Lukisan-
Lukisan karya Sigmar Polke, salah satu nama
besar dalam perjalanan seni rupa moderen Jerman, akan hadir dalam
pameran yang bertajuk: Musik dari Sumber Tak Dikenal (Music from an
Unknown Sources). Ia tampaknya lebih berminat pada berbagai kemungkinan
visual yang muncul melalui berbagai kesalahan dan kebetulan, yang
tersedia antara dirinya dan kamera sebagai alat,
realitas hasil rekaman
lensa, perubahan atas rekaman itu karena percampuran zat kimia-sebuah
wilayah yang penuh kejutan, tidak teduga-batas antara sesuatu yang bisa
ia kendalikan dan yang tak terkendali sama sekali.Padahal, dalam hal gaya dan tema jelas tampak
kedekatan mereka pada Pop Art, yang memberi perhatian besar pada banjir
dunia visual yang mengalir dari dunia industri kapitalis dan
konsumerisme. Maka, nama dan juga gaya perupaan
dalam karya-karya mereka, jika kita hadapkan pada nama dan gaya
Realisme Sosialis, adalah ejekan yang cerdik, nakal dan tajam. Kita terlanjur menganggapnya sebagai jalan lebar dan
benderang untuk masuk ke dalam dunia makna yang ia bentangkan dalam
bidang-bidang gambar itu. Nyatanya, bidang
gambar itu tidak menghadirkan obyek, benda, atau citra yang tegas
mengikuti alur kesan dan pesan yang kita tangkap dalam judul. Dan kemudian, di sela-sela semua itu, atau di antara
lapisan-lapisan warna yang meleleh dan menggenang itu, hadir citra
orang, sosok, wajah, kursi, dalam warna yang lebih pekat atau hitam
berupa bintik-bintik raster. Realitas dalam karya Polke adalah realitas dunia dan
pengalaman manusia yang telah terekam dalam rekaan suratkabar, atau
majalah, atau gambar, yang ia sobek, ia cabik, dan kemudian ia urai
sampai nyaris menjadi sekedar anasir.Seperti pada musik yang bertumpu melulu pada bunyi,
nada, dan irama-dunia mujarad yang menantang seluruh daya persepsi kita
untuk bekerja keras menyerap dan memahami segala unsurnya.