingkat T-1: meN-P ke O. Adapun verba P-i yang ber-P adverbia, yang tampaknya hanya sebuah saja itu, yakni hampiri, tafsirannya mirip dengan T-3b, yaitu menempatkan diri seperti yang disebutkan oleh P pada O, disingkat T-4: menempatkan diri (seperti) P pada O. Dilihat dari segi situasi (struktur waktu internal) yang diungkapkannya, verba P-i yang ber-P verba (periksa T-1 di muka), ternyata berbeda dari situasi yang digambarkan verba P-nya. Dengan perkataan lain, dalam perpaduannya dengan verba P, selain membentuk verba bermakna lokatif, sufiks -i juga memodiikasi situasi verba tersebut demikian rupa sehingga dihasilkan bermacam-macam makna aspektualitas, sesuai dengan keragaman makna aspektualitas inheren verba P-nya masing-masing. Selain pada verba P-i yang ber-P pungtual, makna distributif terdapat pula pada verba P-i yang P-nya berupa verba aktivitas (atelik) yang dapat menjadi telik jika berpadu dengan objek terikat (bounded nominals), seperti verba bakar, buat, baca, tulis, makan, dll. Makna Kooperatif Kalau verba aktivitas (atelik) tipe bakar yang berpadu dengan sufiks -i menggambarkan situasi kedistributifan (menuntut banyak objek), maka verba aktivitas seperti hujan, banjir, dan kerubut dalam perpaduannya dengan sufiks -i menggambarkan situasi kekooperatifan, yakni menuntut subjek yang banyak yang secara bersama-sama melakukan perbuatan yang sama. Makna Terminatif Verba P-i yang P-nya berupa verba pungtual yang menyatakan kan mutasi subjek atau objek, seperti datang, masuki, kenai, jatuhi, bubuhi, kunjungi, temui, kirimi, dll, menggambarkan situasi terminatif, yakni menyatakan bahwa apa yang disebutkan oleh P benar-benar mencapai tempat tujuannya. Jadi, verba P-i jenis ini dapat mengandung arti 4) meN-P (sampai) ke O seperti yang tampak pada kalimat berikut. Makna Progresif Verba P-i yang berpangkal verba aktivitas (atelik) tak transitif seperti turun, naik, lewat, alir, selidik, tangis, dll dan verba statis (atelik) seperti duduk, diam, berbaring, telungkup, telentang, tidur, hadir, tumpang, tinggal, genang, ajar, eram, hias, halang, lindung, dll mengandung makna progresif, yakni menggambarkan situasi yang keberlangsungannya bersifat sementara. Makna ini dapat diamati pada kemungkinan dilakukannya pergantian sufiks -i dengan pemarkah aspektualitas progresif sedang dan, dengan demikian, dapat ditafsirkan dengan sedang melakukan sesuatu yang disebut oleh pangkal di/ pada/bagi objek, disingkat 5) sedang P/bertindak sebagai P/beR-P di/bagi O, seperti pada kalimat berikut. Makna lokatif pada verba P-i itu, yang manandai hampir keseluruhan verba P-i, kecuali verba P-i beku, dan kelokatifannya ternyata pada kegramatikalan lima macam tafsiran yang berupa kalimat yang menggunakan bermacam-macam preposisi yang bermakna lokatif, makna gramatikal itu adalah makna umum (invarian) yang menandai kesel;uruhan jenis verba tersebut. Perbedaan-perbedaan makna aspektualitas itu bersumber dari perbedaan kategori pengisi P dan perbedaan subkelas verba (yang berbeda satu dari yang lain berdasarkan perbedaan makna aspektualitas inheren verba).
Diterbitkan di: 11 Oktober, 2007   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    contoh fingsi gramatikal ? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa makna gramanica dan apa makna lexial dan apa perbedaannya? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    ini apa termasuk jenis_jenis dari verba???? Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.