• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Penuntun Berpacaran Yang Ideal

.

Penuntun Berpacaran Yang Ideal

oleh : StefanSikone    

Pengarang : Stefan Sikone
JUDUL                       
: THE COMPLEAT COURTSHIP (PENUNTUN  BERPACARAN YANG IDEAL)
KARANGAN              : NANCY VAN PELT
PENERBIT                  : INDONESIA PUBLISHING HOUSE
Maksud Penulis
            Menyajikan informasi secara terbuka dan langsung agar para pembaca – khususnya remaja dapat membuat pilihan-pilihan yang cerdas selama berkencan. Membantu para pembaca untuk mengevaluasi diri sendiri, pasangan dan hubungan dengan pasangannya. Dengan membaca buku ini, mereka mampu mengevaluasi apakah pembaca memiliki tigkat kematangan emosi yang berguna dalam menghadapi krisis yang mungkin akan dihadapi di kemudian hari.
            Maksud penulis bagi orang dewasa, mereka dapat meberikan informasi kepada para remaja mengenai fakta-fakta dalam perbacaran. Dengan demikian para orang tua dapata mendidik cara perkencan yang pantas dan mengajarkan nilai-nilai moral.
Isi Buku
            Harapan untuk berhasil dalam perkawinan semakin pudar tahun ke tahun.
Selain tingkat percerain yang semakin tinggi, kurva tentang kepuasan dalam perkawinan menurun tajam. Banyak alasan mengapa begitu banyak perkawinan yang gagal. Tetapi alasan yang paling utama adalah kurangnya persiapan.
            Ada tiga keputusan besar yang harus dihadapi oleh orang muda: Apa artinya agama dalam hidup saya? Ketrampilan apa yang hendak saya pilih? Dan, dengan siapa saya menikah? Siapa dan apa diri kita akan menentukan jawaban atas 3 keputusan besar tersebut.
            Adanya konsep diri yang buruk akan membatasi kemampuan seseorang untuk mencintai dan menerima orang lain, mempengaruhi pilihan dan masa depannya. Oleh karena itu, seseorang harus belajar untuk menyukai dan menerima diri sendiri.
            Berkencan adalah salah satu bentuk persahabatan khusus antara 2 orang berlawan jenis yang mengarah kepada cinta, pacaran dan pernikahan. Ada lima tahap berkencan: persahatan, kencan, jadian, pertunangan dan pernikahan. Dalam berpacaran ada alasan-alasan yang positif dan negatif. Ada dua macam umur dalam memulai berpacaran ; usia fisik dan emosi.
            Berpacaran membentuk sebuah siklus – berkencan, pacaran, putus begitu seterusnya. Cinta  jauh berbeda dengan birahi. Bercumbu nampaknya suatu aktifitas di antara orang muda. Ada banyak faktor mengapa mereka melakukan cumbu-cumbuan dan sampai pada hubungan seks sebelum menikah. Memang ada beberapa keuntungan melakukan hubungan seks sebelum menikah. Namun keuntungan itu tidak sebanding dengan kerugian yang akan didapatkan.
            Kedewasaan seseorang mempengaruhi pola pikir dan tanggungjawab dalam suatu pernikahan. Memilih pasangan hidup berrti menentukan seseorang beroleh kebahagiaan dalam keluarga. Umur yang ideal untuk menikah bagi wanita 22 tahun dan pria 24 tahun. Perbedaan agamapun menjadi masalah di dalam sebuah rumah tangga.
            Maksud dari pertunangan yang utama adalah pemberitahuan umum kepada keluarga maupun sahabat bahwa pasangan itu bermaksud untuk menjalani hidup lebih seriaus dalam pernikahan. Akan tetapi pertunangan bisa gagal karena faktor-faktor khusus. Memasuki pernikahan setelah itu bulan madu dimana ada penyesuaian dan peralihan dari kesendirian kepada kehidupan pernikahan. Berakhirnya bulan madu merupakan awal dari perjalanan pernikahan itu sendiri.
Komentar
            Dalam buku ini, penulis pembahas mengenai kencan, cumbu-cumbuan bahkan sampai ke bulan madu dengan sangat jelas dan terbuka. Buku ini ditujukan untuk para remaja dan orang tua. Melihat keterbukaan dalam pembahasan tersebut, apakah tidak sebaiknya ada batasan umur untuk para remaja membaca buku ini? Dan batasan umur berapa remaja boleh membaca buku ini?
Manfaat
            Pembaca dapat 1) mengevaluasi sejauh mana pacaran yang dilakukan pribadi pembaca – cinta atau birahi, melakukan cumbuan atau tidak? 2) menambah wawasan dan awasan dalam berpacaran  yang dapat diterapkan baik untuk diri sendiri maupun pelayanan kepada remaja pemuda. 3) menjaga kekudusan diri dalam berpacaran. 4) memahami arti sesungguhnya berpacaran dan tahapan-tahannya serta resiko – jika tidak menjaga diri. 5) membagi informasi tentang pacaran baik untuk orang lain maupun untuk anak sendiri di kemudian hari.
 
Diterbitkan di: Oktober 11, 2007
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.